Valuasi Murah Saham SMDR dan 37 Terbesar dari 100 TOP Alphaliner di Dunia Serta Akuisisi Terminal Ditambah Galangan Kapal Baru SMDR (2017) : Bagaimana SMDR Dengan Kapal Eco-Design Selanjutnya (2018) ?
November 23, 2017
Pasca Penutupan IHSG 2017 di Level 6,355 dan Menyambut Pembukaan IHSG 2018, Apa Selanjutnya ?
December 31, 2017
Show all

Saham Sektor Perkapalan, Menarik (2018) ?

Selain sektor Infrastruktur atau Kontruksi dan juga sektor properti, sampai dengan akhir 2017 ini beberapa atau sebagian besar saham sektor perkapalan masih bisa dikatakan belum menunjukkan “perjalanan” harga sahamnya mencapai (Baca: setidaknya) ke harga wajarnya.

Tidak semua saham sektor perkapalan memiliki performa atau kinerja yang menarik atau punya potensi kinerja menarik, hal ini dikarenakan tentu saja tergantung pada rencana – rencana strategis serta keandalan manajemen dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada dan perubahan – perubahan kebijakan yang memang terkadang perlu untuk dilakukan.

Penulis menaksir di tahun 2018 nanti atau dengan kata lain sebagian di tahun 2017 ini (Catatan : meski sudah penghujung tahun 2017) adalah awal yang ideal untuk melakukan akumulasi beberapa saham pilihan dari sektor perkapalan.

Lalu, pertanyaannya adalah apa yang membuat saham sektor perkapalan menjadi menarik (2018) ? dan saham sektor perkapalan yang bagaimana yang ideal untuk masuk dalam portofolio saham investor value ?.

Let’s check it out !

Penulis bagi saham sektor perkapalan ini menjadi 2 type atau 2 jenis (catatan : pembagian jenis saham perkapalan penulis lakukan untuk mempermudah dalam penilaian potensi) yaitu saham perkapalan terkait energi (Baca : migas, CPO dan batubara) dan saham perkapalan non-energi (Baca : tidak terkait migas, CPO dan batubara atau kalaupun masih terkait maka tidak signifikan dan lebih dominan ke logistik, galangan dan terkait kepelabuhan).

Dari pembagian 2 jenis saham sektor perkapalan ini akan didapatkan beberapa hal – hal berikut :

  1. Saham perkapalan terkait energi tentu akan “sensitif” terhadap kebijakan pemerintah seperti peraturan menteri perdagangan atau kementerian, perpajakan, regulasi, insentif khusus dan sebagiannya. Selain itu juga akan “sensitif” terhadap harga komoditas terkait barang yang di angkut sebagai bentuk jasa angkutan kapal barang komoditi dalam hal ini harga minyak mentah dunia, harga gas alam, harga batubara dan harga CPO serta angkutan terkait energi lainnya.
  2. Saham perkapalan non-energi tentu juga akan “sensitif” terhadap kebijakan pemerintah seperti peraturan menteri perdagangan, perpajakan, regulasi, insentif khusus dan sebagiannya. Namun tidak “sensitif” terhadap harga komoditas tertentu (Baca : Dalam hal ini terkait komoditas energi).

Secara ringkas dari pembagian yang dilakukan penulis terhadap saham sektor perkapalan ini berarti ketika Anda memilih untuk memasukkan saham sektor perkapalan pilihan Anda, maka perhatikan 2 hal besar (Baca : Kebijakan terkait dan harga komoditas energi) di atas selain juga tentunya dari valuasi saham dan kinerja serta manajemen perusahaan yang sahamnya Anda miliki.

So, sekarang setidaknya Anda sudah tahu atau sudah mulai “menemukan” benang merah atau gambaran dari kenapa saham perkapalan bisa dikatakan menarik (2018) nanti atau mulai saat ini ?.

Yups, karena 2 hal besar (Baca : Kebijakan terkait dan harga komoditas energi) yang telah penulis uraikan di atas sebenarnya telah mulai ada atau “sedang eksis” (Baca : harusnya) dampak positifnya untuk perusahaan – perusahaan sektor perkapalan dan tentunya sahamnya saat ini.

Penulis akan uraikan 2 hal besar secara ringkas yang punya potensi dampak signifikan untuk saham sektor perkapalan setidaknya sampai dengan saat artikel ini ditulis, berikut :

Kebijakan Terkait (Catatan : seperti berupa peraturan pemerintah, perpajakan, insentif dan sebagainya) :

RPJMN (Baca : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) 2015 – 2019, dimana salah satu diantaranya 2014 s.d 2019 menegakkan poros maritim Indonesia. Beberapa hal yang membuat saham sektor perkapalan MENARIK adalah Potensi industri kapal dan jasa perawatan kapal (Baca : Galangan Kapal) sangat besar seiring dengan kebutuhan berbagai jenis dan ukuran kapal dengan proyeksi mencapai 1,000 unit per tahun, Kemampuan galangan kapal saat ini baru mencapai 200-300 unit per tahun, Jumlah docking kapal saat ini selitar 250 unit yang terkonsentrasi di Jawa dan Batam, Diperlukan pembangunan Galangan Kapal Baru yang berteknologi canggih dan effisien di wilayah yang tersebar dan beberapa atau sebagainya.

Data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, mulai tahun 2015 hingga tahun 2019, pengadaan kapal baik ukuran besar hingga kapal pelayaran rakyat. (Catatan : Kutipan 18/11/2014).

  • Tahun 2015, Akan ada penambahan 10 kapal berukuran 15,000 DWT berkapasitas 1,000 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 2,5 triliun. Penambahan kapal perintis sebanyak 8 unit berkapasitas 208 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 1,2 triliun dan penambahan kapal pelayaran rakyat sebanyak 50 unit, nilai investasi sekitar IDR 2,5 triliun.
  • Tahun 2016, Akan ada penambahan 10 kapal berukuran 15,000 DWT, nilai investasi sekitar IDR 2,5 triliun. Penambahan kapal perintis sebanyak 7 unit berkapasitas 208 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 1,1 triliun dan penambahan kapal pelayaran rakyat sebanyak 100 unit, nilai investasi sekitar IDR 5 triliun.
  • Tahun 2017, Akan ada penambahan 12 kapal berukuran 40,000 DWT, nilai investasi sekitar IDR 5,4 triliun. Penambahan kapal perintis sebanyak 4 unit berkapasitas 208 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 640 miliar, penambahan kapal pelayaran rakyat sebanyak 120 unit, nilai investasi sekitar IDR 6 triliun dan penambahan kapal container sebanyak 9 unit berukuran 15,000 DWT, nilai investasi IDR 2,25 triliun.
  • Tahun 2018, Akan ada penambahan 9 kapal berukuran 15,000 DWT, nilai investasi sekitar IDR 2,25 triliun. Penambahan kapal perintis sebanyak 4 unit berkapasitas 208 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 640 miliar, penambahan kapal pelayaran rakyat sebanyak 130 unit, nilai investasi sekitar IDR 6,5 triliun dan penambahan kapal container sebanyak 12 unit berukuran 40,000 DWT, nilai investasi IDR 5,4 triliun.
  • Tahun 2019, Akan ada penambahan 8 kapal berukuran 15,000 DWT, nilai investasi sekitar IDR 2 triliun. Penambahan kapal perintis sebanyak 3 unit berkapasitas 208 TEUs, nilai investasi sekitar IDR 480 miliar, penambahan kapal pelayaran rakyat sebanyak 100 unit, nilai investasi sekitar IDR 5 triliun dan penambahan kapal container sebanyak 13 unit berukuran 40,000 DWT, nilai investasi IDR 5,8 triliun.

Sehingga total periode 2015 – 2019 akan ada 46 Kapal 15,000 DWT senilai IDR 11,5 triliun, 37 Kapal 40,000 DWT senilai IDR 16,65 triliun, 26 Kapal Barang 208 TEUs senilai IDR 4,1 triliun dan 500 Kapal Pelayaran Rakyat senilai IDR 25 triliun untuk 609 kapal di periode tersebut.

Fasilitas insentif yang diberikan untuk industri galangan kapal (Catatan : Perlu diketahui industri galangan kapal di Batam mendapat banyak insentif pemerintah seperti Bea Masuk nol persen, PPN nol persen dan industri galangan kapal juga diperbolehkan mengimpor langsung komponen kapal dari luar negeri) di seluruh wilayah Indonesia. Insentif fiskal antara lain revisi dari PPN untuk industri galangan kapal yang di atur dalam PP 52 tahun 2011.

Paket Kebijakan Ekonomi XV yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu tentu punya potensi besar memberikan manfaat dan peluang pasar untuk sektor perkapalan. Selain itu juga terdapat insentif 0% Bea Masuk Impor 115 jenis suku cadang dan komponen kapal laut.

Selanjutnya yang tidak kalah menarik sebagai bagian dari Kebijakan Terkait sektor perkapalan adalah Permendag 82/2017 yaitu kewajiban kegiatan ekspor CPO dan batubara menggunakan angkutan laut nasional. Hingga di tahun 2016 penggunaan kapal asing pada ekspor dan impor masih berperan sangat signifikan yaitu sebesar 93,7% sedangkan kapal nasional atau berbendera merah putih masih hanya 6,4%. Artinya jika nantinya peraturan kewajiban kegiatan ekspor CPO dan batubara menggunakan angkutan laut nasional telah berjalan penuh maka bukan tidak mungkin industri atau sektor perkapalan akan memberikan hasil kenaikan yang sangat pesat atau signifikan (Catatan : Potensi hasil dari peraturan ini tertuang dalam LK perusahaan sektor perkapalan logikanya tentu setelah tahun 2017 ini atau mulai 2018 nanti).

Harga Komoditas Energi (Catatan : harga minyak dan gas, harga CPO dan harga batubara) :

Aspek signifikan yang dapat mempengaruhi kinerja saham sektor perkapalan adalah komoditas energi, khususnya untuk saham sektor perkapalan energi (Baca : jasa angkut komoditas energi).

Harga batubara (Catatan : acuan NewCastle Coal) saat artikel ini ditulis berada dikisaran US$ 100,25 PMT. Artinya harganya telah melonjak hampir 100% sejak awal 2016 lalu dan merupakan yang tertinggi sejak 2013 lalu. Perlu diketahui bahwa harga batubara dunia pernah hampir mencapai US$ 140 PMT pada tahun 2011 dan tentu saja saham – saham sektor energi khususnya batubara dan saham – saham yang bidang bisnisnya terkait komoditas batubara pada saat itu harga sahamnya melejit sangat tinggi [Catatan : Anda bisa lihat historical price atau kinerja PTRO (jasa kontraktor energi), MBSS (jasa angkut energi) dan sebagainya]. Jadi, bukan tanpa alasan jika harga komoditas batubara (Baca : energi) ini merupakan salah satu hal besar yang berpotensi berpengaruh signifikan untuk kinerja saham – saham sektor perkapalan terkait energi (Baca : jasa angkut komoditas energi / batubara).

Harga minyak mentah dunia (Baca : Crude Oil Price) saat artikel ini ditulis berada dikisaran US$ 58,05 Pbr. Artinya harganya telah melonjak di atas 100% sejak awal 2016 (Baca kuartal 1 ; tahun 2016) lalu dan merupakan yang tertinggi sejak akhir – akhir 2015 lalu. Meski harga minyak mentah dunia belum naik cukup signifikan hingga menyentuh kisaran US$ 100 Pbr seperti pada tahun 2012-2013 lalu namun kenaikan di atas 100% dalam kurun waktu hampir 2 tahun ini cukup membuat efek positif (Baca : harusnya) untuk saham – saham sektor energi khususnya minyak mentah dunia dan saham – saham yang bidang bisnisnya terkait minyak mentah dunia. Sebagian besar untuk perusahaan sektor perkapalan yang bidang bisnisnya terkait energi biasanya tidak lepas dari 2 komoditas yaitu batubara dan / atau minyak mentah dunia. Sekali lagi bahwa bukan tanpa alasan jika harga minyak mentah dunia (Baca : energi) ini merupakan salah satu hal besar yang berpotensi berpengaruh signifikan untuk kinerja saham – saham sektor perkapalan terkait energi (Baca : jasa angkut komoditas energi / migas).

Harga CPO (Baca : Crude Palm Oil) saat artikel ini ditulis berada dikisaran MYR 2,402 /Ton. Artinya harganya telah melonjak sekitar 20% sejak awal 2016 (Baca kuartal 1 ; tahun 2016) lalu. Meski harga CPO belum naik cukup signifikan atau kenaikannya belum bisa dikatakan se “bombastis” harga batubara namun kenaikan harga CPO tentu saja cukup membuat efek positif (Baca : harusnya) untuk saham – saham sektor energi khususnya CPO dan saham – saham yang bidang bisnisnya terkait CPO atau Crude Palm Oil. Penulis melihat bahwa efek kenaikan harga komoditas CPO lebih bagus untuk industri terkait (Baca : jasa angkut komoditas CPO-nya ketimbang perusahaan produsen CPO itu sendiri), tentu saja maksud penulis adalah kecepatan efeknya terutama di harga sahamnya. Hal ini dikarenakan meski harga CPO naik tinggi pada saat itu di pasaran namun belum masa panen atau ada masa dimana produsen harus melewati fase dari pemanenan untuk sawit itu sendiri. But, Sekali lagi bahwa bukan tanpa alasan jika harga komoditas CPO (Baca : energi) ini merupakan salah satu hal besar yang berpotensi berpengaruh signifikan untuk kinerja saham – saham sektor perkapalan terkait energi (Baca : jasa angkut komoditas CPO).

Setelah 2 hal besar atau lebih tepatnya signifikan secara ringkas telah penulis uraikan tentang menariknya saham sektor perkapalan saat ini maka selanjutnya tentu saja yang membuat saham – saham perusahaan sektor perkapalan menarik adalah valuasi yang masih murah (Catatan : namun tidak murahan), hasil kinerja yang ideal dan selanjutnya adalah aksi korporasi dari perusahaan perkapalan tersebut.

Dimana secara lebih detail dan sederhana dapat dilihat dari beberapa rasio keuangan perusahaan perkapalan seperti Price to Book Value dan Price to Earnings dan sebagainya (Baca : valuasi), Return on Equity, Net Profit Margin, Return on Investments VS Debt to Equity Ratio dan sebagainya (Baca : kinerja) serta Aksi Korporasi perusahaan seperti Akuisisi, Rights Issue, Stock Split, Diversifikasi Lini Bisnis, Divestasi Lini Bisnis dan sebagainya.

Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah 2 hal besar tersebut (Baca : Kebijakan Terkait dan Harga Komoditas Energi) bisa menjadi BenchMark untuk setidaknya tahu timing atau waktu yang ideal untuk tetap atau masih menjadikan saham sektor perkapalan sebagai salah satu kelompok saham pilihan bagi investor khususnya value investor.

Praktisnya jika memiliki saham sektor perkapalan terkait energi maka acuannya (Catatan : sebagai bentuk kaidah value investing maka prinsip konservaif tentu ada) adalah jika dan hanya jika harga batubara dunia (Baca : khususnya NewCastle Coal) tidak jatuh dibawah US$ 80 PMT (Catatan : setidaknya masih di atas US$ 70 PMT) atau harga minyak mentah dunia (Baca : Crude Oil Price) tidak jatuh dibawah US$ 55 Pbr maka selama itu juga asalkan valuasi masih murah dan kinerja masih berpotensi akan bagus tentu dengan melihat aksi korporasi yang akan dilakukan maka saham perusahaan sektor perkapalan terkait energi (Baca : batubara ataupun minyak mentah dunia) masih ideal untuk di hold setelah dilakukan akumulasi pada valuasi yang tentunya dimungkinkan paling UnderValue pada saat itu (catatan : tentu saja formula ini tidak serta – merta berlaku untuk semua saham perkapalan karena tergantung dari bagaimana aksi korporasi atau kinerja perusahaan tersebut selanjutnya).

Sebenarnya sampai dengan penghujung tahun 2017 ini beberapa atau sebagian saham sektor perkapalan masih cukup banyak yang memiliki valuasi undervalue dan kinerja yang berpotensi akan membaik (catatan : hal ini bisa dipelajari dari aksi korporasi yang tengah dan akan dilakukan dengan membandingkan realisasi aksi korporasi perusahaan tersebut di tahun – tahun sebelumnya untuk menilai kinerja program manajemen).

Posisi saham – saham sektor perkapalan saat ini sebagian hampir sama seperti posisi saham – saham sektor energi atau batubara pada 2015 lalu atau sebelum awal 2016, dimana posisinya (Baca : valuasi atau tingkat harga sahamnya) masih di titik terendah atau UnderValue sebelum akhirnya menyesuaikan ke valuasi wajarnya dengan berjalannya mekanisme transaksi di pasar modal dan naiknya harga komoditas batubara dunia.

Saham sektor perkapalan seperti MBSS, BULL, SOCI, LEAD dan SMDR (catatan : Anda bisa melihat daftar saham perkapalan pilihan di telegram BLS) secara serentak masih memiliki valuasi (Baca : PBV) dibawah 0,40x [nol koma empat puluh kali] saat artikel ini ditulis atau saat IHSG di level 6221,013. Tentu saja valuasi tersebut menarik karena bisa dikatakan UnderValue, namun menariknya lagi di saat valuasi saham – saham perkapalan tersebut UnderValue pada saat itu juga dibarengi dengan 2 hal besar (Baca : Kebijakan Terkait dan Harga Komoditas Energi) yang posisinya tentu mendukung kinerja dan hasil perusahaan perkapalan tersebut nantinya. Tidak hanya itu, pada saat artikel ini ditulis perusahaan – perusahaan perkapalan seperti MBSS, BULL, SOCI, LEAD dan SMDR tengah melakukan sejumlah aksi korporasi yang positif untuk beberapa waktu kedepan.

Anda bisa membaca analisis terkait saham MBSS (disini), SMDR (disini), BULL (Via Telegram BLS) dan SOCI (Via Telegram BLS).

Penulis telah sampaikan sebelumnya bahwa tidak semua saham – saham sektor perkapalan memiliki valuasi (Baca : PBV) yang UnderValue saat artikel ini ditulis. Seperti saham TAMU, HITS, SHIP dan TMAS (Catatan : dan beberapa saham lainnya) yang telah memiliki valuasi (Baca : PBV) di atas 1,0x [satu koma nol kali] atau bahkan ada yang di atas 10,0x [sepuluh koma nol kali]. Tentu saja dalam value investing saham – saham yang memiliki valuasi di atas harga pasar atau lebih tinggi dari sektor sejenis atau bahkan melebihi harga wajarnya akan kurang atau tidak menarik jika di akumulasi saat OverValue tersebut.

Jadi, apakah Anda telah menemukan “benang merah” dari apa yang membuat saham sektor perkapalan ini menjadi menarik (2018) ? dan apakah Anda setidaknya telah mengetahui saham sektor perkapalan yang bagaimana yang ideal untuk masuk dalam portofolio saham investor value saat ini ?.

Sebagai tambahan khususnya untuk saham – saham sektor perkapalan non-energi khususnya bisnis perkapalan dan logistik, Anda bisa melihat performa bisnisnya dari 100 TOP Alphaliner [disini] .

Jika Anda tertarik dan berencana untuk melakukan akumulasi saham – saham sektor perkapalan (catatan : saham sektor perkapalan pilihan terbaik sesuai kaidah value investing di harga latak akumulasi), maka Anda bisa membaca artikel ini berulang kali dan pelan – pelan mulai dari awal sampai akhir, hingga Anda mengerti atau memahami RISK and REWARD memiliki saham sektor perkapalan saat ini. Sebagai catatan penting bahwa fluktuasi harga saham dikesampingkan dalam penilaian kinerja perusahaan sesuai kaidah value investing.

[Artikel atau ulasan ini ditulis saat IHSG berada di level 6221,013]

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lengkap untuk saham – saham berpotensi, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media.

(Visited 8,802 times, 5 visits today)

Comments are closed.