Pasca Penutupan IHSG 2017 di Level 6,355 dan Menyambut Pembukaan IHSG 2018, Apa Selanjutnya ?

Saham Sektor Perkapalan, Menarik (2018) ?
December 24, 2017
Indah Kiat Pulp and Paper : Saham Perusahaan Bubur Kertas Yang Menarik di Era Digital Informasi :: Raja di Industri Pulp and Paper, Bagaimana INKP selanjutnya (2018) ?
January 12, 2018
Show all

Pasca Penutupan IHSG 2017 di Level 6,355 dan Menyambut Pembukaan IHSG 2018, Apa Selanjutnya ?

[Visi & Misi bullrecommend.com]

Tidak terasa dalam hitungan jam lagi kita sudah memasuki tahun 2018. Pertanyaannya, bagaimana dengan kinerja investasi kita di Bursa Saham Indonesia ?, Apakah jauh di atas pencapaian kenaikan IHSG tahun 2017 ?, atau bahkan masih di bawah pencapaian dari IHSG 2017 ?. Tentu saja pencapaian tersebut saat ini telah tercermin dalam portofolio Anda masing – masing.

IHSG di tahun 2017 berhasil tumbuh atau naik sebesar 19,99% ke level 6,355.654 itu artinya jika total pertumbuhan saham di portofolio Anda di atas 19,99% berarti Anda sudah bisa dikatakan memiliki performa yang lebih baik di atas IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan. Jika Anda sering kali berkunjung ke situs bullrecommend.com ini, Anda pasti ingat saham – saham seperti INDY [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], MBSS [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], SMDR [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], BUMI [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], MEDC [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], ASRI [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], BNGA [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], ITMG [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], MDLN [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini], INDS [Catatan : Anda bisa membacanya lagi disini] dan beberapa saham pilihan lainnya harga sahamnya telah naik beberapa persen atau sebagian masih “jalan ditempat” di sepanjang tahun 2017. But, itulah Value Investing dimana selain analisis fundamental, manajemen, aksi korporasi maka kesabaran yang mungkin cukup membosankan perlu untuk Anda miliki. Namun yang terpenting sekali lagi adalah pilihlah bisnis yang tepat dan Anda pahami serta pelihara dan pupuklah sikap yang tepat dari mindset value investor. Waktu adalah sahabat bisnis yang paling ideal dan saham bukan hanya sekedar secarik bukti kepemilikan perusahaan namun saham adalah representatif Anda dalam memiliki sebuah bisnis yang hebat !

Jika penulis boleh menilik (baca : menoleh) kebelakang sejenak selama tahun 2017 atau sudah 1 (baca : satu) tahun berlalu, Penulis via bullrecommend.com telah memberikan beberapa post analysis perusahaan di website ini [catatan : selengkapnya via telegram serta Ebook BLS] mengenai beberapa saham di berbagai sektor yang sahamnya telah listing di Bursa Efek Indonesia.

Jika Anda perhatikan rata – rata pengunjung bullrecommend.com selama tahun 2017 ini perharinya mencapai 400 hingga 1000 visitors atau pengunjung. Tentu saja dari kunjungan tersebut Penulis yakin para pembaca atau investor dapat mendapatkan referensi soal analisis sebuah saham serta mindset dari metode value investing. Selain itu, kunjungan rata – rata perharinya yang kian meningkat tentu tidak lain adalah hasil dari kesuksesan program pengenalan Yuk Nabung Saham yang secara nasional di selenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Thank You so much for YukNabungSaham !

Ngomong – ngomong soal Yuk Nabung Saham, Penulis mengaitkan kesuksesan program pengenalan saham tersebut dengan kenaikan IHSG yang terus meingkat hingga penghujung akhir tahun 2017 ini. Namun, apakah benar demikian ?.

Yups, jika Anda perhatikan kenaikan IHSG saat ini seiring atau selaras dengan kenaikan saham – saham berkapitalisasi besar atau biasa disebut saham BigCap (Baca : Big Capital), namun bagaimana dengan saham – saham second liner ?, tidak semua saham – saham second liner harga sahamnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan sekalipun sebenarnya kinerjanya sepanjang tahun 2017 ini tidak bisa dikatakan buruk.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada IHSG hingga akhir 2017 ini ?. Dimana meskipun beberapa kinerja saham sektor kontruksi seperti WIKA, WSKT, ACST, PTPP dan beberapa lainnya menghasilkan kinerja yang bagus namun harga sahamnya masih saja turun atau retracement ? selain itu, saham – saham sektor properti yang juga menghasilkan kinerja bagus seperti ASRI, MDLN, dan BSDE harga sahamnya juga masih turun hingga akhir 2017 ini ?.

Hebatnya, sebagian besar saham – saham yang telah IPO di tahun 2017 ini harga sahamnya naik sangat fantastis. Apa yang sebenarnya terjadi ?, Penulis bisa mengatakan “Jangan jadikan fluktuasi harga saham sebagai acuan untuk menilai kinerja suatu perusahaan dan pelajari bisnis yang mendasarinya, kemampuan dalam menghasilkan laba serta masa depannya”.

[Catatan : Terkait saham sektor properti dan kontruksi akan di jelaskan Januari tahun 2018 nanti]

Jika di ringkas, maka hasil positif atau kenaikan kinerja perusahaan – perusahaan tersebut tidak atau belum sejalan atau selaras dengan harga sahamnya, sehingga bisa dikatakan saat ini masih terjadi penilaian pasar yang salah atau kebingungan pasar ?.

Penulis bisa katakan penilaian pasar yang salah adalah seperti sebuah ketakutan [Baca : fear] sedangkan kebingungan pasar adalah kondisi pasar yang lebih mengarah ke ketidaktahuan [Baca : confused]. Artinya, Penulis yakin di saat ini lah muncul sebuah peluang untuk melakukan akumulasi saham – saham pilihan saham – saham yang masih UnderValue dan sesuai dengan kaidah value investing.

By the way, bagi Anda yang telah membaca website ini sepanjang tahun 2017, tentunya Anda telah merasakan bagaimana rasanya memperoleh keuntungan besar dari capital gain sebuah saham dan juga bahkan kebosanan memegang saham – saham pilhan (Baca : sesuai kaidah value investing) meskipun akhirnya setelah cukup sabar dapat merasakan juga nikmatnya profit JUMBO atau bahkan masih juga dalam keadaan Floating Loss .

Selain dari website bullrecommend.com ini, Penulis juga sangat senang (Catatan : tidak hanya dari profit yang telah diperoleh) dengan keaktifan para value investor BLS dalam Group Chat Ultimate, dimana beberapa dari Anda menyampaikan bahwa betapa senangnya bertemu dengan teman – teman sesama Value Investor di GCU (Baca : Group Chat Ultimate) karena hingga saat ini masih susah menemukan pure Value Investor Group.

Terlepas dari berbagai pengalaman yang telah dilalui maka Penulis yakin Anda tentu akan menjadi lebih percaya diri dan tahu harus apa pada kondisi tertentu dalam berinvestasi serta bertransaksi saham di pasar modal Indonesia.

And… Selamat Tahun Baru 2018 untuk kita semuanya.

Bagi para investor baru atau investor pemula, Penulis sampaikan kalian semua atau Anda harus terus berinvestasi saham karena investasi saham tentu tidak begitu sulit dan merupakan shortcut untuk menjadi seorang pengusaha, kok bisa ?.

Tentu saja bisa, di pasar modal saham semua bisnis hampir seluruhnya tersedia. Anda ingin punya bisnis distributor Smartphone namun terhambat modal yang besar atau masih tidak punya waktu mngurus ini dan itu maka tinggal beli saja saham ERAA maka Anda telah ikut memiliki bisnis terkait distributor SmartPhone.

  • Anda ingin punya bisnis Pelayaran dan Logistik, maka tinggal beli saja saham SOCI / SMDR / MBSS dan sebagainnya.
  • Anda ingin punya bisnis terkait komoditas batubara, maka tinggal beli saja saham BUMI / PTBA / ITMG dan sebagainnya.
  • Anda ingin punya bisnis Kontruksi, maka tinggal beli saja saham WIKA / WSKT / ACST dan sebagainnya.
  • Anda ingin punya bisnis Properti, maka tinggal beli saja saham ASRI / MDLN / BSDE dan sebagainnya.
  • Anda ingin punya bisnis terkait komoditas CPO, maka tinggal beli saja saham LSIP / SIMP / AALI dan sebagainnya.
  • Anda ingin punya bisnis Perbankan, maka tinggal beli saja saham BNGA / BNLI dan sebagainnya.

Anda bisa menjadi seorang konglomerat [Baca : Konglomerasi atau berbagai bisnis di sektor apa saja] hanya dengan menjadi seorang Value Investor di pasar modal saham [Catatan : Warren Buffet menjadi seorang konglomerat dengan memiliki berbagai perusahaan melalui perusahaan Holding miliknya yaitu Berkshire Hathaway].

[Gambar – Bershire Hathaway]

Saat Anda melihat daftar saham – saham dalam portofolio Anda saat ini maka daftar saham tersebut bukan hanya sekedar ticker saham – saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah Anda beli, namun itu adalah representasi dari kumpulan bisnis – bisnis hebat yang telah Anda miliki !

SELAMAT TAHUN BARU 2018 dan YUK NABUNG SAHAM dengan metode kelas dunia VALUE INVESTING BLS !

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lengkap untuk saham – saham berpotensi, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media.

(Visited 592 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *