Fundamental Ciamik Mulai Pertengahan 2017 BONUS Valuasi Ter-Diskon : 90% Hasil Proyek ASRI Siap Dibukukan di 2018 ?

Dibalik hubungan BNGA dengan sektor Properti dan Infrastruktur :: BNGA “take off” bersama 2 sektor tersebut (2017) ??
August 17, 2017
Belajar Value Investing Indonesia Bersama BullRecommend
October 24, 2017

Fundamental Ciamik Mulai Pertengahan 2017 BONUS Valuasi Ter-Diskon : 90% Hasil Proyek ASRI Siap Dibukukan di 2018 ?

Setelah suksesnya (setidaknya 3 bulan terakhir ini) hasil analisis value investing yang dilakukan penulis via bullrecommend.com dengan naiknya harga saham lebih dari 160% ( saham INDY bisa Anda lihat lagi disini ) lalu lebih dari 25% ( saham MDLN bisa Anda lihat lagi disini ) dan beberapa saham – saham lainnya pilihan BLS yang jika disebutkan satu per satu maka akan cukup panjang. Saat ini bullrecommend.com mem-publish hasil analisis saham ASRI untuk Anda di dalam postingan ini. Jika tidak ingin ketinggalan hasil analisis saham sesuai kaidah value investing bisa Anda dapatkan disini .

 

Dimulai dari 4 proyek senilai IDR 600 milyar (Cluster Victoria, Ruko Crystal, Cluster Chiara & Cluster Orlanda) hingga The Tower 3.300 unit serta Ayodhya Garden 8.800 dan beberapa proyek susulan yang semakin membuat valuasi ASRI terdiskon (setidaknya untuk saat ini) lebih dari 100% juga berpotensi akan menghiasi hasil Laporan Keuangan ASRI di 2018 mendatang ?. Mampu melejitkan harga saham ASRI lebih dari 100% dari saat ini (320/share – 2017) ?.

 

Menariknya, ketika Indeks ^JKPROP berada di level 490-an namun harga saham ASRI masih dikisaran 320/share (saat hasil analisis saham ASRI ini ditulis) atau setidaknya jauh di bawah 400/share. Padahal saat ini kinerja ASRI jauh lebih baik ketimbang tahun 2013 lalu (bukan tahun 2012 ya). Terdapat PELUANG EMAS untuk melakukan akumulasi BELI saham ASRI  sebelum harga saham ASRI naik di atas 400/share ?.

 

Apakah harga saham ASRI sanggup mencapai lebih dari 800/share ?.

_

Perlu Anda ketahui bahwa saham ASRI ini telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI/HOLD di harga <320/share lebih dulu via Telegram BullRecommend LS. Kemudian hasil analisis saham ASRI terbit setelahnya oleh BullRecommend (Juli 2017 dan setelahnya).

Hasil analisis saham ASRI ini di publish via Website BullRecommend Oktober 2017. Tentunya telah di publish lebih dulu via Telegram BullRecommend LS ! secara RealTime (Juli 2017 dan setelahnya).

Berikut adalah ScreenShoot hasil analisis (sesuai kaidah value investing) saham ASRI. Saat harga saham ASRI masih di kisaran harga <320/share (Juli 2017 dan setelahnya) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

(Analisis komprehensif diberikan untuk semua saham pilihan BullRecommend)

(Analisis komprehensif saham ASRI ; 22 halaman – value investing indonesia BullRecommend)

Berikut adalah ScreenShoot Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham ASRI di harga <320/share pada Tanggal 31 Juli 2017  via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Berikut adalah ScreenShoot Disclousure JUAL / Taking Profit saham ASRI di harga 342/share pada Tanggal 05 September 2017 ( BLS melakukan Taking Profit cukup banyak dari hasil Akumulasi BELI sebelumnya ; Taking Profit sebesar 50% atau separuh dari total keseluruhan saham ASRI yang telah di BELI ; Keputusan JUAL sesuai PLAN BullRecommend – Tidak Panic Buying / Selling ! ) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Gambaran / Alur PLAN untuk saham ASRI yang telah dilakukan BullRecommend : (Bagaimana selanjutnya ?, Hanya di BullRecommend Limited Seat !

PT. Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) merupakan perusahaan atau perseroan yang bergerak dibidang pengembang properti terintegrasi dan terkemuka di Indonesia yang mulai dikembangkan sejak tahun 1994 dan bergerak dibidang pembangunan , pengelolahan, perumahan, kawasan komersial, pengelolahan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi serta hospitality (pengembangan kawasan terpadu).

Dalam value investing, suatu saham perusahaan baru bisa masuk dalam kaidah value investing jika dan hanya jika perusahaan tersebut memiliki fundamental yang bagus (termasuk internal manajemen yang bagus didalamnya) serta memiliki “Jaminan” eksternal maupun internal.

Lalu apa yang membuat ASRI menarik (dari internal dan eksternal) terutama saat valuasi nya masih bisa dikatakan “Salah Harga” setidaknya sampai dengan hasil analisis komprehensif saham ASRI ini ditulis ?.

{perlu diketahui bahwa saham ASRI ini telah diberikan reminder nya terlebih dahulu untuk akumulasi BELI saat harga saham ASRI masih dikisaran <320/share}

Nah, alasan saham ASRI menarik secara ringkas adalah valuasi harga saham ASRI masih bisa dikatakan murah untuk saat ini (saat hasil analisis ini ditulis atau belum di publish harga saham ASRI masih dikisaran 320/share. Sebenarnya selama harga saham ASRI masih di bawah 350/share maka valuasi nya masih ideal), kinerja perusahaan ASRI yang bagus dimana hal ini mulai tercermin dalam laporan keuangan ASRI 2Q17/1H17 dan sektor ASRI yang merupakan sektor properti saat ini baru akan berpotensi kembali “naik daun” dalam beberapa waktu kedepan dan Startegi ekspansi serta peningkatan proyek yang terus dilakukan ASRI saat ini hasilnya baru akan “dirasakan” setidaknya mulai pertengahan tahun 2017 ini dan tentunya tidak menutup kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2018 nanti.

ASRI pada 1H17/2Q17 atau menginjak kuartal 2 ; tahun 2017 ini akan meluncurkan 4 proyek baru yaitu Cluster Victoria tahap 2, Ruko Crystal 8, dan Cluster Orlanda tahap 2 serta Cluster Chiara di Suvarna Sutera Pasar Kemis. Nilai 4 proyek yang diluncurkan ini sebesar 600 Miliar (IDR) dan menariknya lagi bahwa pendapatan 4 proyek baru ini akan diakui tahun depan atau pada tahun 2018, artinya kinerja pendapatan “kinclong” tahun 2017 ini belum termasuk hasil dari 4 proyek yang diluncurkan oleh ASRI saat ini.

Jadi, jelas bahwa 90% LK (Laporan Keuangan) kuartal selanjutnya 3Q17 atau kuartal 3 ; tahun 2017 dan selanjutnya (harusnya) masih akan membukukan hasil kinerja yang menarik.

Apakah hanya sampai disitu saja “Jaminan” internal dari saham ASRI ?.

Tidak, selain itu ASRI juga memiliki proyek baru yang tengah di jual / di sewa kan berupa perkantoran bertajuk The Tower di Jakarta, 4 (empat) Tower Ayodhya Residence yang mana telah terjual 2.000 unit dari total 3.325 unit per Agustus 2017, Ayodhya Garden House yang akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 4.900 meter persegi dimana pembangunannya akan dimulai bulan Oktober 2017 ini dan potensi 8.800 meter persegi lahan kavling komersil yang siap untuk dipasarkan ke masyarakat.

Keseluruhan “Jaminan” internal tersebut akan mulai di “rasakan” hasilnya mulai pertengahan 2017 hingga 2018 nanti. Terbukti hasil Laporan Keuangan pada 1H17 ini telah mencerminkan kinerja atau hasil laba yang optimal dan menarik.

Lalu, bagaimana dengan “Jaminan” eksternal dari saham ASRI ?.

Yups, suku bunga acuan Bank Indonesia 7 days reverse repo rate turun menjadi 4,25% dan keputusan penurunan ini berlaku efektif 25 September 2017. Tentu saja hal ini sangat positif bagi sektor properti.

Akhirnya, beberapa “Jaminan” yang telah di uraikan di atas bisa dikatakan menarik sebagai pertimbangan untuk melakukan Akumulasi BELI saham perusahaan ASRI di harga layak akumulasi BELI sesuai kaidah value investing.

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Terlepas dari “Jaminan” saham ASRI seperti yang telah di uraikan di atas, maka jika diperhatikan sejak saham ASRI ini listing di Bursa Efek Indonesia, harga tertinggi yang pernah di capai saham ASRI berada dikisaran 1070/share pada awal tahun 2013 dan harga tinggi yang dicapai saham ASRI tersebut terjadinya nyaris sama dengan saat melejitnya Indeks ^JKPROP (Kontruksi, Property dan RealEstate) pada bulan Mei 2013 lalu di kisaran level 565,65 sebelum akhirnya Indeks ^JKPROP anjlok terdalam hingga level 332,98 pada Desember 2013.

Lalu bagaimana dengan harga saham ASRI ?, Yups harga saham ASRI juga anjlok hingga dikisaran level harga 430/share (sebenarnya harga saham ASRI paling terdalam anjlok pada tahun 2008 lalu namun karena hal ini saat terjadinya krisis moneter maka tidak bisa dijadikan acuan ideal sebagai moment jatuhnya kinerja ASRI secara normal) dan disinilah letak salah satu kunci menariknya saham ASRI. Saat ini ketika Indeks ^JKPROP berada di level 490-an maka harga saham ASRI masih dikisaran 320/share atau setidaknya jauh di bawah 400/share. Padahal saat ini kinerja ASRI jauh lebih baik ketimbang tahun 2013 lalu (bukan tahun 2012 ya). Jadi, Yups disinilah terdapat PELUANG EMAS untuk melakukan akumulasi BELI saham ASRI setidaknya sebelum harga saham ASRI naik di atas 400/share.

Setelah melihat detail “Jaminan” eksternal dan internal dari saham ASRI. Lalu bagaimana dengan kinerja ASRI yang tercermin dalam Laporan Keuangan nya ?. Semenarik apa ?.

Sebelum masuk secara detail pos per pos analisis Laporan Keuangan ASRI, terlebih dahulu perlu dilihat hasil fundamental tahunan mulai tahun 2012 s.d 2017 (menggunakan DER dan NPM) .

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Terlihat tingkat DER dari saham ASRI tidak begitu ada perubahan signifikan, hanya mengalami kenaikan >15% dalam kurun waktu 5 tahun.

Hal tersebut tidak terlalu berarti apapun jika dilihat dari segi perubahannya.

Artinya ASRI masih memiliki tingkat hutang yang hampir sama jika dibandingkan dengan modal atau ekuitasnya selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Selanjutnya, bagaimana dengan margin laba bersih ASRI ?. Berikut :

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Yups, “similar” dengan saham INDY maka disinilah letak benang merah dari menariknya saham ASRI.

Dari fundamental NPM (Net Profit Margin) selama 5 tahun terakhir atau mulai tahun 2012 s.d tahun 2017. Terlihat bahwa NPM dari ASRI turun tidak terlalu signifikan jika dilihat dari tahun 2012 ke tahun 2017 (ingat, hal ini langsung melihat dari tahun 2012 ke tahun 2017).

Namun, perhatikan bahwa kenaikan NPM di mulai pertengahan atau akhir 2016 (awal kuartal 1 ; tahun 2017) hingga kuartal 2 ; tahun 2017 kenaikan NPM nya sangat signifikan sebesar >135% (QOQ – YOY).

Kenaikan NPM yang tinggi yang tercatat di kuartal 2 ; tahun 2017 ini membuat kinerja ASRI (dari segi NPM) langsung nyaris setara dengan kinerja tahun 2012 saat harga saham ASRI berada pada kisaran 440/share s.d 770/share ! dan perlu di garis bawahi bahwa saat tahun 2012 tersebut belum di dukung dengan paket kebijakan ekonomi III dan penurunan suku bunga acuan 7 days repo rate hingga menjadi 4,25% (efektif 25 September 2017) seperti saat ini.

Jika detail dalam menganalisisnya, jelas bahwa saat ini (Agustus 2017) kinerja ASRI (segi NPM dan DER) bisa dikatakan setara bahkan lebih bagus / menarik dengan kinerja ASRI di tahun 2012 lalu.

Guna melihat “kekuatan” kenaikan fundamental yang mulai bangkit di tahun 2017 ini atau lebih tepatnya 2Q17/1H17 maka diperlukan analisis pos – pos dan rasio dari neraca dan laba rugi secara YOY – 1H16 VS 1H17 sebagai berikut :

(Namun, untuk analisis lebih detailnya akan diberikan pada analisis LK 2Q17 selanjutnya setelah bagian ini).

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Kas dan Setara Kas naik sebesar 167% (YOY), kenaikan kas ini memberikan arti kuatnya tingkat cash dari ASRI namun tidak atau belum dapat memberikan arti lebih jauh dari hanya sekedar soal cash.

Hutang Bank turun sebesar 39% (YOY), penurunan hutang ini memberikan arti yang positif dimana tentu akan mengurangi jumlah beban bunga hutang di periode atau kuartal selanjutnya dan menurunkan tingkat Debt To Equity Ratio.

Hutang Bersih terhadap Ekuitas atau Modal turun sebesar 15% (YOY), penurunan ini memberikan arti yang positif dimana perusahaan atau ASRI tingkat solvabilitas nya menjadi lebih baik dan tentu saja memberikan arti bahwa beban bunga akibat hutang akan berkurang.

Hutang terhadap EBITDA atau Laba Sebelum Bunga dan Pajak naik sebesar 78% (YOY), kenaikan ini memberikan arti kurang bagus namun mengingat kenaikan ini sebenarnya masih “fair” dengan hasil laba yang di capai ASRI maka masih bisa dikatakan Ok. Lebih detailnya nanti di bagian analisis LK 2Q17 ASRI.

Rasio Lancar naik sebesar 32% (YOY), kenaikan ini memberikan arti bahwa kemampuan ASRI dalam memenuhi hutang jangka pendeknya / cepat meningkat lebih baik dan hal ini semakin menjauhkan ASRI dari resiko gagal bayar. Sehingga rasio lancar ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa kenaikan hutang terhadap EBITDA masih bisa terkendali oleh tingkat likuiditas fundamental ASRI.

Selanjutnya …

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Pendapatan naik sebesar 31% (YOY), Tentu saja kenaikan ini memberikan arti yang positif untuk kinerja ASRI. But, perlu di ingat bahwa kenaikan pendapatan yang menarik berasal dari bisnis utama perusahaan. Bagaimana dengan kenaikan pendapatan ASRI ini ?. Lebih detail diberikan di bagian analisis LK 2Q17.

Laba Bruto naik sebesar 52% (YOY), sama seperti pendapatan bahwa kenaikan ini memberikan arti yang positif untuk hasil kinerja ASRI.

EBITDA naik sebesar 67% (YOY), kenaikan ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa kinerja ASRI masih terbilang menarik sebelum kontribusi pajak dan bunga. Lebih detail diberikan di bagian analisis LK 2Q17.

Laba per Saham naik sebesar 31% (YOY), Tentu kenaikan ini memberikan arti yang positif dan memang erat kaitannya dengan tingkat PER, dimana jika EPS atau Laba per Saham naik namun harga saham ASRI masih tetap atau malah retracement maka merupakan peluang bagi Investor Value untuk akumulasi beli saham ASRI.

Margin Laba Bruto naik sebesar 15% dan Margin EBITDA naik sebesar 27%, kedua margin tersebut memiliki arti yang kenaikan yang positif dan untuk lebih detailnya ada di bagian analisis LK 2Q17 ASRI.

Selanjutnya melihat tingkat “fair” hutang yang telah di uraikan di atas bahwa masih bisa di toleransi ?. Sebenarnya telah terlihat bahwa hutang ASRI turun 39% (YOY) dan tingkat likuiditas ASRI juga meningkat cukup baik sebesar 32% (YOY). Namun bagaimana untuk 2 – 3 tahun kedepan ? Setidaknya perlu keyakinan dari analisis yang memadai soal hutang di waktu mendatang. Berikut :

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Terlihat bahwa mulai tahun 2017 hingga 2019 terdapat opportunity dimana ASRI masih memiliki kesempatan untuk tetap melakukan angsuran pembayaran hutangnya. Dimana setidaknya pada 3 tahun tersebut yaitu 2017 s.d 2019 ASRI masih “terbebas” dari kemungkinan gagal bayar jelang jatuh tempo.

Hal ini dikarenakan jadwal jatuh tempo obligasi masih tahun 2020 dan 2022 dimana ASRI masih memiliki waktu untuk meraih manfaat dari pinjaman atau hutangnya untuk di jadikan sebagai sumber yang menghasilkan pendapatan atau laba dan setidaknya ASRI memang masih 3 tahun kedepan untuk direpotkan soal jatuh tempo obligasi dan (seharusnya) sebagai investor idealnya dengan melihat kinerja ASRI saat ini maka tidak butuh waktu lebih dari 2 tahun bagi harga saham ASRI untuk naik >100% dari harga saat ini 320/share s.d 350/share ke >800/share, setidaknya itu lah potensi yang dimiliki ASRI saat ini dengan melihat kinerja dan valuasi harga sahamnya.

Selanjutnya, Bagaimana dengan fundamental ASRI (komprehensif) ?. Berikut akan digunakan LK kuartal 2 ; tahun 2017 untuk melihat bagaimana kinerja fundamental ASRI di tahun 2017 dan compare secara (YOY) 1H16 VS 1H17.

Menarik ???

  

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Dari LK ASRI kuartal 2 ; tahun 2017, dapat dilihat bahwa :

Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada (Pemilik Entitas Induk) : NAIK sebesar 31% atau 542,727,560 —> 710,332,314 (Dalam Ribuan IDR).

Kenaikan sebesar 31% (YOY) ini bisa dikatakan cukup MENARIK. But, Apakah ini benar – benar bisa dikatakan menarik dalam kaidah Value Investing ?.

Maka selanjutnya perlu dillihat sumber pos – pos akun yang berkontribusi dalam kenaikan Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada (Pemilik Entitas Induk) ini melalui tracing awal Penjualan/pendapatan (teknik tracing ini harus dilakukan dalam value investing)

Laba Bruto : NAIK sebesar 52% atau 741,539,869 —> 1,126,653,119 (Dalam Ribuan IDR).

Kenaikan Laba Bruto sebesar 52% (YOY) ini cukup bagus dimana kenaikannya sejalan dengan kenaikan Pendapatan sebesar 32% (YOY). Artinya bahwa Laba yang dihasilkan ASRI masih bersumber dari bisnis utama perusahaannya yaitu Real Estate : Tanah Kavling 56% (YOY), Rumah dan Ruko -9% (YOY) dan Apartemen 100% (YOY) dimana di tahun sebelumnya atau 2Q16/1H16 tidak terdapat kontribusi dari pendapatan penjualan dari Apartemen ini, Jasa Hospitaliti dan Prasarana : Pengelolahan Kota 18% (YOY), Rekreasi dan Olah Raga -10% (YOY), Sewa -16% (YOY) dan Pariwisata : Tiket 17% (YOY) dan Restoran -13% (YOY) .

Secara ringkas beberapa segmen seperti Rumah dan Ruko, Rekreasi dan Olah Raga, Sewa serta Restoran memiliki kontribusi negatif yang artinya mengalami penurunan dari tahun sebelumnya (1H16/2Q16). Hal ini tidak membuat kinerja ASRI menjadi buruk karena ASRI masih membukukan pendapatan dari segmen yang mengalami penurunan tersebut.

Laba Sebelum Pajak : NAIK sebesar 28% atau 577,050,140 —> 741,599,838 (Dalam Ribuan IDR)

Di dalam hasil perolehan Laba Sebelum Pajak (EBT) terlihat jelas bahwa ketika penjualan atau pendapatan ASRI meningkat, hal ini tidak terjadi hal yang sama dengan beban penjualan ASRI yang malah bisa dikatakan menurun tipis sekitar kurang dari 1% (YOY), artinya manajemen ASRI berhasil melakukan efisiensi optimal dalam meningkatkan penjualan diringi dengan pengetatan efisiensi biaya Menariknya lagi adalah hasil peningkatan Laba Sebelum Pajak yang naik sebesar 28% (YOY) ini dibarengi dengan penurunan kontribusi sebesar 84% ! (YOY), u know that ? artinya lagi bahwa peningkatan EBT ASRI jelas menarik ketimbang tahun sebelumnya (1H16/2Q16) yang masih disokong oleh pos pendapatan lainnya berupa Laba Selisih Kurs Bersih.

Jadi saham ASRI tentu menarik dalam perolehan laba perusahaannya karena lebih dominan dihasilkan dari pendapatan bisnis utama ASRI ketimbang dari pendapatan lain – lainnya. Jadi kinerja ASRI meningkat hasil murni bisnis utama perusahaan.

Selanjutnya, berikut hasil analisis Cash Flow ASRI (YOY) 1H16 VS 1H17 :

  

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi : NAIK (kas masuk) sebesar 475% !! atau -236,196,504 —> 886,110,007 (Dalam Ribuan IDR)

Peningkatan arus kas bersih (kas masuk) aktivitas operasi ASRI ini bisa dikatakan menarik karena peningkatan kas masuk dari operasi sebesar 810% (YOY) dominan di kontribusikan dari hasil peningkatan penerimaan kas pelanggan sebesar 63% (YOY). Selain daripada hal tersebut tidak ada perubahan signifikan yang membuat kinerja ASRI buruk sejauh ini. Jadi, sampai pada review arus kas aktivitas operasi maka kinerja ASRI masih menarik.

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi : NAIK (kas keluar) sebesar 1,145% ! atau 50,398,622 —> -526,944,326 (Dalam Ribuan IDR)

Peningkatan arus kas bersih (kas keluar) dari arus kas aktivitas investasi ASRI ini bisa dikatakan positif untuk cerminan kinerja serta strategi bisnis ASRI, karena peningkatan kas keluar aktivitas investasi ASRI lebih banyak di kontribusi dari hasil kenaikan Jaminan KPR sebesar 2,150% (YOY), Penambahan Tanah untuk dikembangkan sebesar 990% (YOY), Uang Muka Pembelian Tanah sebesar 670% (YOY) dan Kenaikan Deposito Berjangka sebesar 120% (YOY). Artinya semua pengeluaran kas dari aktivitas investasi yang meningkat pada tahun ini 2Q17/1H17 merupakan bentuk strategi ASRI dalam ekpansi bisnis kedepannya serta pengembangan bisnisnya yang mana hasil atau manfaat nya akan “dirasakan” beberapa waktu kedepan.

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan : NAIK (Kas keluar) sebesar 1,635% ! atau – 22,967,314 —> -402,701,221 (Dalam Ribuan IDR)

Peningkatan kas keluar dari arus kas aktivitas pendanaan biasanya menunjukkan hal yang positif, namun apakah ini yang terjadi pada ASRI ?.

Terlihat bahwa ASRI ini membukukan penurunan Utang Bank sebesar 135 ! (YOY) dan penurunan Utang Pihak Berelasi sebesar 100% ! (YOY) maka dalam hal ini manajemen ASRI lebih konservatif dalam keputusannya untuk menambah Utang nya setidaknya untuk saat ini (2Q17/1H17). Jadi secara keseluruhan keputusan yang diambil ASRI untuk arus kas aktivitas pendanaan bisa dikatakan semakin bagus dengan penurunan kewajiban yang pada tahun
sebelumnya pernah dilakukan.

Selanjutnya, berikut ikhtisar fundamental ASRI 1H17 VS 1H16 : (detail analisis telah diberikan seperti di atas bagian ini).

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Dalam sektor properti, pendapatan berulang merupakan hal yang juga cukup penting untuk menyokong atau mengimbangi keberlangsungan kinerja perusahaan. Bagaimana dengan pendapatan berulang ASRI ?. Berikut :

( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Terlihat bahwa terdapat kestabilan dan peningkatan yang lebih dominan untuk pendapatan berulang ASRI dimana peningkatan nya bisa sebesar 10% – 20% di hampir seluruh segmen pendapatan berulang ASRI dan hasil ini menunjukkan  adanya konsistensi kinerja untuk minimal mempertahankan kinerja ASRI.
Selanjutnya perlu dilihat bagaimana tingkat likuiditas transaksi saham ASRI di Bursa Efek Indonesia dari segi saham beredar di publik, mengingat ASRI cukup memiliki kinerja yang “similar” dengan INDY. But, bagaimana dengan “kelincahan” sahamnya di transaksi bursa efek ?. Berikut :
( Value Investing Indonesia BullRecommend – ASRI )

Jelas bahwa saham beredar di public jumlahnya jauh lebih besar ( yaitu sebesar 11 miliar ) jika dibandingkan dengan INDY.

Namun sebenarnya jika dibandingkan dengan saham satu sektornya maka jumlah 11 miliar saham ASRI tidak terlalu besar atau bisa dikatakan cukup.

Tentu saja ini membuat saham ASRI tidak akan begitu “selincah” kenaikan harga saham INDY meski memiliki hasil kinerja yang nyaris sama atau “similar”.

Kesimpulan dari hasil analisis komprehensif saham ASRI ini maka tentu potensi “reward” nya lebih besar ketimbang “resiko” nya untuk akumulasi BELI saham ASRI.

Lalu, bagaimana sebagai Value Investor melihat kinerja dan potensi ASRI yang MENARIK ini dan tentu pada harga yang masih Undervalue?. Apakah tunggu harga sahamnya naik dulu baru BELI ?.

Melihat harga saham ASRI yang idealnya memang masih undervalue maka tentu hal ini bisa segera dimanfaatkan untuk akumulasi BELI/HOLD.

(Hasil analisis saham ASRI ini telah terbit (Juli 2017 dan setelahnya) lebih dulu secara RealTime via Telegram BullRecommend LS khusus untuk Anggota/Member BLS dan telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham ASRI lebih dulu saat harga saham ASRI di market masih di kisaran harga <320/lbr saham)

Perlu diketahui bahwa harga saham ASRI saat berada di level harga <350/share memiliki PBV 0,71x ;
PER 4,03x ; NPM 42,15% ; ROE 17,83% (Annualized) dan DER 161,83%.

Lalu, bagaimana dengan pola charting TrendFollower NOT SwingTrading nya ? (Saham ASRI).

Tentu ini yang paling di tunggu – tunggu. (Charting TrendFollower NOT SwingTrading saham ASRI ini telah di publish/terbit lebih dulu via Telegram BullRecommend LS bersamaan dengan hasil analisis lengkapnya).

Charting TNS(TrendFollower NOT SwingTrading) di bawah ini sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS.

Dari hasil analisis saham ASRI, Akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham ASRI masih menarik untuk di akumulasi BELI ?

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham ASRI ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham ASRI masih di kisaran <320/share) ?.

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Disclousure : Hasil analisis saham ASRI ini telah terbit (Juli 2017 dan setelahnya) lebih dulu secara RealTime via Telegram BullRecommend LS khusus untuk Anggota/Member BLS dan telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham ASRI lebih dulu saat harga saham ASRI di market masih di kisaran harga <320/lbr saham.

Hasil analisis saham ASRI ini di publish via Website BullRecommend pada hari Selasa, tanggal 10 Oktober 2017 (Saat ASRI Closed Price di harga 388/share).

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media.

(Visited 3,188 times, 64 visits today)

Comments are closed.