Malindo Feedmill : UnderValue, Fundamental Recovery, Market Share and Experience :: Saham MAIN Menarik (2018) ?
July 21, 2018
Pelita Samudera Shipping : Fundamental Menarik, Valuasi UnderValue, Ekspansi Aset, Peluang Diversifikasi Bisnis Hingga Harga Batubara di Atas US$ 100 PMT :: Saham PSSI Menarik (2018) ?
August 29, 2018
Show all

Lippo Cikarang : Adakah Peluang di Balik UnderValue Saham LPCK ?

Nothing To Lose memiliki saham LPCK ? : Mulai dari Ekspansi Proyek Properti yang terus dilakukan, valuasi saham yang telah UnderValue hingga Experience bisnis properti skala besar ,maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham LPCK ?

[salah satu mall Lippo Cikarang]

-sumber : google-

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu bahkan hingga telah menginjak semester satu tahun 2018 Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit (sebelum harga sahamnya sempat retracement ekstrem akibat panic selling effect pada awal pekan bulan Juli tahun 2018) tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham KOBX yang bisa Anda baca [ disini ], saham IMAS yang bisa Anda baca [ disini ]serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham LPCK di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham LPCK maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Hasil analisis [terbatas] saham LPCK ini di publish via Website BullRecommend Juli 2018. Tentunya Ebook Review analisis saham LPCK telah di publish lebih dulu secara RealTime via email [catatan : sejak harga saham LPCK masih dikisaran 2020/share // per – Mei 2018] .

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 1Q18/3M18 saham LPCK yang telah terbit beberapa waktu lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini, namun tidak semua ulasan yang tercantum di Ebook Kuartalan di tuliskan disini [baca : website bullrecommend.com]. Hal ini untuk menjaga confidential dan ekslusivitas para Anggota BLS]

Secara garis besar [Catatan : setelah dilakukan review LK] hasil perubahan yang tercermin pada LK [Baca : Laporan Keuangan] 1Q18/3M18 saham LPCK belum signifikan menunjukkan kinerja yang MENARIK dan silahkan lihat sendiri hasil kinerja LPCK yang tercermin pada LK kuartal sebelumnya atau 4Q17/FY17 apakah menarik ?, jawabannya belum cukup menarik. But, karena valuasi nya yang sampai dengan saat ini atau 1Q18/3M18 tidak bisa dikatakan mahal atau dengan kata lain sedang murah – murahnya dan menariknya lagi di saat valuasi LPCK sedang murah – murahnya [Baca : UnderValue], LPCK atau Lippo Group ini tengah gencar melakukan proses penyelesaian mega proyek MEIKARTA-nya yang tentunya manfaat [Baca : hasil atau margin return] nya baru akan “dirasakan” beberapa waktu kedepan. So, Let’s see !

Sederhananya, jika memilih untuk melakukan akumulasi saham LPCK saat ini [Catatan : saat review saham LPCK ini ditulis, harga saham LPCK berada dikisaran 2020/share atau telah mengalami retracement daripada awal tahun 2018 lalu] itu artinya petimbangan nya lebih kepada memperoleh bisnis properti skala besar dengan harga MURAH [Baca : UnderValue] atau dengan kata lain memiliki saham LPCK dengan posisi Nothing To Lose !

So, selalu ingat kata opa Warren Buffet dengan kata – kata mutiaranya “Price is what you pay and Value is what you get”. Jika diperhatikan kalimat tersebut bisa diartikan juga dengan “Apa ruginya memperoleh nilai yang sama dengan memberikan pengorbanan / biaya / harga yang lebih murah / kecil / rendah ?”.

Yups, lalu apa menariknya MEIKARTA ? [Catatan : meski bukan MEIKARTA satu – satunya acuan dipilihnya saham LPCK sebagai saham pilihan]. MEIKARTA adalah kota mandiri di Cikarang yang memiliki nilai investasi super JUMBO yaitu sebesar IDR 278 triliun dengan luas lahan 23 juta m2 dimana didalamnya juga telah diselesaikan Central Park seluas 100 Ha yang diklaim sebagai taman terbesar di Indonesia. Sekilas mengenai MEIKARTA tersebut harusnya bisa memberikan gambaran mengenai hasil investasi yang dapat diperoleh Lippo Group jika dan hanya jika 100% target penjualan unit MEIKARTA terpenuhi kedepannya.

Selanjutnya, LPCK dilihat sepanjang kurun waktu setidaknya 5 tahun kebelakang dari awal tahun 2018 mundur hingga awal tahun 2013. Okey, let’s see !

Sebenarnya jika saat ini [Baca : menjelang semester pertama tahun 2018] harga saham LPCK masih retracement bukan menjadi masalah tunggal pada saham LPCK, karena beberapa saham properti pilihan lainnya meski tidak juga retracement namun kenaikannya masih terbatas atau bahkan harga sahamnya masih ada yang “jalan ditempat”, kalaupun naik belum mencerminkan atau setara dengan kenaikan kinerja perusahaannya seperti yang tercermin pada LK terbarunya atau LK yang paling update release saat ini, contohnya seperti saham BSDE, BEST dan ASRI. So, jika harga saham LPCK masih juga retracement maka hal ini masih bisa dikatakan wajar karena memang kinerja LPCK hingga 1Q18/3M18 belum cukup mencerminkan recovery fundamental [Catatan : ingat bahwa dipilihnya saham LPCK saat ini bukan karena satu poin recovery fundamental] perusahaannya.

Sebagai catatan bahwa “Anda tidak bisa berharap banyak harga saham LPCK saat ini sudah harus “waktunya” untuk naik tinggi sedangkan harga saham perusahaan sektor properti lainnya yang telah lebih dulu menunjukkan fundamental MENARIK pun, harga saham perusahaan tersebut juga belum cukup mampu untuk naik, malahan ada juga yang masih retracement atau turun sejenak”. So, this is fair right ?!

OK, Let’s move to the next point !

Selain itu, jika dihubungkan dengan indeks ^JKPROP selama 5 tahun terakhir atau mulai awal 2013 hingga awal 2018. Harga saham LPCK masih berada dikisaran 4,800/share – 5,500/share saat Indeks ^JKPROP [Baca : indeks properti dan infrastruktur di Indonesia] turun tajam atau anjlok di kisaran 330 pada pertengahan Desember 2013, artinya saat hampir semua saham sektor properti turun tajam maka harga saham LPCK masih setidaknya bertahan di kisaran 4,800/share – 5,500/share.

Menariknya saat ini [Baca : akhir kuartal pertama tahun 2018] Indeks ^JKPROP berada dikisaran 450 atau 36% lebih tinggi ketimbang pada saat harga saham LPCK berada dikisaran 4,800/share – 5,500/share [Catatan : saat itu Indeks ^JKPROP dikisaran 330], lalu apa yang membuat harga saham LPCK turun tajam bahkan lebih rendah dari Indeks ^JKPROP dan meski saat Indeks ^JKPROP telah naik 36% lebih tinggi seperti saat ini namun harga saham LPCK masih juga dikisaran 2020/share atau dengan kata lain bahkan semakin turun lebih rendah ?!. Yups, telah jelas bahwa harga saham LPCK ini memang mencerminkan peningkatan atau penurunan pada fundamental nya dan tidak terlalu “similar” dengan kenaikan atau penurunan Indeks ^JKPROP. [Catatan : hubungan antara harga saham LPCK dengan hasil kinerja atau fundamental nya masih “similar” hingga saat ini].

Perkembangan aksi korporasi atau hasil terbaru di awal tahun 2018 hingga menjelang semester pertama tahun 2018 dan menarik yang masih terus dilakukan oleh LPCK di antaranya ialah

  • Proyek Orange Country [Catatan : bagian dari MEIKARTA], terkait pekerjaan Finishing Tower oleh PT. Total Bangun Persada Tbk. terus berjalan dan tidak seperti yang telah diberitakan soal penghentian pembangunan Tower EF Apartemen Orange Country. Penulis sering sekali mengingatkan via fasilitas Private Chat Consulting bahwa berita – berita atau NEWS sensitif seperti ini harus di tanggapi dengan bijak sehingga tidak sampai membuat Investing PLAN menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya, terutama sebagai Value Investor tentu harus lebih bertindak relevan dan obyektif.
  • Secara detail, PT. Total Bangun Persada Tbk. memperoleh 4 kontrak dari LPCK sejak tahun 2016 senilai IDR 714,79 miliar. Pertama, OC Cikarang Tower C-D senilai IDR 190,26 miliar yang mulai dikerjakan sejak 14 Juni 2016 hingga target selesai pada 15 Desember 2018, Kedua, OC Cikarang Tower E-F senilai IDR 223,92 miliar yang mulai dikerjakan sejak 05 Oktober 2016 hingga selesai pada 29 Maret 2018, Ketiga, OC Cikarang Tower C-D Arsitek senilai IDR 101,86 miliar yang mulai dikerjakan sejak 01 November 2017 hingga target selesai pada 05 Maret 2019 dan Keempat atau Terakhir, OC Cikarang Tower C-D STR senilai IDR 106,59 miliar yang mulai dikerjakan sejak 04 Maret 2018 hingga target selesai pada 04 Januari 2019.

Sebagai catatan penting yang perlu Penulis sampaikan adalah pembayaran yang diberikan oleh Pemberi Kerja [Baca : LPCK] kepada Penerima Proyek / Perusahaan Pekerja atau yang mengerjakan proyek tentu dilakukan sesuai dengan progres pekerjaan [Catatan : metode nya sama dan normal sesuai dengan proyek kontruksi secara umum].

Finaly, Jika saat ini [Baca : saat review analisis saham LPCK ini di buat] harga saham LPCK masih juga retracement hal ini dikarenakan fundamental dari LPCK belum cukup kembali MENARIK dan hingga saat ini pun [Baca : saat review analisis saham LPCK ini di buat] beberapa kinerja saham properti seperti BSDE, BEST dan ASRI meski memiliki kinerja yang telah mulai menarik namun kenaikan harga sahamnya juga belum terlalu mencerminkan keberhasilan kenaikan kinerjanya. So, apakah nothing to lose untuk mulai melakukan akumulasi saham LPCK saat ini ???.

Apakah nantinya saham LPCK akan menjadi saham yang dapat memberikan hasil investasi yang MENARIK ?

Apakah harga saham LPCK akan mampu naik cukup tinggi dari harganya saat ini ?, Let’s see the market !


Temukan jawaban selanjutnya hanya di Ebook Kuartalan bullrecommend.com akan di review saham – saham pilihan ! [catatan : sesuai kaidah Value Investing – Benjamin Graham / Warren Buffet] .


(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend ! // Saham Value Investing

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media

 

 

 

 

(Visited 1,863 times, 7 visits today)

1 Comment

  1. Jusuf says:

    Analisa nya BULL sangat tajam dan saya tertarik

    Terima kasih banyak