PGAS : Mulai Dari Menyambut Lelang Blok Migas 2018, Penggabungan PERTAGAS & PGAS Hingga Potensi Dari Konsorsium PGAS, Pertamina & Engie (Perusahaan Perancis) Untuk Fasilitas LNG Terbesar (Nilai Investasi Sekitar US$ 1 Miliar) : Bagaimana PGN Selanjutnya ?

Saham Sektor Konstruksi, Menarik (2018) ?
January 24, 2018
Recovery Fundamental : LEAD Bersiap Merespon Menariknya Harga Minyak dan Potensi Rangkaian FRSU Serta Potensi Pengangkutan LNG :: Bagaimana LEAD selanjutnya (2018) ?
February 11, 2018
Show all

PGAS : Mulai Dari Menyambut Lelang Blok Migas 2018, Penggabungan PERTAGAS & PGAS Hingga Potensi Dari Konsorsium PGAS, Pertamina & Engie (Perusahaan Perancis) Untuk Fasilitas LNG Terbesar (Nilai Investasi Sekitar US$ 1 Miliar) : Bagaimana PGN Selanjutnya ?

Menariknya saham PGAS : Mulai dari menyambut lelang blok migas tahun 2018, mendapatkan pasokan gas dari Conocophillips sebesar 37 BBTUD [ yang akan mengalir pada tahun 2018-2023 ], Proyek Indonesia Tengah yang di ikuti PGAS bersama konsorsium Pertamina dan Engie mulai bersiap pada seleksi tahap II [penawaran komersial] dimana tender Proyek Indonesia Tengah bisa senilai US$ 1 Miliar (Catatan : mengacu pada dana yang diperlukan dan termasuk proyek terbesar di dunia), LNG menjadi bisnis PGAS yang menarik dan sangat dibutuhkan sebagai pasokan gas pembangkit listrik utamanya di era pembangunan pembangkit listrik [35.000 MW] saat ini dan selain itu bisnis LNG makin menjanjikan seiring dengan adanya Proyek Indonesia Tengah, Keuntungan revisi Permen 19/2009 tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa, Pertamina akan menggabungkan PGN atau PGAS dengan PERTAGAS atau Pertamina Gas, Anak perusahaan PGN atau PGAS semakin menjanjikan dalam perolehan sejumlah pekerjaan seperti PT. Widar Mandripa Nusantara (WIDAR) dan PT. Saka Energi Indonesia melalui perolehan Blok Pekawai dan Blok West Yamdena dari lelang Blok Migas tahap I/2017 dan potensi lelang blok migas di 2018 hingga Retracement Ekstrem harga saham PGAS terendah sepanjang 5 tahun mengingat PGAS adalah perusahaan berpengalaman lebih dari 100 tahun, maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham PGAS ?

Apakah harga saham PGAS sanggup mencapai ke >3500/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat terkait hasil analisis saham INDY & INKP yang telah di publish hasil analisisnya (disini) dan (disini) sebelum harga saham INDY & INKP berada dikisaran 4000-an [INDY] & 9000-an [INKP] per lembar saham. Saat itu harga saham INDY & INKP masih dikisaran 770/share & 5500/share dan menariknya jika Anda membaca hasil analisis saham PGAS saat ini maka posisi Anda saat ini tepat seperti ketika bullrecommend.com mereleaase hasil analisis saham INKP ketika harga saham INKP masih dikisaran 5500/share dan Anda bisa membacanya kembali (disini) serta untuk saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca lengkap soal saham PGAS maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Perlu Anda ketahui bahwa saham PGAS ini telah diberikan Reminder / Disclousure Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap di harga <1800/share lebih dulu via Telegram BullRecommend LS sejak terbitnya Ebook LK 3Q17/9M17 dan hasil analisis PGAS oleh BullRecommend (2017).

Hasil analisis saham PGAS ini di publish via Website BullRecommend pada Februari 2018. Tentunya telah di publish lebih dulu via Telegram BullRecommend LS ! secara RealTime.

Berikut adalah ScreenShoot hasil analisis (sesuai kaidah value investing) saham PGAS (2017) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Berikut adalah ScreenShoot Disclousure Akumulasi BELI saham PGAS secara bertahap via Telegram BullRecommend LS [Screenshot akumulasi {bertahap} beli saham PGAS (29 September 2017 [saat RETRACEMENT EKSTREM] ; 1470/share] (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI {bertahap} di harga <1800/share pada Tanggal 07 Desember 2017 dan 15 Januari 2018 (Setiap saat harga saham PGAS di bawah layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

                                                                   

Berikut adalah ScreenShoot Reminder / Special Advice saat terjadi PANIC SELLING pada saham PGAS via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

Gambaran / Alur PLAN untuk saham PGAS yang telah dilakukan BullRecommend : (Bagaimana selanjutnya ?, Hanya di BullRecommend Limited Seat !

Berikut adalah ScreenShoot hasil review analisis Laporan Keuangan per kuartal saham PGAS (2017) di Ebook 3Q17/9M17 via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

                      

(Ebook terbit saat PGAS masih berada dikisaran 1760/share)

Berikut adalah review Penulis pada Ebook Kuartal saham PGAS di akhir 2017 lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

[Saat Review LK 3Q17/9M17 saham PGAS ini ditulis via Ebook Kuartalan, harga saham PGAS berada dikisaran 1760/share.]

Bukan tanpa alasan penulis masih memasukkan saham PGAS sebagai saham pilihan. Hal ini diantaranya karena valuasi PGAS yang sampai dengan review ini ditulis masih bisa dikatakan bervaluasi murah meski fundamental PGAS dalam fase recovery.

PGAS atau PT. Perusahaan Gas Negara Tbk. dimana perusahaan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertujuan untuk melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di bidang pengembangan pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan umum serta penyediaan gas dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Usaha utama perusahaan adalah distribusi dan transmisi gas bumi ke pelanggan industri, komersial dan rumah tangga.

Perusahaan membagi wilayah usaha menjadi empat Strategic Business Unit (SBU), terbagi dalam SBU Distribusi Wilayah I mencakup wilayah Jawa bagian Barat sampai dengan Sumatera Selatan, SBU Distribusi Wilayah II mencakup wilayah Jawa bagian Timur, SBU Distribusi Wilayah III mencakup wilayah Sumatera Utara dan Kepulauan Riau, SBU Transmisi mencakup Sumatera – Jawa.

Lalu, apa yang membuat saham PGAS saat ini menjadi masih menarik untuk di akumulasi beli pada harga tertentu sesuai kaidah value investing ?.

  • Pertama, PGAS saat ini berada pada harga saham terendahnya dalam 5 (lima) tahun terakhir sejak tahun 2012, dimana jika diperhatikan sejak kuartal 3 (tiga) tahun 2015 hingga tahun 2017. Jatuhnya harga saham PGAS ini memang masih bisa dikatakan logis karena secara fundamental kinerja PGAS belum memberikan hasil yang memuaskan sehingga harga sahamnya anjlok hingga akhir 2017. Namun, saat ini 3Q17/9M17 harga saham PGAS sempat anjlok kembali hingga “mentok” di kisaran 1405/share hingga akhirnya saat ini stagnan dikisaran 1750/share-1800/share. Jadi, apakah ini sebuah peluang untuk melakukan akumulasi PGAS ?. Ingat, PGAS ini merupakan perusahaan yang sudah berdiri sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Pengalamannya ?, tidak perlu dipertanyakan. Warren Buffet sendiri lebih menyukai membeli saham yang sudah berpengalaman cukup lama ketimbang yang masih baru atau star-up.Di saat harga sahamnya sudah paling rendah dalam 5 (lima) tahun terakhir, fundamental PGAS saat ini justru mulai mencerminkan recovery yang tidak bisa di bilang biasa saja.
  • Kedua, Lini bisnis PGAS saat ini sedang menarik yaitu Dustribusi Gas Alam dan LNG (Gas Alam Cair). Menariknya adalah dari lini bisnis LNG, dimana bisnis LNG yang tengah dilakukan oleh PGAS ini tidak lain karena adanya kebutuhan pasokan gas untuk sejumlah pembangkit listrik. Mengenai bisnis LNG tersebut salah satunya adalah dibutuhkannya pasokan gas untuk pembangkit listrik yang dibangun PLN di Muara Karang.Ada 2 (dua) komponen mengenai pembentukan margin yang membuat bisnis LNG (Gas Alam Cair) ini tetap masih bisa menarik, yaitu pengoperasian infrastruktur dan komoditas. Dari komponen pengoperasian infrastruktur ada regasification fee yang dihitung berdasarkan keekonomian dari investasi, sedangkan dari komoditas tergantung dari tingkat harganya. Meskipun begitu manakala harga minyak mentah atau crude oil cukup rendah (katakanlah) US$ 30 pbr – US$ 40 pbr dengan formulasi kurang lebih 12%, harga kargo gas alam cair itu masih cukup kompetitif. Jadi LNG cukup kompetitif dibandingkan dengan Gas (Alam) Pipa.
  • Ketiga, PGAS mendapatkan “dukungan” penting yang akan mulai “dirasakan” mulai tahun 2017 ini. Yaitu PGN akan mendapatkan pasokan gas dari Conocophillips sebesar 37 BBTUD dan pasokan tersebut akan mengalir pada tahun 2018-2023. PGN juga telah memiliki perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan Conocophillips (Grissik) Ltd, selain itu PGN juga tengah mengerjakan proyek pipa bersama dengan Pertamina. Lalu yang tidak kalah pentingnya adalah PT. Pertamina dan PGN tengah memulai proses pembangunan jaringan pipa pada tahun 2017 ini dan saat ini atau 3Q17/9M17 prosesnya telah mencapai 40% untuk jaringan pipa gas Duri-Dumai sepanjang 67 KM, perkiraan selesai pada akhir 2018.Ditambah lagi PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke pulau Pemping, Provinsi Riau. Selain itu PGN juga mengembangkan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 KM. Menariknya meski dengan adanya pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan PGN namun PGN tidak membebani APBN.
  • Keempat, Perubahan harga gas Conocophillips Indonesia ke PGN wilayah Batam dari US$ 2,6 MMBTU menjadi US$ 3,5 MMBTU untuk volume 22,73 BBTUD yang beberapa waktu lalu di kuatirkan para investor karena bisa memangkas atau merugikan PGN. Hal tersebut tidak berdampak negatif untuk hasil margin bagi PGN, karena perubahan harga tersebut hanya di sisi suplai (Harga gas Conocophillips Indonesia ke PGN) namun harga ke konsumen tetap atau tidak berubah.
  • Kelima, Keuntungan revisi Permen 19/2009 tentang kegiatan usaha gas bumi melalui pipa. Dimana poin yang menguntungkan adalah penetapan wilayah jaringan distribusi tertentu yang mana nantinya akan dikelola secara eksklusif selama 30 tahun oleh badan usaha yang punya kemampuan paling baik dalam penyediaan infrastruktur dan menyediakan untuk semua konsumen termasuk rumah tangga dan SPBG. Dengan ketentuan seperti ini maka bisa dilakukan pengembangan permintaan (Baca : demand) dan mengembangkan infrastruktur kemanapun karena diberi alokasi oleh pemerintah bahwa tidak terjadi disruption dalam pengembangan bisnisnya nanti. Menariknya sampai detik ini PGN telah mengelola infrastruktur gas domestik hingga 80% dan pemerintah akan menentukan pengelola WJD berdasarkan kepemilikan infrastruktur terbanyak pada suatu wilayah.
  • Keenam. Potensi pemasokan infrastruktur gas alam untuk Indonesia Tengah akan dapat memberikan dukungan positif untuk hasil fundamental PGAS jika berhasil. Hal ini karena nilai investasi proyek Infrastruktur Gas Indonesia Tengah ini sekitar US$ 1 Miliar dimana PGAS bersama konsorsium PT. Pertamina dan Engie (Perusahaan asal Prancis) tengah mengikuti tendernya.

Jadi, dengan berbagai langkah strategi serta ekspansi yang tengah dilakukan PGAS di saat valuasi sahamnya bisa dikatakan murah ditambah kondisi fundamental dalam fase recovery maka tidak ada alasan logis bagi penulis untuk tidak memasukkan PGAS dalam daftar saham pilihan BLS.

Berikut poin – poin signifikan Kinerja Keuangan (Fundamental) dari PGAS jika di komparasi secara YOY (Year on Year) menggunakan Laporan Keuangan 9M16 vs 9M17.

Dalam Penjualan Neto yang mengalami signifikan penurunan adalah pada segmen Transmisi Gas yang turun sebesar 58% (YOY) selebihnya stagnan. Menariknya terdapat kenaikan signifikan pada Pendapatan Penjualan Minyak dan Gas yang naik sebesar 51% (yoy) serta terdapat kenaikan distribusi gas bumi Komersial yang naik sebesar 17% (YOY). Artinya beberapa pos memang mengkonfirmasi beberapa langka strategis dari PGAS masih tengah berjalan dalam hal seperti pasokan gas dari Conocophilips, Pasokan Gas Alam Cair atau LNG untuk pembangkit listrik dan beberapa segemen lainnya.

Penurunan laba di 3Q17/9M17 ini masih signifikan dampak dari kurang efisiensi untuk beban operasional (Baca : beban distribusi dan transmisi) serta beban keuangan. Artinya belum atau tidak terdapat beban “lainnya” yang berkontribusi negatif signifikan pada 3Q17/9M17 ini. Apakah ini artinya bagus ?, tentu saja kurang atau belum bagus bagi PGAS.

PGAS masih dibebani dengan “setumpuk” masalah efisiensi biaya operasional dan keuangan dalam perolehan laba perusahaan. Namun, sebenarnya tidak terjadi kontribusi negatif dari perolehan pendapatan PGAS.

Pada 3Q17/9M17 upaya PGAS dalam hal investasi asset usaha untuk kuartal kedepan memang masih belum signifikan (catatan : setidaknya hingga saat ini namun tidak menutup kemungkinan signifikan di 2018). Hal ini ditunjukkan dengan penurunan signifikan penambahan kerjasama operasi minyak dan gas bumi atau kontrak jasa perjanjian partisipasi yang turun sebesar 68% (YOY), penurunan asset minyak dan gas yang turun sebesar 58% (YOY) [Catatan : Namun hal ini mengkonfirmasi adanya pasokan gas dukungan dari Cococophilips di tahun 2018 – 2023 nanti) serta menariknya terdapat kenaikan asset eksplorasi dan evaluasi yang naik sebesar 1,050% !! (YOY) artinya saat ini PGAS memang masih berupaya melakukan strategi yang paling menguntungkan untuk setidaknya tahun mendatang (Baca : mulai 2018 nanti).

Peningkatan Arus Kas Keluar aktivitas Pendanaan PGAS sangat signifikan, arus kas keluar dari aktivitas pendanaan PGAS dikarenakan adanya Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang yang signifikan naik lebih tinggi dari tahun lalu yaitu sebesar 3,363% (YOY). Apakah hal ini buruk ?, sebenarnya ini bukan berarti menarik namun juga tidak buruk karena PGAS saat ini dalam fase recovery dibarengi dengan upaya mengaplikasikan strategi yang tengah di program kan.

Lalu, apakah peningkatan kas keluar dari aktivitas pendanaan PGAS merupakan indikator yang positif ?.

Jawabannya adalah untuk kali ini tentu saja iya (merupakan hal yang masih positif). PGAS mengalami peningkatan kas keluar (aktivitas pendanaan) signifikan untuk tujuan recovery kewajiban pembayaran kewajiban atau hutangnya dan beberapa waktu kedepan (Baca : harusnya) beban hutang dan terkait kewajiban PGAS akan berkurang.

Kesimpulan hasil dari melihat (Baca : menganalisis detail setiap pos – pos akun) PGAS maka jelas bahwa fundamental PGAS masih dalam fase recovery.

Di atas adalah review penulis mengenai PGAS saat harga PGAS masih dikisaran 1760/share dan tentu saja saat itu penulis masih “gencar” melakukan reminder (Baca : mengingatkan Anggota BLS via telegram bullrecommen.com untuk akumulasi PGAS di harga layak akumulasi sesuai kaidah Value Investing), dan … Yups ! saat review PGAS ini di publish via website bullrecommend.com harga saham PGAS sudah dikisaran 2480/share.

Selanjutnya apa yang menarik dari PGAS ini atau setidaknya di tahun 2018 saat ini ?. Let’s Chek it out !

PERTAMINA akan menguasai 57% saham PGN atau PGAS atau PT. Perusahaan Gas Negara Tbk.

Artinya Pertamina akan memiliki lebih dari separuh kepemilikan atas total keseluruhan saham PGAS yang artinya juga PERTAMINA akan punya kendali atas PGAS (Baca : Jika menurut prosentase kepemilikannya, namun jika dikaitkan dengan adanya saham Dwiwarna maka berbeda lagi kemungkinan ceritanya). Jadi, apakah ini membuat saham PGAS semakin menarik untuk kedepannya ?. Penulis bisa katakan tentu saja IYA dan akan membuat saham PGAS semakin menarik utamanya jika telah memiliki saham PGAS di kisaran harga 1700-an/share atau dibawahnya.

Lalu bagaimana jika saat ini belum memiliki saham PGAS sedangkan harga saham PGAS sudah dikisaran 2400-an ?. Simak dulu beberapa hal yang penulis uraikan di bawah ini :

Pertama, Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) soal Holding BUMN MIGAS maka Pertamina akan resmi memiliki 57% saham PGN atau PGAS. Kemudian, Pertamina akan menggabungkan PGN atau PGAS dengan PERTAGAS atau Pertamina Gas. Jadi secara sederhana urutannya akan seperti ini : Saham Pemerintah di PGN atau PGAS — 57%  Pertamina, kemudian setelah semua selesai di sinkronkan maka PERTAGAS  masuk ke PGN atau jadi satu struktur yang nantinya akan masuk dalam Subholding Gas (Catatan : Subholding di Pertamina rencanannya yaitu : Subholding Gas, Subholding Hulu, Subholding Pemasaran dan Subholding Pengolahan). Nah, positifnya tentu saja setelah PGAS dan PERTAGAS menjadi satu sektor SubHolding Gas dalam naungan Pertamina tentu saja hal ini akan sangat memudahkan setiap adanya proses kendali , kerjasama dan arah kebijakan kedepannya, ya sudah pasti ini akan mempermudah pencapaian setiap kinerja kedepannya.

Kedua, Penggabungan PGN atau PGAS dengan PERTAGAS akan dapat mengintegrasikan proyek dan infrastruktur lebih efisien dan efektif karena bisa dikerjakan bersama. Terutama pembangunan infrastruktur pipa gas untuk distribusi gas akan lebih terintegrasi. Khususnya bagi PGN atau PGAS maka akuisisi PERTAGAS oleh PGAS ini akan memperbesar asset PGAS atau PGN. Jadi seperti yang penulis uraikan di atas mengenai proyek – proyek PGN yang juga terkait dengan Pertamina akan lebih efesien dan efektif secara integrasi. Sebagai informasi bahwa beberapa proyek pipa gas PGN dan PERTAGAS yaitu [PGN atau PGAS] pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 KM, pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System ke Pulau Pemping, pipa gas bumi di Muara Karang – Muara Bekasi sepanjang 42 KM dan [PERTAGAS] pipa gas Gresik – Pusri sepanjang 176 KM, proyek pipa gas looping Gresik – Petrokimia Gresik sepanjang 70 KM, pipa gas Gresik – Semarang berkapasitas 267 KM serta Floating Storage Regassificationunit (FRSU) Cilacap. Mengenai panjang pipa untuk PGN atau PGAS lebih dari 7,450 KM hingga 3Q17/9M17 dan untuk PERTAGAS 2,000KM.

Ketiga, Anak perusahaan PGN atau PGAS semakin “menjanjikan” dalam perolehan sejumlah pekerjaan, seperti PT. Widar Mandripa Nusantara (WIDAR) yang telah sukses memasok listrik sebesar 3,3 megawatt (MW) ke kawasan pelabuhan PT. Terminal Teluk Lamong, Jawa Timur dan pengoperasian PLTMG di operasikan secara bertahap dimana pada Februari 2018 ini PLTMG akan (Baca : siap) beroperasi secara komersial. PT. Saka Energi Indonesia yang merupakan anak perusahaan PGN atau PGAS masih terus akan meningkatkan kinerja produksi yang diantaranya adalah akan dilakukannya pengeboran 8 sumur baru tahun 2018 di Blok Pangkah 8 sumur dan 2 sumur lainnya merupakan pengeboran sumur eksplorasi.

Keempat, Menyambut Lelang Blok Migas tahun 2018 (Catatan : mulai pertengahan Februari 2018) PGN atau PGAS melalui anak perusahaannya yaitu PT. Saka Energi Indonesia telah sukses memperoleh (Baca : memenangkan) Blok Pekawai dan Blok West Yamdena dari lelang Blok Migas tahap I/2017. Menariknya, lelang blok migas tahap II/2017 atau pada lelang Blok Migas tahun 2018 terdapat 40 wilayah kerja yang siap dilelang, namun Kementerian ESDM masih mengevaluasi prospek 15 wilayah kerja terminasi jadi terdapat 25 blok migas konvensional yang pasti akan di lelang pada 2018 ini, Penulis sangat yakin untuk lelang blok migas tahun 2018 akan bisa diperoleh oleh PGN atau PGAS melalui anak usahanya terutama dengan dibentuknya SubHolding Gas bersama dengan PERTAMINA dan tentunya PERTAGAS. Setidaknya lelang blok migas 2018 ini akan positif bagi PGAS jika bisa diperoleh dengan maksimal.

Kelima, Retracement Ekstrem harga saham PGN atau PGAS dimulai sekitar September 2017 lalu dari kisaran harga 2200/share hingga menginjak 1405/share sebelum akhirnya naik kembali di atas harga 2200/share, Menariknya jika dicermati retracement harga saham sekaliber PGAS ini [Catatan : PGAS adalah perusahaan yang telah berdiri lebih dari 1 abad atau 100 tahun lebih] saat itu lebih di sebabkan adanya Panic Selling para pelaku pasar saham akibat adanya “Dugaan Praktik Monopoli Dalam Penentuan Harga Gas Industri di Area Medan” yang mana hal tersebut ditindaklanjuti oleh KPPU pada saat itu. Artinya, seperti yang telah penulis sempat uraikan pada Ebook 3Q17/9M17 saham PGAS pada waktu lalu bahwa titik valuasi yang [Baca : Dimungkinkan] paling rendah berada dikisaran 2200-an, jadi lanjutan penurunan harga saham PGAS dari 2200/share hingga 1405/share adalah fase Panic Selling para pelaku pasar saham dan saat itu Penulis sempat melakukan reminder untuk melakukan akumulasi pada saham PGAS karena saat itu penurunan saham PGAS tidak lagi karena fundamentalnya namun lebih di sebabkan oleh faktor respon dari para pelaku pasar saham (Baca : Panic Selling).

Keenam, Pengadilan Negeri JakBar kabarnya membatalkan putusan KPPU yang menyatakan PGN atau PGAS bersalah karena melakukan praktik monopoli penjualan gas bumi di Medan, Sumatera Utara. Artinya, saat ini PGN atau PGAS telah “lepas” dari sentimen negatif yang membuat harga saham PGAS mengalami retracement ekstrem pada beberapa waktu lalu. Namun, kabarnya KPPU masih berupaya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung soal kasus ini. But, Penulis yakin mengenai soal ini nantinya harusnya tidak terlalu berdampak yang menyebabkan Panic Selling lanjutan di beberapa waktu kedepan.

Ketujuh, Akhirnya seperti yang penulis tunggu – tunggu mengenai kabar kali ini dan telah Penulis tuangkan pada Ebook 3Q17/9M17 beberapa waktu lalu (Catatan : Anda bisa membacanya pada poin kelima di bagian paling atas) yaitu saat ini menginjak tahun 2018 PGN atau PGAS mendapat penugasan pembangunan jaringan gas di 5 wilayah sesuai Kepmen ESDM Nomor 267 K/10/MEM/2018 dan Kepmen ESDM Nomor 268 K/10/MEM/2018 tanggal 25 Januari 2018. Pengembangan jaringan gas yang akan dilakukan PGAS ini berada di Kabupaten Bogor, Kota Cirebon dan Kota Tarakan. Tentu saja ini merupakan penugasan yang bernilai positif untuk PGAS.

Kedelapan, Proyek Indonesia Tengah yang di ikuti PGAS bersama konsorsium Pertamina dan Engie mulai bersiap pada seleksi tahap II yaitu penawaran komersial. Menariknya, tender Proyek Indonesia Tengah ini bisa senilai US$ 1 Miliar (Catatan : mengacu pada dana yang diperlukan). Proyek Indonesia Tengah ini termasuk proyek terbesar di dunia !, dimana setelah PJBG selesai maka akan dilanjutkan pembangunan infrastruktur di 10 lokasi. Dari adanya Proyek Indonesia Tengah ini terdapat potensi bisnis LNG yang bisa dikatakan bagus ! . So, Penulis dan Anda yang sudah melakukan akumulasi saham PGAS beberapa waktu lalu tentu tinggal menunggu kabar bahagia mengenai kelanjutan hasil tahapan tender Proyek Indonesia Tengah yang juga di ikuti oleh Konsorsium PGAS bersama Pertamina dan Engie ini.

Perlu diketahui bahwa Proyek Indonesia Tengah yang merupakan Fasilitas LNG Terbesar ini juga terkait dengan FRSU atau Floating Storage Regassificationunit yang artinya ini juga ada hubungannya dengan potensi pada LEAD atau PT. Logindo Samudramakmur Tbk. yang bisa Anda baca kembali di Ebook Kuartal 3Q17/9M17 [ Catatan : Khusus untuk Anggota bullrecommend.com ] dan Anda juga bisa memesan Ebook Kuartal ( disini ) .

Akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham PGAS masih menarik untuk di akumulasi BELI ?

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham PGAS ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham PGAS masih di kisaran <1800/share) ?.

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media.

 

 

 

 

(Visited 4,163 times, 1 visits today)

Comments are closed.