Kino Indonesia : UnderValue, Fundamental Recovery, Cost Efficiency and Income Optimization :: Saham KINO Menarik (2018) ?

Surya Esa Perkasa : Bisnis LPG & Ammonia Dengan Teknologi Paling Mutakhir di Dunia :: Saham ESSA Menarik (2018) ?
September 30, 2018
Langkah-Langkah Menjadi Investor Saham di Indonesia
October 24, 2018
Show all

Kino Indonesia : UnderValue, Fundamental Recovery, Cost Efficiency and Income Optimization :: Saham KINO Menarik (2018) ?

Menariknya saham KINO ? : Mulai dari adanya recovery fundamental dengan hasil fundamental MENARIK [Baca : ditunjukkan pada LK 2Q18/1H18], konsistensi ekspansi yang masih terus dilakukan KINO hingga di kawasan Asia untuk memperbesar pangsa pasar produk KINO, efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan dari seluruh segmen bisnis utama KINO serta valuasi saham KINO yang masih UnderValue, maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham KINO ?

Apakah harga saham KINO sanggup mencapai ke >2250/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit (sebelum harga sahamnya sempat retracement ekstrem akibat panic selling effect pada awal pekan bulan Juli tahun 2018) tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham KOBX yang bisa Anda baca [ disini ], saham POLY yang bisa Anda baca [ disini ], saham SMCB yang bisa Anda baca [ disini ], saham MAIN yang bisa Anda baca [ disini ], saham DYAN yang bisa Anda baca [ disini ], saham ESSA yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham KINO di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham KINO maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Perlu Anda ketahui bahwa saham KINO ini telah diberikan Reminder Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap menjelang harga saham KINO retracement ekstrem hingga di kisaran 1500/share dan tentunya diberikan lebih dulu via Telegram BullRecommend LS sejak menjelang kuartal III tahun 2018 [Baca : September 2018] oleh BullRecommend.

Hasil analisis [terbatas] saham KINO ini di publish via Website BullRecommend Oktober 2018. Tentunya Ebook Review analisis saham KINO telah di publish lebih dulu secara RealTime via email.

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI saham KINO secara bertahap di harga <1550/share pada Tanggal 14 September 2018 s.d 26 September 2018 (Setiap / selama harga saham KINO di harga layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

       

[Screenshot Reminder Akumulasi BELI saham KINO September 2018]

[saat harga saham KINO masih di harga <1550/share]

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 2Q18/1H18 saham KINO yang telah terbit beberapa waktu lalu atau pada September 2018 lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

[Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [2Q18/1H18] saham KINO ini terbit lebih dulu via email dan ditulis sejak harga saham KINO berada dikisaran 1615/share. [Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham KINO telah diberikan terlebih dahulu via Telegram BullRecommend LS saat harga saham KINO masih berada di harga layak akumulasi]

Salah satu saham Pilihan Penulis selanjutnya banyak dikenal oleh keluarga Indonesia [Catatan : mungkin] dari produk permennya yaitu KINO Candy atau Permen KINO. Yups, yaitu PT. Kino Indonesia Tbk. dengan kode emiten KINO merupakan salah satu saham yang menarik khususnya berdasarkan kaidah value investing atas penilaian Penulis.

Tidak heran jika mungkin orang atau investor awam [Catatan : orang atau investor yang belum mempelajari bisnis usaha KINO] lebih mengenal perusahaan KINO sebagai perusahaan dengan bisnis permennya karena cukup mudah mengetahui jika permen tersebut adalah produk dari KINO hanya dengan membaca brand nya yaitu KINO Candy. But, ternyata lebih dari itu KINO tidak hanya memproduksi dan menjual KINO Candy melainkan juga produk – produk perawatan tubuh, makanan, minuman serta farmasi.

Yups, Penulis dulunya juga hanya mengenal perusahaan KINO sebagai perusahaan dengan bisnis KINO Candy saja. Namun, setelah Penulis pelajari dan pahami ternyata lebih dari itu bahwa selain punya cukup banyak lini bisnis, KINO juga telah memiliki banyak cabang hingga merambah ke wilayah Asia dan menariknya lagi hingga review ini ditulis KINO masih terus ber-ekspansi memperluas cabang ke beberapa negara di Asia. So, untuk lebih detailnya Penulis akan lanjutkan di bawah ini, here we go !

PT. Kino Indonesia Tbk. merupakan salah satu perusahaan consumer goods dengan lingkup bisnis yang meliputi produk – produk perawatan tubuh, makanan, minuman serta farmasi dimana KINO telah memiliki 19 merek dengan 16 kategori produk.

Grup KINO Indonesia berawal dari sebuah perusahaan distribusi dengan nama PT. Duta Lestari Sentratama di tahun 1991, secara signifikan perusahaan berkembang hingga masuk pada industri manufaktur dengan nama PT. Kino Sentra Industrindo di tahun 1997 sebagai sebuah perusahaan produksi makanan ringan. Tidak hanya pada bisnis makanan ringan, di tahun 1999 melalui perusahaan PT. Kinocare Era Kosmetindo, KINO Group memproduksi aneka produk perawatan tubuh. Lalu, berjalannya waktu PT. KINO Indonesia Tbk. terus mengembangkan lini bisnis ke produk minuman serta farmasi.

Menariknya, KINO Group tidak hanya berhenti di Indonesia namun terus merambah ke Asia mulai tahun 2004 dengan bekerjasama perusahaan lokal Negara tujuan yaitu Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei, Vietnam, Myanmar, Jepang, Australia, Timur Tengah dan Afrika. Seperti yang selalu Penulis tuliskan bahwa salah satu ciri perusahaan yang menarik dari sisi kaidah value investing adalah perusahaan yang terus melebarkan pangsa pasar atau bisnisnya. Yups, KINO hingga detik ini masih terus melakukan perluasan pangsa pasar produknya dengan cukup konsisten.

Lalu, apa yang membuat saham KINO menarik setidaknya sampai dengan saat review ini ditulis ?. Let’s see !

Salah satu ciri perusahaan yang sahamnya menarik dari sisi kaidah value investing adalah perusahaan yang terus berekspansi dan atau memperluas pangsa pasar, hal ini masih terus dilakukan KINO dimana pada akhir tahun 2018 KINO akan merealisasikan kerjasama bisnis atau Joint Venture bersama perusahaan asal Thailand Malee Capital Company Limited [Catatan : kontrak kerjasama telah di tanda tangani tahun 2017 lalu].

Hasil JV tersebut akan “melahirkan” PT. Kino Malee Indonesia dan Malee Kino Company Limited. JV tersebut menggunakan porsi pembentukan yang seimbang atau 1 : 1 dengan total modal IDR 80 miliar, dimana KINO tidak menggunakan dana dari hutang melainkan dari sisa dana hasil IPO tahun 2015 lalu, tentu saja strategi keputusan dana tersebut menurut Penulis sangat tidak membuat resiko baru dari bunga hutang.

Tidak hanya JV dengan Malee Capital Company Limited, di tahun 2018 ini KINO juga membentuk dua anak usaha patungan dengan Wah Kong Corporation Sdn. Bhd. Dimana perusahaan yang di bentuk adalah PT. Kino Pet World Indonesia dan PT. Kino Pet World Marketing Indonesia. Anak usaha patungan KINO dan Wah Kong Corporation Sdn. Bhd. Dibentuk dengan dana KINO sebesar IDR 1,27 triliun dan dana Kong Corporation Sdn. Bhd. Sebesar IDR 1,22 triliun. Dua anak perusahaan tersebut dibentuk untuk bisnis makanan hewan.

Selain keputusan KINO Group untuk terus mengembangkan pangsa pasar di wilayah Asia dan Negara – Negara lain di luar Indonesia, maka yang membuat KINO Group menarik adalah respon manjemen KINO menghadapi era digital saat ini dimana KINO mengantisipasi melalui pendirian anak usaha di bidang pemasaran digital dengan nama Kino Ecomm Solusindo. KINO melakukan optimalisasi pemasaran dengan memanfaatkan official store di beberapa situs E-Commerce seperti Tokopedia, Lazada, JD-ID dan sebagainya.

Strategi KINO Group tersebut dengan mendirikan anak perusahaan bidang pemasaran digital tentu akan sangat efektif di era digital untuk mengimbangi perilaku konsumen yang mulai banyak berubah melakukan pembelian produk via online.

Terlepas dari menariknya ekspansi perluasan pangsa pasar bisnis KINO hingga saat ini, maka bagaimana KINO Group mengantisipasi adanya pelemahan IDR terhadap US$ khususnya KINO sebagai perusahaan di sektor consumer goods ?.

Seperti yang Penulis tuliskan di beberapa review saham bahwa untuk mengantisipasi pelemahan IDR vs US$ maka perusahaan biasanya bisa menggunakan strategi hedging. Namun, khusus untuk KINO ini berbeda, dimana KINO Group memanfaatkan diskon percepatan pembayaran kepada Supplier sebagai upaya efisiensi dan fluktuasi kurs US$ yang tidak pasti, dimana dengan percepatan pembayaran maka biaya bahan baku dapat ditekan. Percepatan pembayaran dapat memberikan diskon 2% – 3% dan KINO mampu memenuhi pembayaran lebih cepat tersebut melalui pinjaman bank dengan bunga 0,75% atau <1%, artinya selisih diskon percepatan pembayaran kepada supplier dengan bunga pinjaman bank itu lah yang menjadi keuntungan efisiensi bagi KINO Group.

Tidak kalah menarik adalah historis harga saham KINO jika ditarik beberapa tahun kebelakang atau sejak saham KINO IPO atau listing via Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun 2015 lalu, tentu saja hal ini bukan berarti menilai saham KINO berdasarkan fluktuasi harga sahamnya karena jelas sekali ini sangat berbeda [Catatan : perbedaannya terletak pada rentang waktu yang digunakan dimana pengamatan harga saham dilakukan hingga beberapa tahun lalu dengan melakukan comparasi terhadap kinerja atau fundamental perusahaan].

Yups, harga [Baca : saham] tertinggi yang pernah di capai saham KINO berada dikisaran 7,150/share pada bulan Juli tahun 2016, dimana harga IPO atau listing perdana saham KINO via IDX di harga saham 3,800/share yang mana itu artinya harga saham KINO pernah sempat “melejit” naik sebesar 88% dalam waktu kurang dari setahun atau lebih tepatnya sekitar 7 bulan setelah IPO perdana sahamnya.

Menariknya, “melejitnya” harga saham KINO sebesar 88% hanya dalam waktu 7 bulan [Catatan : mulai Desember 2015 – Juli 2016] tersebut bukan tanpa “alasan” yang mendasar [Catatan : bukan soal “bandar – bandaran”, karena jika atas handle “bandar” maka KINO bisa dipastikan beresiko khususnya bagi para Value Investor] karena setelah Penulis chek dengan review analisis Laporan Keuangan 1Q16/3M16 – 4Q16/FY16 dibandingkan dengan harga saham KINO Desember 2015 – Desember 2016 maka jelas sekali terlihat [Baca : menunjukkan] bahwa kenaikan harga saham KINO dalam waktu 7 bulan tersebut adalah bentuk dari respon mekanisme capital market yang wajar dimana selama 1Q16/3M16 – 2Q16/1H16 kinerja fundamental KINO menunjukkan kinerja yang MENARIK sedangkan di dua kuartal selanjutnya yaitu 3Q16/9M16 – 4Q16/FY16 kinerja KINO menunjukkan penurunan atau TIDAK MENARIK. So, itu kenapa setelah Juli 2016 harga saham KINO langsung turun drastis hingga dikisaran 2,300/share pada Desember 2016.

Setelah penurunan kinerja atau Fundamental KINO hingga akhir tahun 2016 tersebut, meski harga saham KINO sempat naik sedikit [Catatan : dikatakan sedikit karena kenaikan harga saham KINO belum sanggup mencapai atau melebihi harga IPO perdananya dikisaran 3,800/share] di kisaran 3,300/share pada Januari 2017 namun harga saham KINO kemudian lanjut turun dan stuck atau “datar melandai” hingga saat review saham KINO ini ditulis atau menjelang kuartal 3 ; tahun 2018.

But, menariknya bahwa harga saham KINO ini terkonfirmasi memang “sejalan” dengan fundamental perusahaannya [Catatan : itu artinya tidak atau belum ada urusan dengan “bandar – bandaran” untuk “perjalanan” harga saham KINO], yang mana harga saham KINO masih melandai mulai awal tahun 2017 hingga setidaknya menjelang kuartal 3 ; tahun 2018 ini. Lalu, “apa yang paling menarik dari saham KINO ini Pak ian?”, Let’s chek this out !

Okey, paling menarik adalah saat ini atau sejak pertengahan tahun 2018 ini kinerja atau fundamental KINO menunjukkan mulai adanya Fundamental Recovery yang mana itu artinya kejadian respon mekanisme capital market di awal tahun 2015 – pertengahan 2016 lalu potensi akan terulang, yaitu harga saham KINO tinggal menunggu waktu saja untuk waktunya naik cukup tinggi dari harga saham terendahnya saat ini [Baca : harga saham KINO saat review ini ditulis berada dikisaran 1,615/share]. Potensi kenaikan harga saham KINO ini sangat berdasar mengingat saat review ini ditulis harga saham KINO berada di harga saham terendah sepanjang pasca saham KINO listing di Bursa Efek Indonesia, yaitu dikisaran 1,615/share [Catatan : mungkin masih bisa retracement namun hal tersebut justru menjadi peluang bagi Value Investor].

Telah terkonfirmasi bahwa harga saham KINO “sejalan” dengan fundamental perusahaan KINO, itu artinya kombinasi antara harga saham KINO yang saat ini berada paling rendah sejak tahun 2015 lalu ditambah dengan fundamental perusahaan KINO di 2Q18/1H18 ini yang mulai menunjukkan fundamental recovery maka tentu saja ada PELUANG saat ini bagi harga saham KINO untuk segera naik atau setidaknya “menyamai” atau “sejalan” dengan hasil fundamental perusahaannya.

Sebagai catatan selisih margin kenaikan [Baca : UpSide] harga saham tertinggi KINO pada Juli 2016 lalu [Catatan : harga saham tertinggi KINO 7,150/share] dengan harga saham KINO terendah saat review ini ditulis [Catatan : harga saham terendah KINO 1,615/share] adalah sebesar 343% ! atau tiga kali lipat. Jika kinerja atau fundamental KINO selanjutnya [Baca : di 3Q18/9M18 – 4Q18/FY18 dan seterusnya] lebih tinggi atau setidaknya mampu sama dengan kinerja atau fundamental KINO pada 1Q16/3M16 – 2Q16/1H16 maka bukan tidak mungkin upside kenaikan harga saham JUMBO dapat di tunjukkan oleh KINO melalui mekanisme repon capital market yang wajar.

So, beberapa poin – poin menariknya saham KINO yang telah Penulis jabarkan di atas maka tentunya hasil kinerja KINO di 2Q18/1H18 adalah acuan utama yang tidak kalah penting sebagai syarat utama KINO menjadi saham yang menarik dari sisi Value Investing.

Kesimpulannya, KINO memiliki potensi kinerja yang menarik. But, perlu untuk make sure atau memastikan konsistensi dari peningkatan kinerja yang tercermin pada fundamental KINO di Laporan Keuangan kuartalan selanjutnya.

So, dengan fundamental yang mulai menunjukkan adanya fundamental recovery, perluasan ekspansi pangsa pasar dan kerjasama KINO dengan unit perusahaan terkemuka dan valuasi saham KINO yang masih bisa dikatakan UnderValue hingga saat review ini ditulis maka :

apakah harga saham KINO akan mampu naik cukup tinggi dari harga sahamnya saat ini ?.” [Catatan : saat review saham KINO ini ditulis, harga sahamnya berada di kisaran 1615/share].

Let’s see the market ! [Catatan : selengkapnya hanya ada di Ebook Kuartalan bullrecommend.com].

Berikut poin – poin signifikan Kinerja Keuangan (Fundamental) dari KINO jika di komparasi secara YOY (Year on Year) menggunakan Laporan Keuangan 1H17 vs 1H18.

Laba yang dihasilkan KINO masih bersumber dari bisnis utama perusahaannya, dimana peningkatan penjualan meningkat signifikan hampir di semua segmen bisnis utama KINO yaitu Perawatan Tubuh, Minuman dan Farmasi yang secara berturut naik sebesar 27% (YOY), 25% (YOY) dan 393% ! (YOY). Kecuali, penjualan pada segmen Makanan yang turun sebesar 16% (YOY), meski demikian penurunan penjualan segmen makanan tersebut tidak membuat kinerja KINO menjadi buruk [Catatan : setidaknya masih dalam status kontribusi positif untuk KINO].

Dalam hasil perolehan Laba Sebelum Pajak (EBT), Kenaikan Laba sebelum Pajak bisa dikatakan MENARIK. Hal ini ditunjukkan dengan meski adanya kontribusi positif cukup dominan dan signifikan pada pos Lain – Lain yang naik sebesar 68% (YOY) [Catatan : Hasil tersebut sebenarnya menunjukkan indikator yang positif untuk kontribusi kinerja KINO, namun pada penilaiannya secara Value Investing pos terkait Akun Lain – Lain bukan termasuk dalam aktivitas bisnis utama perusahaan sehingga tidak menjadi penilaian yang terkonfirmasi positif dalam menilai kinerja perusahaan].

Namun, karena ada kenaikan kerugian pada pos Bagian atas Rugi Bersih Entitas Asosiasi yang menunjukkan kenaikan sebesar 96% ! (YOY) maka dalam peningkatan kerugiannya akibat pos tersebut karena dibarengi dengan masih “bertahannya” Earnings Before Tax atau Laba Sebelum Pajak pada posisi yang meningkat signifikan positif maka itu artinya kinerja dalam bentuk laba yang dihasilkan KINO masih dominan dari hasil aktivitas utama perusahaan.

Tentu saja hasil tersebut menunjukkan kinerja KINO yang masih MENARIK setidaknya hingga saat ini.

Perubahan pada Investing Cash Flow saham KINO menunjukkan aktivitas investasi KINO ini tidak berarti buruk karena pengeluaran kas nya meningkat (Baca : dominan) atau signifikan digunakan untuk Pembelian Asset Tetap yang naik sebesar 131% (YOY), Penyertaan Saham di Entitas Asosiasi yang naik sebesar 100% (YOY) [Catatan : dimana tahun sebelumnya belum terdapat pos tersebut] dan Penambahan Aset Tidak Lancar Lainnya yang naik sebesar 14% (YOY).

Jadi KINO mengalihkan dana kas nya untuk di ubah menjadi asset yang tentu berguna sebagai bentuk rencana strategis jangka menengah hingga panjang untuk peningkatan kinerja kedepannya.

Artinya perubahan pada Investing Cash Flow saham KINO pada 2Q18/1H18 menunjukkan masih konsisten adanya aktivitas bertujuan investasi yang tentu punya nilai hasil untuk beberapa waktu kedepan.

Selanjutnya, Perubahan pada Financing Cash Flow saham KINO terdapat peningkatan signifikan dan dominan pada pos Penerimaan Utang Bank Jangka Pendek yang naik sebesar 32% (YOY) dan Penerimaan Utang Bank Jangka Panjang yang naik sebesar 100% (YOY) [Catatan : dimana tahun sebelumnya belum terdapat pos tersebut]. So, tentu dengan adanya peningkatan pos terkait pinjaman atau kewajiban ini tentu juga memberikan kontribusi adanya dampak kedepan yaitu peningkatan biaya bunga bagi KINO dan tentu saja hal tersebut bukan hal yang menarik jika dan hanya jika KINO tidak menggunakan dana pinjaman guna aksi korporasi yang produktif.

Namun, di saat yang sama KINO masih menunjukkan upaya pengelolahan hutang atau pinjaman dengan cukup baik yaitu ditunjukkan dengan adanya peningkatan pos Pembayaran Utang Bank Jangka Pendek yang naik sebesar 23% (YOY) dan Pembayaran Utang Bank Jangka Panjang yang naik sebesar 13% (YOY) serta selebihnya berupa Pembayaran Pinjaman lainnya. Jadi jelas bahwa KINO masih positif dalam pengelolahan pinjaman – pinjaman atau hutangnya untuk meminimalisir beban terkait hutang kedepannya.

Kesimpulannya KINO mulai menunjukkan adanya recovery fundamental dengan memiliki fundamental yang menarik, setidaknya hingga sampai dengan Ebook review 2Q18/1H18 ini ditulis (Catatan : Saat Ebook Kuartalan 2Q18/1H18 saham KINO ditulis harga saham KINO masih dikisaran 1615/share) dan terutama dengan adanya konsistensi dari ekspansi yang masih terus dilakukan KINO hingga di kawasan Asia untuk memperbesar pangsa pasar produk KINO dan selama KINO masih mampu menjaga efisiensi biaya utama serta optimalisasi pendapatan dari seluruh segmen bisnis utama KINO. But, Let’s see !

Di atas adalah review analisis Penulis via Ebook Kuartalan (2Q18/1H18) saham KINO. Yups ! saat review saham KINO ini di publish via website bullrecommend.com harga saham KINO sudah dikisaran 1965/share [per 19 Oktober 2018 // akhir penutupan sesi 1].

So, setelah tahu opportunity adanya konsistensi dari ekspansi yang masih terus dilakukan KINO hingga di kawasan Asia untuk memperbesar pangsa pasar produk KINO, efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan dari seluruh segmen bisnis utama KINO, valuasi saham KINO yang masih UnderValue dan KINO yang mulai menunjukkan fundamental recovery dengan adanya hasil fundamental yang menarik maka akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham KINO masih menarik untuk di akumulasi BELI ?.

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham KINO ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham KINO masih di kisaran <1550/share) ?.

Apakah harga layak akumulasi saham KINO masih sama atau masih layak di Upgrade setelah melihat hasil LK terbaru nya ?

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media

(Visited 1,162 times, 1 visits today)

Comments are closed.