Integra Indocabinet :: Tema Instagramable Era Internet Of Things di Coffe Shop, Hospitality Site & Theme Park Meningkatkan Daya Tarik Furniture : Bagaimana WOOD Selanjutnya (2018) ?

Eajaya Swasembada : Ekspansif & Inovatif – Perusahaan Ritel dan Distributor Gawai Terbesar di Indonesia Menyambut Era E-Commerce via FinTech :: Bagaimana ERAA Selanjutnya (2018) ?
March 3, 2018
Kobexindo Tractors : Menariknya Bisnis Alat Berat Terkait Pertambangan, Perkebunan, Infrastruktur Hingga Properti di Tengah Meningkatnya Harga Komoditas & Gencarnya Program Pembangunan :: Bagaimana KOBX Selanjutnya (2018) ?
April 30, 2018
Show all

Integra Indocabinet :: Tema Instagramable Era Internet Of Things di Coffe Shop, Hospitality Site & Theme Park Meningkatkan Daya Tarik Furniture : Bagaimana WOOD Selanjutnya (2018) ?

Menariknya saham WOOD : Mulai dari pangsa pasar paling tinggi di sektor industri manufaktur mebel / furniture, pangsa pasar ekspor terbesar di Amerika [Baca : pendapatan per negara / wilayah terbesar hingga saat ini yang di peroleh WOOD dari negara Amerika 42%, Indonesia 30% dan Eropa 14% – per tahun 2017], pelanggan terkemuka di berbagai lini sektor nya [Baca : COSTCO, IKEA, LEXINGTON, Amazon.com, ASTON International, HARRIS Hotels, CIPUTRA dan sebagainya], kinerja keuangan yang terus membaik dari tahun ke tahun [Baca : imbal hasil ekuitas WOOD dari tahun 2014 hingga 2016 secara berturut naik sebesar 2,59% (2014), 5,45% (2015), 9,87% (2016) dan hingga tahun 2017], masih akan meningkatnya sektor property yang tentu terkait dengan kebutuhan home furniture, (SVLK) yang digunakan sebagai sistem jaminan legalitas kayu di Indonesia telah diakui oleh negara – negara di Uni Eropa (UE) dan tentu saja kayu Indonesia memiliki BenchMark dengan legalitas yang telah di akui dunia [Catatan : positif bagi industri di bidang pengolahan produk berbahan dasar kayu di Indonesia termasuk WOOD], hingga Full of Furniture kebutuhan dari era Internet of Things atau gaya hidup Instagramable era milenial dimana tentunya butuh Custome Furniture or mebel untuk mendukung tema – tema pada coffe shop, theme park & hospitality site. maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham WOOD ?

Apakah harga saham WOOD sanggup mencapai ke >500/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu atau menjelang akhir tahun 2017 bahkan awal – awal tahun 2018 Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham LEAD yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham WOOD di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham WOOD maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Perlu Anda ketahui bahwa saham WOOD ini telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap selama di harga <240/share lebih dulu via Telegram BullRecommend LS sejak setelah / pasca IPO atau menjelang akhir tahun 2017 hingga awal – awal tahun 2018 oleh BullRecommend.

Hasil analisis [terbatas] saham WOOD ini di publish via Website BullRecommend April 2018. Tentunya Ebook Review analisis [PERDANA / di tahun 2017 lalu] saham WOOD telah di publish lebih dulu secara RealTime via email (sejak harga saham WOOD berada di harga layak akumulasi).

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI {bertahap / selama} di harga <240/share pada Tanggal 11 Agustus 2017 dan / atau hingga 08 Februari 2018 (Setiap / selama harga saham WOOD di harga layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

   

Berikut adalah ScreenShoot Special Advice PLAN / rencana akan Akumulasi BELI saham WOOD secara bertahap via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

— Screenshot Spcecial Advice PLAN akumulasi beli saham WOOD (07 Agustus 2017) —

Berikut adalah ScreenShoot Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham WOOD secara bertahap via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

— Screenshot akumulasi beli saham WOOD (15 Agustus 2017 ; 228/share) —

Gambaran / Alur PLAN untuk saham WOOD yang telah dilakukan BullRecommend : (Bagaimana selanjutnya ?, Hanya di BullRecommend Limited Seat !

[selama di harga layak akumulasi / <240/share dapat cukup waktu u/ akumulasi]

[akumulasi dapat dilakukan hingga beberapa milyar IDR atau lebih]

Berikut adalah ScreenShoot hasil review analisis Laporan Keuangan per kuartal [PERDANA] saham WOOD (2017) dan sebagian Ebook 4Q17/FY17 via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

     

— Ebook Kuartal terkait saham WOOD [PERDANA – 2017] terbit sejak harga saham WOOD dikisaran 236/share —

 

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan saham WOOD tahun 2017 [PERDANA] dan sebagian Ebook Kuartalan akhir tahun 2017 [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

[Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [PERDANA – tahun 2017] saham WOOD ini terbit sejak harga saham WOOD berada di harga layak akumulasi yaitu sejak harga <240/share]

[[harga layak akumulasi ter-update masih terbatas hanya untuk Anggota BLS]]

Saham WOOD atau saham dari perusahaan PT. Integra Indocabinet Tbk. ini sudah penulis “incar” [Baca : untuk dimasukkan StockPick] sejak ketika sahamnya IPO pada 21 Juni 2017 lalu. But, karena saat listing saham WOOD ini berada di harga (Catatan : Sebelum OPEN Market hari pertama listing) 260/share maka penulis lebih memilih untuk tahan “nafsu” dulu untuk memulai akumulasi sahamnya hingga retracement di valuasi yang cukup murah. So, tentunya bukan tanpa alasan Penulis memasukkan saham WOOD ke dalam daftar pilihan atau StockPick bullrecommend.com .

Harga saham WOOD saat Ebook Kuartalan [PERDANA] ini ditulis berada dikisaran 236/share-232/share atau dibawah 240/share. Yups, harga sahamnya retracement hingga di kisaran 232/share (Baca : harga terendah saat ebook kuartalan ini ditulis). Lalu apakah ini menjadi menarik ?. Yups, tentu saja dan justru ini harapan Penulis.

[ Okey, penulis akan melanjutkan isi review dari ebook kuartalan selanjutnya [Baca : Ebook Kuartalan 4Q17/FY17] dari saham WOOD untuk menjawab pertanyaan kenapa saham WOOD masih layak untuk masuk dalam daftar saham pilihan penulis atau http://bullrecommend.com/ ]

Salah satu saham pilihan Penulis via bullrecommend.com yang memiliki bisnis terkait Furniture dan Mebel adalah saham WOOD atau PT. Integra Indocabinet Tbk. yang mana secara detail perusahaan bergerak di bidang industri furnitur dan industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya.

Produk dari perusahaan WOOD di pasarkan dan di jual di dalam dan luar negeri, pangsa pasar ekspor terbesarnya adalah di Amerika untuk saat ini [Catatan : inilah salah satu alasan ada potensi positif jika dan hanya jika terjadi Trade War antar China dan Amerika dimana tentunya produk – produk dari Indonesia atau negara lain tertentu memiliki harga yang jelas lebih terjangkau atau “bersaing” dengan produk negara lain. Meski Trade War antar China dan Amerika bukan poin utama dari menariknya saham WOOD].

Jadi, jika ada pertanyaan kenapa Penulis masih mempertahankan untuk memasukkan saham WOOD di Ebook Kuartal 4Q17/FY17 ? [Catatan : setelah beberapa waktu lalu Penulis sempat memberikan reminder untuk akumulasi saham WOOD selama di harga <240/share] maka jawabannya adalah berupa sebuah pertanyaan yaitu “Adakah saham selain WOOD yang mana bergerak di bidang atau bisnis terkait FURNITURE dan MEBEL yang setidaknya go publik di BEI atau IDX yang memiliki kapasitas pangsa pasar lebih besar dari WOOD, kinerja lebih menarik dari WOOD, valuasi lebih murah dari WOOD dan pelanggan lebih solid atau memiliki BRAND lebih kuat ketimbang WOOD ? Jika ada sebutkan saham atau emiten apa itu ?“. Jika pertanyaan tersebut dapat terjawab maka Penulis tentu tidak akan memasukkan saham WOOD sebagai salah satu saham Pilihan BLS [Baca : BullRecommend Limited Seat].

Perlu untuk diketahui bahwa WOOD memiliki pangsa pasar paling tinggi di sektor industri manufaktur mebel, dimana pada tahun 2014 saja terdapat sekitar 965 manufaktur mebel kayu di Indonesia dan hanya 27% yang dapat dikategorikan sebagai manufaktur besar dengan dengan luas fasilitas produksi lebih dari 25 hektar dan kapasitas produksi lebih dari 10 kontainer per bulan. Jelas sekali WOOD ini memiliki pangsa pasar paling tinggi daripada industri furniture mebel lainnya, setidaknya hingga saat ini.

Perolehan pangsa pasar terbesar ini di dukung oleh pelanggan atau klien Integra yang bergerak di berbagai lini sektor yang kuat seperti : Target & COSTCO [Baca : pasar retail], IKEA & ROOMS TO GO [Baca : toko furniture], LEXINGTON [Baca : butik dan toko furniture], Amazon.com & Traget.com [Baca : toko online], ASTON International, HARRIS Hotels & CIPUTRA [Baca : hotel dan apartemen] dan Sekolahan [Baca : pemerintahan].

Tidak hanya yang telah penulis jelaskan di atas, WOOD juga memiliki kinerja keuangan yang terus membaik dari tahun ke tahun. Tercatat Rasio imbal hasil ekuitas (Baca : ROE) WOOD dari tahun 2014 hingga 2016 secara berturut naik sebesar 2,59% (2014), 5,45% (2015), 9,87 (2016) dan hingga tahun 2017 masih bisa dikatakan WOOD memberikan imbal hasil ekuitas yang masih menarik. By the way, Laporan Keuangan WOOD ini penulis pikir sangat sederhana jadi harapan penulis para Pembaca ataupun Anggota BLS juga bisa melihat LK nya sambil belajar bagaimana membaca LK dengan menggunakan Significant Differences Methods [Catatan : Penulis rencananya akan memasukkan “cara” ini di buku yang rencananya akan penulis release nantinya, saat ini penulis masih sibuk banget buat terusin nulis bukunya] yang ideal untuk penilaian secara YOY (Baca : Year on Year).

So, telah jelas beberapa poin yang memberikan uraian kenapa saham WOOD ini dipilih hingga setidaknya saat ini. Menariknya karena WOOD ini memiliki bisnis yang erat kaitannya dengan kayu [Baca : produk dari katu] atau pohon [Baca : bahan industri dasar] dimana berada di negara Indonesia maka jelas diuntungkan dari poin atau hal signifikan yaitu seperti Indonesia di tahun 2016 lalu telah memperoleh pengakuan soal perkayuan (Baca : Kehutanan kayu) yaitu Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (Baca : JPIK) mengatakan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang digunakan sebagai sistem jaminan legalitas kayu di Indonesia telah diakui oleh negara – negara di Uni Eropa (UE). Hal tersebut dibuktikan dengan perjanjian kerjasama perdagangan kayu antara Indonesia dan Uni Eropa yang dimulai pada 15 November 2016 lalu.

So, apa artinya ?. Tentu saja kayu Indonesia memiliki BenchMark dengan legalitas yang telah di akui dunia. Mengingat kayu di Indonesia kualitasnya termasuk yang terbaik di dunia maka tentu saja hal ini juga menjadi positif bagi industri di bidang pengolahan produk berbahan dasar kayu di Indonesia termasuk WOOD.

Penulis sendiri masih optimis jika saat ini WOOD masih memiliki pasar terbesar di Amerika maka tidak menutup kemungkinan kedepannya WOOD akan besar juga ekspornya ke Uni Eropa. Sebagai catatan pendapatan per negara / wilayah terbesar hingga saat ini yang di peroleh WOOD dari negara Amerika 42%, Indonesia 30% dan Eropa 14% [Catatan : per tahun 2017].

[Instagramable Caffe – All New Furniture]

Finaly, setidaknya hingga sampai kuartal pertama tahun 2018 ini belum ada poin signifikan [Baca : aksi korporasi, fundamental ataupun kebijakan pemerintah] yang membuat saham WOOD tidak layak untuk di akumulasi di harga ideal sesuai kaidah value investing. Mengingat sektor properti di tahun 2018 ini masih akan mulai tumbuh hingga beberapa waktu kedepan dan tentu nya pertumbuhan sektor properti ini akan juga menumbuhkan bidang bisnis mebel dan furniture. Termasuk gaya hidup era milenial terkait revolusi industri 4.0 atau Internet Of Things dimana pasti bukan hal asing ketika menemukan caffe dan resto yang mana “dituntut” untuk Instagramable guna memenuhi “kebutuhan” para milenial sehingga tentu nya dalam membuat sebuah caffe ataupun resto yang Instagramable tentunya butuh Custome Furniture or mebel untuk mendukung tema – tema pada resto dan caffe tersebut.

[Intagramable Caffe era Internet of Things – Full of Furniture]

Lalu, Apakah harga saham WOOD akan lanjut naik tinggi ?. Just, Let’s see …

Berikut poin – poin signifikan Kinerja Keuangan (Fundamental) dari WOOD jika di komparasi secara YOY (Year on Year) menggunakan Laporan Keuangan FY16 vs FY17.

Laba yang dihasilkan WOOD masih bersumber dari bisnis utama perusahaannya. Dimana pendapatan / penjualan terbesar ada pada segmen atau lini Manufaktur, Kehutanan dan Perdagangan secara berturut naik sebesar 153% (YOY) u/ lokal Manufaktur ; 18% (YOY) u/ekspor Manufaktur, 12% (YOY) dan 11% (YOY). Ringkasnya jelas bahwa segmen atau lini manufaktur WOOD memberikan kontribusi peningkatan tertinggi dan kontribusi dominan pada pendapatan atau penjualan WOOD [Catatan : meski ekspor punya nilai transaksi penjualan dominan namun kenaikan signifikan masih di domonasi oleh transaksi penjualan lokal khususnya pada segmen atau lini manufaktur].

Beberapa pos terkait Kenaikan Laba sebelum Pajak sebesar 19% (YOY) yang menunjukkan adanya perubahan signifikan adalah Laba / Rugi Selisih Kurs yang turun sebesar 99,7% (YOY), Penghasilan Bunga yang naik sebesar 432% ! (YOY) dan Laba atas Penjualan Asset Tetap yang naik sebesar 207% ! (YOY).

Dari ke 3 pos tersebut signifikan mengalami perubahan, meski perubahannya bisa dikatakan memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan EBT atau Earnings Before Tax namun karena bukan dari pos – pos terkait aktiitas bisnis utama suatu perusahaan atau WOOD maka kontribsi positif nya tidak bisa dikatakan terlalu menarik namun cukup bisa dikatakan Not Bad dan Penulis masih akan melihat konsisitensi kinerja WOOD setidaknya di kuartal selanjutnya atau pada pembukuan 2018.

WOOD signifikan masih menunjukkan aktivitas bertujuan investasi dan tentu hal tersebut menunjukkan indikator yang menarik untuk beberapa waktu kedepan.
Aktivitas pengeluaran bertujuan investasi WOOD ditunjukkan dengan adanya peningkatan pos Pembayaran [Baca : kas keluar] Uang Muka Pembelian Asset Tetap yang naik sebesar 663% (YOY), sekalipun terdapat penurunan terkait pos Perolehan Asset Tetap sebesar 27% (YOY) dan 98% (YOY) untuk asset lainnya.

So, hal ini bukan menjadi suatu hal yang buruk karena peningkatan pengeluaran kas WOOD di ubah menjadi bentuk asset (Asset lancar —>  Asset tidak lancar / tetap) yang berfungsi sebagai pemenuhan operasional bertujuan hasil beberapa waktu kedepan.

Kesimpulannya WOOD masih memiliki fundamental yang cukup menarik di harga sahamnya yang masih UnderValue (Catatan : Saat Ebook Kuartalan [PERDANA] saham WOOD ditulis harga saham WOOD masih dikisaran <240/share) dan terutama dengan masih tingginya kebutuhan barang furniture atau mebel [Catatan : terkait dengan potensi membaiknya sektor konstruksi serta setidaknya efek dari Trade War USA dan China] dan kualitas kehutanan u/ pohon Indonesia yang diakui via SLVK.

Di atas adalah review analisis Penulis [via Ebook Kuartalan (PERDANA) saham WOOD dan sebagian Ebook 4Q17/FY17] mengenai WOOD [saat Ebook Kuartalan PERDANA terbit harga saham WOOD masih dikisaran <240/share dan tentu saja saat itu penulis masih “gencar” melakukan reminder]. Yups ! saat review saham WOOD ini di publish via website bullrecommend.com harga saham WOOD sudah dikisaran 378/share.

So, setelah tahu opportunity dari [Baca : PLAN / rencana] masih tingginya kebutuhan barang furniture atau mebel [Catatan : terkait dengan potensi akan membaiknya sektor konstruksi & properti], valuasi saham WOOD yang masih undervalue saat ini, pangsa pasar WOOD paling tinggi di sektor industri manufaktur mebel hingga saat ini, Gaya hidup era milenial terkait revolusi industri 4.0 atau Internet Of Things yang semakin meningkatkan kebutuhan furniture di berbagai situs hospitality maka Akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham WOOD masih menarik untuk di akumulasi BELI ?.

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham WOOD ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure [PERDANA] nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham WOOD masih di kisaran <240/share) ?.

Apakah harga layak akumulasi saham WOOD masih sama atau masih layak di Upgrade setelah melihat hasil LK 4Q17/FY17 nya ?

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.
Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media

 

(Visited 3,130 times, 34 visits today)

Comments are closed.