Jasa Marga : Peluang di Tengah Penambahan Ruas Jalan Tol :: Saham JSMR Menarik (2019) ?

Unilever Indonesia : Intrinsic Value and Margin of safety :: Saham UNVR Investasi Jangka Panjang ?
January 6, 2019
Tempo Scan Pacific : UnderValue, Brand, Market Share and Experience :: Saham TSPC Menarik (2019) ?
February 10, 2019
Show all

Jasa Marga : Peluang di Tengah Penambahan Ruas Jalan Tol :: Saham JSMR Menarik (2019) ?

Menariknya saham JSMR ? : Mulai dari adanya fundamental yang masih cukup menarik, valuasi saham JSMR yang masih bisa dikatakan “sedang” murah – murahnya [Catatan : PBV dibawah 2 kali dengan ruas tol meningkat 81% dalam kurun waktu 3 tahun jika dibandingkan pertambahan jalan tol selama tahun 1980 – 2014] dan JSMR tengah gencar melakukan pengerjaan ekspansi ruas tol baru yang tentunya manfaat [Baca : Hasil atau Dampak Positif Pendapatan] nya baru akan “dirasakan” beberapa waktu kedepan [Catatan : beberapa ruas tol yang telah di bangun sejak tahun 2016-2017 telah memberikan return pendapatan yang optimal di tahun 2018 ini dan bukan tidak mungkin harusnya berlanjut di tahun 2019 nantinya], maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham JSMR ?

Apakah harga saham JSMR sanggup mencapai ke >5,250/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit (sebelum harga sahamnya sempat retracement ekstrem akibat panic selling effect pada akhir kuartal III tahun 2018) tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham SMCB yang bisa Anda baca [ disini ], saham MAIN yang bisa Anda baca [ disini ], saham ESSA yang bisa Anda baca [ disini ], saham KINO yang bisa Anda baca [ disini ], saham IMAS yang bisa Anda baca [ disini ], saham UNVR yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham JSMR di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham JSMR maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Hasil analisis [terbatas] saham JSMR ini di publish via Website BullRecommend pada Januari 2019. Tentunya E-book review analisis saham JSMR telah di publish lebih dulu secara RealTime via email dengan versi hasil review yang tentu lebih lengkap.


Perlu Anda ketahui bahwa saham JSMR ini telah diberikan Reminder Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap menjelang harga saham JSMR retracement ekstrem hingga di kisaran 3,820/share dan tentunya diberikan lebih dulu via Telegram BullRecommend LS pasca kuartal III tahun 2018 [Baca : pertengahan November 2018] oleh BullRecommend.

Berikut adalah ScreenShoot review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 3Q18/9M18 saham JSMR yang telah terbit beberapa waktu lalu dan review saham JSMR ditulis saat harga saham JSMR masih dikisaran 4,050/share atau pasca kuartal III tahun 2018 (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

[Screenshot saat Ebook Kuartalan 3Q18/9M18 saham JSMR ditulis pada November 2018]
[saat harga saham JSMR masih di harga 4,050/share]

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 3Q18/9M18 saham JSMR yang telah terbit beberapa waktu lalu atau pada Desember 2018 lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [3Q18/9M18] saham JSMR ini terbit lebih dulu via email dan ditulis sejak harga saham JSMR berada dikisaran 4,050/share. [Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham JSMR telah diberikan terlebih dahulu via Telegram BullRecommend LS saat harga saham JSMR masih berada di harga layak akumulasi]


Saham JSMR atau saham PT. Jasa Marga (persero) Tbk. adalah salah satu saham perusahaan yang tentunya dan harusnya telah banyak dikenal oleh para investor berpengalaman maupun investor pemula, oleh karena itu untuk meringkas review, Penulis sengaja tidak menyajikan kembali deskripsi detail perusahaan PT. Jasa Marga (persero) Tbk.

Langsung saja ke poin penting mengenai apa yang membuat saham JSMR [masih] menarik setidaknya hingga saat review ini ditulis ?. Let’s chek this out !

Hasil kinerja atau fundamental JSMR yang tercermin pada LK 3Q18/9M18 menunjukkan hasil yang menarik atau setidaknya ‘bertahan kembali” untuk mulai konsisten cukup menarik di tahun 2018 ini [Catatan : bahkan bukan tidak mungkin meningkat di tahun 2019 nantinya] dan tentu saja kinerja yang menarik tersebut dibarengi dengan harga saham JSMR yang ternyata [kembali] “sedang” retracement hingga dikisaran 4000-an/share dengan valuasi atau tingkat PBV [Baca : Price to Book Value] dibawah 2x atau dikisaran 1,7x.

So, apakah kedua poin tersebut cukup dapat membuahkan keputusan secara singkat bahwa saham JSMR saat ini layak untuk di akumulasi BELI [Catatan : setidaknya saat review saham JSMR ini ditulis] ?.

Apakah hanya kedua poin tersebut yang membuat JSMR menarik ?, Tentu saja tidak.

Penurunan harga saham JSMR atau bisa dikatakan retracement hingga dikisaran 4000-an/share adalah bentuk diantara respon pasar atas berbagai situasi atau NEWS atau berita atau sebagainya. Namun, apakah beberapa hal tersebut akan berdampak negatif terhadap kinerja JSMR kedepannya ?. Jawabannya tentu saja tidak, malahan moment turunnya harga saham JSMR yang bisa disebut dengan retracement ini harusnya bisa menjadi peluang untuk melakukan akumulasi saham JSMR.

Tentu saja bukan tanpa alasan dimana saat harga saham JSMR retracement kemudian keputusan ideal adalah justru mengakumulasi saham JSMR tersebut, alasan logis nya adalah saat ini atau di tahun 2018 ini [Catatan : bahkan bukan tidak mungkin di tahun 2019 nanti yaitu penghujung target penyelesaian kontrak proyek JSMR] PT. Jasa Marga (persero) Tbk. telah mulai “menikmati” hasil pembangunan ruas – ruas toll yang dibangun sejak tahun 2016 – 2017 lalu.

Selain itu, JSMR tidak hanya memperoleh pendapatan dari semakin banyaknya ruas – ruas tol baru namun juga memperoleh hasil return dari lini bisnis konstruksi atau hasil JSMR sebagai kontraktor pembangunan jalan tol dan berbagai fasilitas pendukung jalan tol seperti rest area dan sebagainya [Catatan : sebelumnya JSMR hanya sebagai pengelolah jalan tol saja].

Perlu untuk diketahui dan diingat bahwa pembangunan jalan tol belum berhenti hanya sampai tahun 2017 namun hingga detik ini [Baca : saat review ini ditulis] pembangunan ruas jalan tol masih terus dilakukan dan tentu saja pendapatan dari bisnis pengelolahan serta pembangunan beberapa ruas tol tertentu akan “masuk” dalam “kantong” JSMR hingga beberapa waktu kedepan.

Mengingat saat ini JSMR tidak hanya sebagai pengelolah jalan tol saja, namun juga sebagai pembuat atau pembangun ruas jalan tol maka tentu bukan hal yang “aneh” jika komposisi hutang JSMR akan similar dengan perusahaan sektor kontruksi. But, hal ini tidak berarti akan berakibat buruk bagi “kesehatan” fundamental JSMR.

Okey, mengingat bisnis dari JSMR ini masih similar dengan sektor kontruksi bahkan lebih mudah diketahui kabar terbarunya oleh masyarakat secara luas tentunya. Maka Penulis pikir mengenai detail perkembangan proyek – proyek yang tengah dikerjakan bahkan yang baru saja selesai seperti ruas – ruas toll dan fasilitas infrastruktur terkait bisa dibaca atau diikuti via media masa atau elektronik [Catatan : Penulis sengaja tidak sampaikan detail setiap perkembangan proyek JSMR ini agar lebih ringkas khususnya untuk JSMR saja] namun Penulis ingatkan bahwa sebaiknya tetap di konfirmasi melalui Keterbukaan Informasi atau Public Expose via Bursa Efek Indonesia.

But, secara ringkas sedikit Penulis infokan bahwa akumulasi dari jalan tol JSMR yang telah beroperasi per Agustus 2018 sepanjang 787,5 KM dengan total konsesi sepanjang 1,527 KM. Moody’s bahkan memberikan peningkatan rating atau positive outlook menjadi Baa2 per 19 April 2018 dari sebelumnya Baa3.

Perlu diketahui juga bahwa Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan jalan tol Trans Jawa dari Merak – Banyuwangi sepanjang 1,150 KM di akhir tahun 2019 nanti dan saat ini JSMR telah menargetkan bisa menambah panjang jalan tol yang beroperasi menjadi hampir 1,000 KM di akhir tahun 2018 ini.

Selebihnya, Penulis tetap menyarankan Pembaca untuk bisa mengikuti perkembangan terkait kontrak proyek dan penyelesaian proyek JSMR melalui Keterbukaan Informasi atau Public Expose bahkan laporan – laporan terkait emiten via Bursa Efek Indonesia.

Proyek pembangunan jalan tol belum berakhir hanya sampai tahun 2018 ini dan menariknya hasil pembangunan jalan tol di tahun sebelumnya telah mulai masuk dalam pendapatan JSMR di tahun 2018 ini bahkan berlanjut di tahun 2019 nantinya. Penilaian mengenai perusahaan bidang pengolahan jalan tol dan pembangun jalan tol tidak hanya sebatas pada laporan keuangannya saja namun juga hasil proyek infrastruktur di lapangan secara rill, jadi mengenai hal ini maka sangat jelas sekali bahwa tidak sedikit hasil rill ruas – ruas jalan tol yang telah selesai berhasil dibangun dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini dan tentunya berkontribusi dalam peningkatan pendapatan maupun laba khususnya JSMR.

Perlu untuk diketahui bahwa pembangunan jalan tol dalam 3 tahun terakhir sangat meningkat drastis dimana panjang jalan tol bertambah 81% jika dibandingkan pembangunan sejak tahun 1980 hingga tahun 2014 [Catatan : jalan tol yang dibangun tahun 1980 – tahun 2014 tercatat 700 KM dibandingkan jalan tol yang telah berhasil dibangun mulai 2014 hingga 2017 mencapai 568 KM dan masih akan bertambah].

Artinya jika membandingkan valuasi beserta harga per lembar saham JSMR di awal tahun 2014 yang masih berada dikisaran 4,450/share dengan valuasi beserta harga per lembar saham JSMR di pertengahan tahun 2018 yang similar berada dikisaran 4,000-an/share namun dengan penambahan ruas tol yang telah meningkat sebesar 81% atau bertambah sepanjang 568 KM maka tentu saja Penulis bisa katakan Nothing To Lose untuk memperoleh atau melakukan akumulasi saham JSMR saat ini di kisaran harga saham JSMR 4,000-an/share atau di valuasi PBV kurang dari 2 kali !

Bahkan hingga menjelang 3Q18/9M18 atau data per Agustus 2018 akumulasi dari jalan tol yang beroperasi telah mencapai 787.5 KM ! [Catatan : total konsesi jalan tol 1,527 KM]

So, tentu saja ini merupakan peluang manis bagi investor yang “tahu” .


Di atas adalah review [TERBATAS] Penulis via Ebook Kuartalan (3Q18/9M18) saham JSMR. Yups ! saat review saham JSMR ini di publish via website bullrecommend.com harga saham JSMR sudah dikisaran 4,800/share [per Januari 2019].

So, setelah tahu opportunity adanya fundamental yang masih cukup menarik, valuasi saham JSMR yang masih bisa dikatakan “sedang” murah – murahnya [Catatan : PBV dibawah 2 kali dengan ruas tol meningkat 81% dalam kurun waktu 3 tahun jika dibandingkan pertambahan jalan tol selama tahun 1980 – 2014] dan menariknya lagi di saat valuasi JSMR “sedang” cukup murah – murahnya, JSMR ini tengah gencar masih melakukan pengerjaan ekspansi ruas tol baru yang tentunya manfaat [Baca : Hasil atau Dampak Positif Pendapatan] nya baru akan “dirasakan” beberapa waktu kedepan [Catatan : beberapa ruas tol yang telah di bangun sejak tahun 2016-2017 telah memberikan return pendapatan yang optimal di tahun 2018 ini dan bukan tidak mungkin harusnya berlanjut di tahun 2019 nantinya], maka akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan setelah tahu beberapa poin signifikan mengenai saham JSMR seperti yang telah di uraikan, apakah saham JSMR masih menarik untuk di akumulasi BELI ?.

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham JSMR ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham JSMR masih di kisaran <4,200/share) ?.

Apakah harga layak akumulasi saham JSMR masih sama atau masih layak di Upgrade setelah melihat hasil LK terbaru nya ?

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik (Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber (Berita Terkait) diolah dari berbagai media

(Visited 1,128 times, 1 visits today)

Comments are closed.