Kino Indonesia : UnderValue, Fundamental Recovery, Cost Efficiency and Income Optimization :: Saham KINO Menarik (2018) ?
October 19, 2018
Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartal III – Tahun 2018
November 8, 2018
Show all

Langkah-Langkah Menjadi Investor Saham di Indonesia

-

Benarkah menjadi investor saham Indonesia itu harus kaya dulu? Dapat dipastikan jawabannya, tidak. Seperti bisnis pada umumnya, jual beli saham membutuhkan ketelitian dalam melihat peluang karena dengan keputusan yang tepat, saham yang tadinya bernilai kecil bisa seketika berkembang dua kali lipat bahkan lebih dari itu.

Menjadi investor saham Indonesia memang sedang semakin populer saat ini, utamanya dengan semakin gencarnya kampanye YukNabungSaham. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup menjanjikan keuntungan besar bagi pemiliknya, namun bukan berarti tanpa resiko sama sekali. Perlu Anda ketahui, investasi saham tidak serta merta soal membeli dan mendapat keuntungan di kemudian hari. Menjadi investor saham yang handal di Indonesia membutuhkan ketelitian, kesabaran juga keahlian dalam memilih sekaligus menilai atau mengukur saham apa yang menarik dan bagus untuk dibeli atau dimiliki sebagai “kendaraan” investasi Anda.

Tetapi Anda tidak perlu berkecil hati karena artikel ini akan membahas seluk beluk seputar investor saham mulai dari hal yang paling mendasar seperti definisi saham, bentuk-bentuknya serta keuntungan dan resikonya. Yuk, simak penjelasannya !

 

Apa itu saham ?

Saham adalah produk pasar modal yang dapat digunakan sebagai investasi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang oleh seseorang atau perusahaan.

Saham punya beberapa bentuk dan diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia. Sebuah perusahaan bisa membuat perusahaannya menjadi Perusahaan Tercatat [Baca : perusahaan terbuka atau Tbk.] bila perusahaan tersebut memutuskan untuk melakukan pendanaan dengan menjual sahamnya atau beberapa porsi kepemilikannya dalam bentuk saham di masyarakat luas [Catatan : menjual sahamnya di public].

Jadi, pembelian sebuah saham merupakan tanda keikutsertaan Anda (Baca : perorangan, badan usaha atau perseroan terbatas) dalam memberikan modal bagi perusahaan tersebut.

 

Jenis – jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar :

Berdasarkan kapitalisasi pasar, saham dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu

  • Saham Lapis Satu
    Saham lapis satu disebut juga dengan Blue Chip. Perusahaan yang tergolong dalam lapis pertama adalah perusahaan besar dengan kinerja keuangan yang bagus dan stabil serta kapitalisasi pasar yang terbesar (Baca : di atas IDR 10 triliun). Beberapa contohnya yaitu, UNVR, GGRM, BBCA, BBRI, TLKM, ICBP dan lainnya.
  • Saham Lapis Dua
    Perusahaan yang tengah berkembang biasanya dikategorikan dalam Saham lapis dua. Harga sahamnya lebih rendah dari lapis satu namun masih termasuk level menengah dengan kapitalisasi pasar IDR 10 triliun – IDR 1 triliun. Beberapa contohnya yaitu, PPRO, BSDE, JPFA, LSIP dan lainnya.
  • Saham Lapis Tiga
    Lapis tiga adalah kelompok saham dengan nilai yang paling rendah diantara ketiganya. Saham kategori ini biasa disebut dengan small cap stock dan pergerakan harganya tidak dapat diprediksi sehingga beresiko untuk dibeli. Beberapa contohnya yaitu, DEWA, ENRG, TRAM dan lainnya.

 

Rasio keuangan sederhana untuk analisa saham.

Agar saham yang dipilih bukan hasil ‘gorengan’ para ‘bandar’, maka setidaknya Anda perlu melakukan analisa fundamental sederhana dari suatu saham. Bagaimana caranya ?.

Berikut beberapa rasio keuangan sederhana namun cukup efektif dalam menilai atau mengukur kualitas atau ‘kekuatan’ fundamental dan tingkat ‘murah’ atau ‘mahal’nya saham yang mungkin rencanannya akan Anda pilih dan beli atau jual, berikut :

  • Return on Asset (ROA)
    ROA bisa digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan dalam pengelolaan asetnya atau memanfaatkan assetnya untuk memperoleh imbal hasil berupa laba bersih perusahaan.
    Rumus: ROA = Laba bersih : total aset
  • Return on Equity (ROE)
    ROE bisa digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan dalam pengelolaan modalnya [Baca : modal ekuitas yang sudah diinvestasikan] atau memanfaatkan modalnya untuk memperoleh imbal hasil berupa laba bersih perusahaan.
    Rumus: ROE = Laba Bersih : Total Ekuitas
  • Net Profit Margin (NPM)
    NPM bisa digunakan untuk mengukur tebal tipisnya laba perusahaan dengan melakukan perbandingan total laba bersih dengan total penjualan perusahaan.
    Rumus: NPM = Laba Bersih : Total Penjualan
  • Earning per Share (EPS)
    Earning per share adalah laba bersih per lembar, yang siap dibagikan perusahaan untuk para pemegang sahamnya. EPS bisa digunakan untuk mengukur tingkat banyak sedikitnya laba bersih per lembar saham yang siap dibagikan untuk para pemegang saham perusahaan.
    Rumus: EPS = Laba Bersih : Jumlah Lembar Saham
  • Price Earning Ratio (PER)
    Bagi para investor yang beraliran [Baca : menggunakan metode] value investing, rasio PER dapat digunakan untuk menghitung valuasi dari harga saham, yaitu dengan membandingkan harga saham dengan laba bersih
    Rumus: PER = Harga Saham : EPS
  • Debt to Equity Ratio (DER)
    DER bisa digunakan untuk membandingkan jumlah hutang (Baca : liabilitas) dengan ekuitas untuk mengetahui besar kecilnya rasio hutang sebuah perusahaan terhadap ekuitasnya. Apakah perusahaan tersebut memiliki hutang yang lebih besar ketimbang ekuitasnya atau sebaliknya, maka rasio DER ini digunakan.
    Rumus: DER = Total Liabilitas : Total Ekuitas
  • Price to Book Value (PBV)
    Selain dengan rasio PER maka cara lain untuk mengetahui murah atau mahalnya valuasi dari harga saham yaitu lewat PBV dengan menghitung perbandingan harga saham dengan nilai buku per lembarnya. Bagi para investor yang beraliran [Baca : menggunakan metode] value investing, rasio PBV ini juga acapkali digunakan untuk mengukur tingkat murah atau mahalnya valuasi saham perusahaan.
    Rumus: PBV = Harga Saham : Nilai Buku per Lembar Saham.

 

Dua Jenis Keuntungan saham.

Investasi saham memberikan dua macam keuntungan bagi investor, yaitu dividen dan capital gain.

1. Dividen
Dividen adalah keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan dan dibagikan kepada para pemegang sahamnya. Jumlah yang diperoleh setiap pemegang saham bergantung pada usulan yang tertulis di RUPS (Baca : Rapat Umum Pemegang Saham).
Dividen sendiri dibagi menjadi dua, yaitu berupa uang tunai dan saham.

  •  Tunai
    Uang tunai diberikan kepada para pemegang saham dalam jumlah sesuai dengan nilai saham per lembar.
  • Saham
    Perusahaan bisa membagi-bagikan dividen dalam bentuk saham kepada investor. Itu artinya, setiap investor akan memiliki pertambahan jumlah saham yang dimilikinya di setiap pembagian saham.

2. Capital Gain
Capital gain dapat dianalogikan seperti menjual sebuah barang dan memperoleh keuntungan/laba dari selisih lebih hasil penjualan tersebut. Jadi, capital gain merupakan keuntungan jual beli saham yang terjadi bila harga jual lebih tinggi dari harga beli.

 

Dua Jenis resiko saham.

Dalam dunia saham, kerugian biasa disebut dengan risiko. Layaknya berdagang, saham bisa memiliki keuntungan atau kerugian dalam proses jual belinya. Berikut adalah dua jenis kerugian terkait saham.

  1. Likuidasi
    Risiko likuidasi muncul karena pihak perusahaan tidak dapat menyediakan uang tunai (Baca : likuid) dalam waktu yang ditentukan. Misalnya, saat jatuh tempo, hutang belum terbayar. Meskipun perusahaan memiliki aset non-tunai namun aset-aset ini tidak bisa segera dirubah ke bentuk uang tunai, dan dianggap tidak likuid.
  2. Capital loss
    Kebalikan dari capital gain, capital loss adalah kerugian akibat jual beli saham yang tidak memperoleh keuntungan karena harga jualnya lebih rendah dari waktu Anda membeli. Contohnya, Anda membeli saham PT. WXYZ sebesar Rp. 1.500.000,- lalu menjual kembali dengan harga Rp. 1.200.000,-. Artinya, Anda mengalami capital loss sebesar Rp. 300.000,- .

 

Bagaimana cara membuka akun rekening saham ?

Sebagai pemula, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana cara berinvestasi saham dan harus mulai dari mana? Artikel ini akan mencoba membahas langkah-langkahnya.

Sebenarnya investasi saham sama seperti menabung di bank, Anda perlu membuka rekening saham dengan langkah-langkah mudah berikut.

 

  1. Menyiapkan dokumen pribadi yang diperlukan untuk membuka rekening
    Saat akan membuka rekening saham, Anda perlu melengkapi surat-surat penting seperti ID Card. WNI wajib menyertakan KTP sedangkan warga negara asing bisa menyertakan KITAS atau passport. Pembukaan rekening diwajibkan menyertakan NPWP. Namun jika Anda tidak punya, bisa melampirkan surat pernyataan dan ditandatangani di atas materai sewaktu mendaftar.
    Tim sekuritas juga perlu memastikan kalau Anda memiliki rekening tabungan di bank. Maka syarat berikutnya adalah melampirkan foto cover buku tabungan atau rekening koran. Rekening tabungan ini nantinya digunakan untuk mentransfer uang dari rekening saham.
    Bila Anda sudah punya rekening saham tapi ingin membuka rekening kedua, Anda harus menyertakan nomor identitas KSEI.
    Jika Anda adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang ingin membuka rekening saham, Anda harus menyertakan fotokopi KTP suami, NPWP suami serta fotokopi Kartu Keluarga.
  2. Membuka rekening saham
    Setelah melengkapi dokumen pribadi, saatnya mengunduh formulir online yang bisa diperoleh dari perusahaan sekuritas pilihan Anda. Pemilihan broker sebaiknya yang memiliki review bagus atau telah digunakan oleh kerabat dekat Anda dan terbukti professional. Bagaimana cara memilih broker yang baik?, akan di bahas di bagian lain dalam artikel ini.
    Pilihan lain yaitu bertemu langsung dengan broker dan mengisi formulir untuk membuka rekening saham agar broker dapat memandu Anda jika ada yang tidak dimengerti. Pengisian formulir ini cukup mudah dan hampir sama dengan mengisi formulir saat membuka rekening tabungan di bank. Pastikan data yang Anda berikan benar dan melampirkan seluruh persyaratan dokumen yang diperlukan.
  3. Membuka RDI
    Anda akan mendapatkan Rekening Dana Investor (RDI) jika Anda sudah membuka rekening saham di kantor sekuritas pilihan. Jangan kaget bila RDI ini tidak memiliki wujud berupa buku karena RDI boleh dibilang ‘perantara’ dimana dana Anda numpang lewat.
    RDI juga tempat penyimpanan dana Anda sebelum dibelikan saham agar terpisah dari rekening perusahaan efek. Mengapa kok kesannya merepotkan, ya? Sebenarnya justru metode yang diterapkan pemerintah Indonesia tentang pemisahan rekening ini untuk keamanan investor.
    Ketika ada 1.000 dana yang disimpan di sebuah rekening sekuritas yang sama dengan Anda, rekening Anda akan terpisah dari dana 999 investor lainnya.
  4. Lama pembukaan rekening
    Proses pembukaan rekening saham butuh waktu kurang lebih seminggu karena pihak sekuritas perlu melakukan verifikasi. Lama tidaknya pembukaan rekening juga bergantung pada pilihan RDI Anda. Jika proses buka rekening sudah selesai, Anda akan dikonfirmasi oleh pihak terkait dan jangan lupa untuk menyimpan nomor RDI Anda.
  5. Deposit Awal
    Deposit awal bisa dilakukan setelah RDI Anda aktif. Sama seperti rekening tabungan bank, Anda perlu melakukan setoran awal yang besarnya bergantung pada sekuritas masing-masing. Patokan standard-nya Rp. 5.000.000,- – Rp. 10.000.000,- tapi ada juga yang mengharuskan Anda memiliki dana 50 juta di rekening sekuritas. Modal inilah yang akan diinvestasikan dalam bentuk saham.
    Cara melakukan deposit awal cukup mudah. Anda bisa mentransfer ke rekening RDI Anda sendiri atau menyetor tunai. Baru setelah selesai, Anda bisa memiliki akun secara online beserta password dan PIN untuk mengaksesnya sewaktu-waktu. Anda juga akan memperoleh kartu akses KSEI.

 

Tips memilih perusahaan sekuritas untuk transaksi aman saham Anda.

Sebagai investor pemula, Anda perlu mempertimbangkan banyak hal dalam memilih perusahaan sekuritas. Sedikit informasi tentang apa itu perusahaan sekuritas, adalah perusahaan yang memiliki peranan penting untuk transaksi investor, dimana entitas tersebut merupakan anggota bursa efek yang memiliki izin atau lisensi untuk melakukan jual beli saham dan juga sebagai perantara transaksi bagi investor. Anda bisa mengecek anggota bursa yang terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia disini [klik].

Tanyakan beberapa hal berikut ini kepada calon perusahaan sekuritas Anda sebelum menggunakan jasanya.

 

  • Apakah perusahaan sekuritas tersebut tercatat sebagai anggota bursa ?
    Semua perusahaan sekuritas resmi memiliki keanggotaan dalam Bursa Efek Indonesia. Jika perusahaan sekuritas tersebut bisa menunjukkan sertifikasi sebagai wakil perantara pedagang efek dan lisensi terkait, maka perusahaan sekuritas tersebut bekerja secara resmi.
  • Berapa biaya transaksi jual / beli saham yang dikenakan ?
    Setiap transaksi jual maupun beli, tentu broker akan mendapatkan komisi dari investor. Besarnya antara 0,1% hingga 0,4%. Anda dapat mendiskusikan nilai komisi ini kepada perusahaan sekuritas atau broker sebelum menandatangani perjanjian. Umumnya, transaksi jual / beli saham yang dilakukan secara online komisi atau biaya transaksinya lebih rendah.
  • Apakah mempunyai analis atau team research yang cukup berpengalaman atau mumpuni ?
    Jika Anda mengetahui suatu perusahaan sekuritas resmi dari seorang kerabat, pastikan bahwa track record-nya bagus dalam hal pendukung keberhasilan investasi sahham yang Anda lakukan, biasanya team research perusahaan sekuritas akan memberikan bentuk rekomendasi saham yang cocok dengan frame waktu jangka pendek hingga panjang.
    Sekuritas yang professional bisa memberikan ‘awareness’ serta mensosialisasikan kepada Anda, seputar saham dan apa saja yang perlu Anda ketahui. Dari sini Anda juga bisa mengetahui seberapa banyak pengalaman dari team analis sekuritas tersebut.
    Pastikan hasil analis team perusahaan sekuritas tersebut tidak berdasarkan rumor saja atau asal memberikan hasil analis. So, jika semua telah dipastikan maka Anda bisa menjatuhkan pilihan Anda pada sekuritas yang tepat.
  • Apakah perusahaan sekuritas menyediakan fasilitas online ?
    Saat ini, online trading menjadi pilihan para investor karena prosesnya yang cepat dan efektif. Cukup dengan berkomunikasi via smartphone, email dan telepon – transaksi akan lebih leluasa dan proses jual beli saham juga lebih cepat.

 

Sebagai tips terakhir, Anda yang ingin terjun ke dunia saham khususnya dengan menggunakan metode value investing, sebaiknya memiliki mentor yang handal sebelum menekuni bidang ini. Dengan mengetahui seluk beluk mengenai investor saham, Anda dapat belajar menganalisa dan meningkatkan kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang tepat.

Menjadi investor saham Indonesia merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan finansial Anda. Investasi ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memiliki keuntungan besar dan berani mengambil resiko.

Jadi, apakah Anda sudah siap jual beli saham ?

 

Klik Link Telegram Channel BLS Free [GRATIS] untuk artikel tentang saham –> [klik disini]

pastikan gadget atau SmartPhone Anda terhubung dengan aplikasi telegram untuk berhasil masuk dengan klik link telegram channel BLS di atas. Ribuan orang telah bergabung ke dalam akses telegram channel BLS FREE [GRATIS] tersebut, pastikan Anda juga salah satunya.

(Visited 369 times, 1 visits today)

Comments are closed.