Indomobil Sukses Internasional : Menariknya Bisnis Otomotif Menjelang Revolusi Kendaraan Listrik – Respon IMAS Sebagai Salah Satu Perusahaan Otomotif Terbesar ? :: Saham IMAS Menarik (2018) ?

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal I 2018
April 30, 2018
Asia Pacific Fibers : Menariknya Bisnis Industri Kimia dan Serat Sintetis di Tengah Dorongan Revitalisasi Industri Tekstil ? :: Saham POLY Menarik (2018) ?
June 30, 2018
Show all

Indomobil Sukses Internasional : Menariknya Bisnis Otomotif Menjelang Revolusi Kendaraan Listrik – Respon IMAS Sebagai Salah Satu Perusahaan Otomotif Terbesar ? :: Saham IMAS Menarik (2018) ?

Menariknya saham IMAS : Mulai dari fundamental recovery yang telah ditunjukkan pada LK 4Q17/FY17 IMAS, beberapa aksi korporasi berupa ekspansi bisnis [Baca : layanan parkir otomatis dan sebagainya], perusahaan IMAS yang merupakan terbesar di bidang otomotif [Catatan : meski bukan nomor 1 juga], valuasi saham IMAS yang sedang UnderValue [Baca : murah atau dibawah harga wajarnya] serta potensi dari pasar kendaraan listrik dan kebutuhan baterai [Baca : accu / aki] listrik ? . maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham IMAS ?

Apakah harga saham IMAS sanggup mencapai ke >3500/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu atau menjelang akhir tahun 2017 bahkan hingga menjelang akhir kuartal I tahun 2018 Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham KOBX yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham IMAS di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham IMAS maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Perlu Anda ketahui bahwa saham IMAS ini telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap selama di harga <930/share [Catatan : upgrade terakhir di harga <1050/share] lebih dulu via Telegram BullRecommend LS sejak menjelang akhir kuartal I tahun 2018 [Baca : 05 Maret 2018] oleh BullRecommend.

Hasil analisis [terbatas] saham IMAS ini di publish via Website BullRecommend Mei 2018. Tentunya Ebook Review analisis saham IMAS telah di publish lebih dulu secara RealTime via email (sejak menjelang akhir kuartal I tahun 2018).

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI saham IMAS di harga <930/share [Catatan : upgrade terakhir di harga <1050/share] pada Tanggal 05 Maret 2018 (Setiap / selama harga saham IMAS di harga layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Berikut adalah ScreenShoot Special Advice [PLAN] saham IMAS via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

            

Screenshot Spcecial Advice saham IMAS (05 – 06 Maret 2018)

Berikut adalah ScreenShoot Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham IMAS secara bertahap via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Screenshot akumulasi beli saham IMAS (05 Maret 2018 ; 995/share)

Berikut adalah ScreenShoot Disclousure JUAL / Taking Profit saham IMAS di harga 2950/share pada Tanggal 07 Mei 2018 atau PROFIT sebesar 196% ! ( BLS melakukan Taking Profit cukup banyak dari hasil Akumulasi BELI sebelumnya ; saham IMAS di JUAL 50% nya atau separuh dari total keseluruhan saham IMAS yang telah di BELI ; Keputusan JUAL sesuai PLAN BullRecommend – Tidak Panic Buying / Selling ! ) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Screenshot JUAL separuh saham IMAS ( 07 Mei 2018 ; di harga 2950/share ; Taking Profit sebesar 196% )

Gambaran / Alur PLAN untuk saham IMAS yang telah dilakukan BullRecommend : (Bagaimana selanjutnya ?, Hanya di BullRecommend Limited Seat !

Berikut adalah ScreenShoot hasil review analisis Laporan Keuangan per kuartal saham IMAS pada Ebook 4Q17/FY17 via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

               

—- Ebook Kuartal terkait saham IMAS [Ebook 4Q17/FY17] telah terbit via Email —

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 4Q17/FY17 saham IMAS yang telah terbit beberapa waktu lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

[Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [4Q17/FY17] saham IMAS ini terbit sejak menjelang akhir kuartal I tahun 2018 dan ditulis sejak harga saham IMAS berada dikisaran 1250/share. [Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham IMAS telah diberikan terlebih dahulu via Telegram BullRecommend LS saat harga saham IMAS masih berada dikisaran 930/share-1050/share]

[[harga layak akumulasi ter-update masih terbatas hanya untuk Anggota BLS]]

Saham pilihan Penulis selanjutnya adalah saham terkait bidang otomotif atau kelompok usaha terpadu bidang otomotif terkemuka di Indonesia yaitu IMAS atau saham perusahaan PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Secara lebih detail bidang usaha utama IMAS meliputi pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang dengan merek “IndoParts”, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif serta kelompok usaha pendukung lainnya.
IMAS atau PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. mengelola merk-merk terkenal dengan reputasi internasional yang meliputi Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Renault Trucks, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Trucks, dan Mack Trucks. Beberapa produk – produk yang ditawarkan [Baca : di distribusikan melalui penjualan] meliputi jenis kendaraan bermotor roda dua, kendaraan bermotor roda empat, bus, truk, forklift, dan alat berat lainnya.

Okey, lalu secara detail apa yang membuat saham IMAS ini MENARIK ?. Let’s check this out !

Terkait adanya potensi industri baterai listrik untuk kendaraan listrik, dimana potensi ini di dukung dengan PerPres mengenai mobil listrik di Indonesia yang telah selesai dan payung hukumnya [Baca : mengenai mobil listrik] hanya tinggal diundangkan saja oleh KemenKumHam dan tentu saja keberadaan atau resmi nya kendaraan listrik di Indonesia akan meningkatkan segmen perkembangan perusahaan otomotif seperti IMAS.

Mengenai baterai [Baca : accu] listrik tentu akan sangat dibutuhkan beberapa waktu kedepan ketika nantinya perkembangan kendaraan listrik semakin luas di Indonesia dan menariknya IMAS atau PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. telah memiliki pabrik baterai di dalam negeri [Baca : Indonesia] dengan “menggandeng” perusahaan yang berpengalaman lebih dari 100 tahun di dunia baterai [Baca : accu] yaitu Furukawa Battery Co Ltd. Yang mana Indomobil Group dan Furukawa Battery Co Ltd. membentuk perusahaan FIBM atau Furukawa Indomobil Baterry Manufacturing.

Sebagai tambahan, pabrik baterai [Baca : accu / aki] yang dibangun di Indonesia merupakan pusat produksi kedua di Asia Tenggara [Catatan : sebelumnya atau yang pertama di Thailand] dan dapat memproduksi 3 juta unit baterai per tahun.

Selanjutnya, IMAS atau PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. tengah melakukan ekspansi di bisnis jasa layanan parkir otomatis kendaraan melalui PT. Kyokuto Indomobil Distributor Indonesia yang merupakan anak usaha PT. Indomobil Sales Tbk. yang mana merupakan distributor dan produsen sistem parkir otomatis Kyokuto dari Jepang.

Mungkin para Anggota BLS atau para pembaca baru – baru ini atau sejak beberapa waktu lalu sering melihat berita tentang seringnya di dereknya mobil di Jakarta dan hal tersebut bukan tanpa sebab, salah satu diantaranya adalah mulai menipisnya lahan parkir dan teknis parkir yang sulit di tengah padatnya kendaraan saat ini. Tentu saja keadaan di Ibu Kota sangat di mungkinkan bisa terjadi di kota – kota lain seperti di kota metropolitan dan megapolitan, jadi tentu saja atas masalah tersebut beberapa solusi diperlukan yang mana diantaranya adalah lahan parkir yang memadai dan teknis pemarkiran yang mudah.

Jadi, bagaimana dengan adanya layanan parkir otomatis ?, tentu saja bisa menjadi bentuk solusi parkir untuk keterbatasan lahan dengan teknis yang sederhana [Baca : otomatis dibantu komputer canggih dalam proses pemarkiran kendaraan] yang juga merupakan peluang di bisnis layanan parkir otomatis tersebut.

IMAS The Next INDY ? The Next INKP ? The Next BRPT ? OR The Next SMBR ?. Jika Anda [Baca : para Anggota BLS maupun para Pembaca] berpikir demikian maka tidak sepenuhnya salah meski belum tentu benar juga karena masih terlalu dini untuk memastikannya, terlebih Penulis sendiri masih perlu memperoleh konfirmasi mengenai konsistensi recovery fundamental apakah masih akan terjadi di kuartal selanjutnya atau hanya STOP dulu hingga di 4Q17/FY17 ini.

Meski begitu jika Penulis mengatakan saham IMAS saat ini [Catatan : saat review saham IMAS ini ditulis, harga sahamnya berada di kisaran 1,250/share dengan PBV <0,40] sudah bisa dikatakan MURAH atau UnderValue maka seharusnya perkataan Penulis bukan hal yang berlebihan. Mengingat Harga saham IMAS pernah mencapai harga tertingginya di kisaran 8,875/share pada 01 April 2012 lalu dan [Baca : bahkan] pada tahun 2008 saat terjadi CRASH IHSG, harga saham IMAS paling “mentok” dikisaran 570/share – 590/share, artinya dengan kondisi perekonomian yang sedang bagus [Catatan : dibuktikan dengan indikator ekonomi seperti inflasi, suku bunga, cadangan devisa, nilai tukar rupiah terhadap dollar dan sebagainya] harusnya dan wajarnya harga saham IMAS saat ini [Baca : kuartal pertama tahun 2018] lebih berpotensi untuk “jalan” naik ketimbang turun. Dimana kalaupun harga saham IMAS saat ini anjlok parah, harusnya tidak melebihi atau dibawah 570/share, mengingat saat perekonomian kurang baik di tahun 2008 lalu harga saham IMAS masih “mentok” bertahan di kisaran 570-an/share.

So, sangat jelas ada peluang saat ini dimana setidaknya perekonomian Indonesia sedang bagus [Catatan : meski IHSG mulai “mentok” dan kalaupun beneran CRASH maka tentu saja harga saham IMAS juga akan terimbas dan harusnya tidak mengalami penurunan seperti pada saat harga saham IMAS di kisaran 8,875/share dan anjlok hingga dikisaran 840/share. Penurunan tajam sebesar 90% tersebut terjadi selama 5 tahun sejak April 2012 hingga Desember 2017] ditambah kondisi fundamental IMAS yang menunjukkan adanya recovery fundamental yang tercermin di laporan keuangan IMAS pada 4Q17/FY17, maka jika dan hanya jika recovery fundamental ini masih akan berlanjut dan berubah menjadi peningkatan kinerja maka bukan tidak mungkin harga saham IMAS juga akan lanjut naik tinggi setidaknya mendekati valuasi wajarnya yaitu pada PBV 1x atau bahkan lebih ! .

Finaly, dengan valuasi saham IMAS yang sedang UnderValue [Baca : murah atau dibawah harga wajarnya], perusahaan IMAS yang merupakan terbesar di bidang otomotif [Catatan : meski bukan nomor 1 juga], fundamental recovery yang telah ditunjukkan pada LK 4Q17/FY17 IMAS dan beberapa aksi korporasi berupa ekspansi bisnis [Baca : layanan parkir otomatis dan sebagainya] serta potensi dari pasar kendaraan listrik dan kebutuhan baterai [Baca : accu / aki] listrik maka harusnya tidak atau belum ada alasan yang cukup tepat untuk tidak memasukkan saham IMAS dalam portofolio seorang Value Investor !

Namun, apakah benar harga saham IMAS akan mampu naik cukup tinggi dari harganya saat ini [Catatan : saat review saham IMAS ini ditulis, harga sahamnya berada di kisaran 1,250/share dengan PBV <0,40] ?. Let’s see the market guys !

Berikut poin – poin signifikan Kinerja Keuangan (Fundamental) dari IMAS jika di komparasi secara YOY (Year on Year) menggunakan Laporan Keuangan FY16 vs FY17.

Laba yang dihasilkan IMAS masih bersumber dari bisnis utama perusahaannya yaitu pendapatan dari Mobil, Truk dan Alat Berat, Suku Cadang, Jasa Keuangan, Stamping dan Dies serta Sewa Kendaraan Logistik yang naik secara YOY. Namun, terdapat pendapatan yang hasil nya menurun signifikan dan dominan [Catatan : diperhitungkan dari pendapatan kepada pihak ketiga dan pihak berelasi] secara YOY yaitu pendapatan dari Jasa Servis dan Perakitan, Assesoris dan Perakitan, Jasa Kontraktor serta Lainnya.

Selain itu, kenaikan Laba Bruto IMAS bisa dikatakan cukup bagus dimana terdapat penurunan Beban Pokok Penjualan yang mana memiliki margin perubahan hingga 65% [Catatan : kenaikan pendapatan netto IMAS 2% YOY – penurunan beban pokok pendapatan 0,7% YOY. Selisih dari perubahan keduanya dibandingkan dengan nilai perubahan positif dari kenaikan pendapatan neto IMAS dalam presentase] dibandingkan dengan perubahan kenaikan Pendapatan Netto IMAS secara (YOY).

So, tentu saja ini merupakan indikator yang masih menunjukkan perubahan positif atau mulai positif bagi IMAS hingga pos Gross Profit.

Meski terdapat peningkatan Pendapatan Operasi Lain yang berkontribusi positif dalam peningkatan laba sebelum pajak namun tentu pos yang tidak terkait aktivitas bisnis utama perusahaan atau dalam hal ini aktivitas utama bisnis IMAS tentu tidak masuk dalam poin penilaian positif kinerja perusahaan.

But, terdapat indikator lain yang bisa dikatakan “positif” ditunjukkan dengan meningkatnya pos Rugi Neto Entitas Asosiasi [Catatan : hasil dari entitas asosiasi memang tidak bisa dikatakan terkait pos lain namun tetap merupakan pos secondary dari pendapatan utama entitas IMAS itu sendiri] sebesar 306% ! (YOY), kenapa perubahan yang menunjukkan peningkatan pos terkait lain – lain atau secondary dari pendapatan utama entitas IMAS ini menjadi acuan positif ?.

Yups, karena dengan meningkatnya pos terkait Rugi Neto Entitas Asosiasi atau dari “sumber” lain – lain [Baca : termasuk secondary dari pendapatan utama entitas induk] dibarengi dengan laba sebelum pajak yang meningkat signifikan maka itu artinya upaya recovery fundamental IMAS bukan signifikan dan dominan hasil kontribusi dari Pendapatan Operasi Lain – Lain atau dengan kata lain perbaikan kinerja IMAS masih cukup di kontribusi juga dari Pendapatan hasil aktivitas bisnis utama IMAS seperti Mobil, Truk dan Alat Berat, Suku Cadang, Jasa Keuangan, Stamping dan Dies serta Sewa Kendaraan Logistik yang naik secara YOY !

Terdapat kenaikan pos terkait bertujuan investasi yaitu peningkatan Pembelian Asset Tetap yang naik sebesar 59% (YOY) dimana meski perubahannya tidak terlalu signifikan dibandingkan pos tidak terkait aktivitas bertujuan investasi namun perubahannya dominan yang setara dengan 43% dari proporsi keseluruhan atau total kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi !

So, artinya perubahan pada Investing Cash Flow saham IMAS pada 4Q17/FY17 menunjukkan masih adanya aktivitas bertujuan investasi yang tentu punya nilai hasil untuk beberapa waktu kedepan.

Kesimpulannya IMAS mulai memiliki fundamental yang menarik [Catatan : recovery fundamental nya bisa dikatakan cukup menarik pada 4Q17/FY17] (Catatan : Saat Ebook Kuartalan 4Q17/FY17 saham IMAS ditulis harga saham IMAS masih dikisaran 1250/share) dan terutama dengan adanya potensi industri baterai listrik untuk kendaraan listrik [Catatan : PerPres mengenai mobil listrik di Indonesia telah selesai dan payung hukumnya mengenai mobil listrik tinggal diundangkan saja oleh KemenKumHam // perlu diketahui bahwa IMAS terkait dengan perusahaan asal Jepang yang ahli dibidang baterai mobil listrik dan mobil listrik], ekspansi bisnis parkir mobil otomatis [Catatan : mungkin para Anggota BLS atau para pembaca masih sering lihat berita seringnya di dereknya mobil di Jakarta // Untuk parkir di kota metropolitan dan megapolitan sekarang lahannya sudah mulai sulit dan teknis nya rumit, jadi ada peluang bisnis parkir otomatis yang masih tinggi] dan beberapa PLAN menarik IMAS.

Di atas adalah review analisis Penulis via Ebook Kuartalan (4Q17/FY17) saham IMAS. Yups ! saat review saham IMAS ini di publish via website bullrecommend.com harga saham IMAS sudah dikisaran 3080/share [per 11 Mei 2018].

So, setelah tahu opportunity dari [Baca : PLAN / rencana] adanya potensi industri baterai listrik untuk kendaraan listrik [Catatan : PerPres mengenai mobil listrik di Indonesia telah selesai dan payung hukumnya mengenai mobil listrik tinggal diundangkan saja oleh KemenKumHam // perlu diketahui bahwa IMAS terkait dengan perusahaan asal Jepang yang ahli dibidang baterai mobil listrik dan mobil listrik], ekspansi bisnis parkir mobil otomatis [Catatan : mungkin para Anggota BLS atau para pembaca masih sering lihat berita seringnya di dereknya mobil di Jakarta // Untuk parkir di kota metropolitan dan megapolitan sekarang lahannya sudah mulai sulit dan teknis nya rumit, jadi ada peluang bisnis parkir otomatis yang masih tinggi], beberapa PLAN menarik IMAS, valuasi saham IMAS yang masih belum cukup mahal atau UnderValue dan mulai adanya recovery fundamental yang signifikan maka akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham IMAS masih menarik untuk di akumulasi BELI ?.

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham IMAS ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham IMAS masih di kisaran <930/share [Catatan : upgrade terakhir di harga <1050/share] ) ?.

Apakah harga layak akumulasi saham IMAS masih sama atau masih layak di Upgrade setelah melihat hasil LK 4Q17/FY17 nya ?

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media

 

(Visited 3,331 times, 6 visits today)

Comments are closed.