Surya Esa Perkasa : Bisnis LPG & Ammonia Dengan Teknologi Paling Mutakhir di Dunia :: Saham ESSA Menarik (2018) ?

Dyandra Media International : Bisnis Event, Convention and Exhibition di Era Digital Agency :: Saham DYAN Menarik (2018) ?
September 28, 2018
Kino Indonesia : UnderValue, Fundamental Recovery, Cost Efficiency and Income Optimization :: Saham KINO Menarik (2018) ?
October 19, 2018
Show all

Surya Esa Perkasa : Bisnis LPG & Ammonia Dengan Teknologi Paling Mutakhir di Dunia :: Saham ESSA Menarik (2018) ?

Menariknya saham ESSA ? : Mulai dari hasil fundamental MENARIK [Baca : ditunjukkan pada LK 2Q18/1H18 ESSA], ekspansi pabrik Ammonia pertama di Indonesia oleh swasta domestik dengan teknologi Ammonia paling mutakhir di dunia atau KBR [Baca : Reforming Exchanger System and Purifier] yang mampu memproduksi Ammonia paling efisien, valuasi saham ESSA yang masih bisa dikatakan UnderValue serta potensi dan “jaminan” dari pembeli utama produk Ammonia ESSA yaitu Mitsubishi Corporation – Jepang, maka Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk memiliki saham ESSA ?

Apakah harga saham ESSA sanggup mencapai ke >300/share ?.

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit (sebelum harga sahamnya sempat retracement ekstrem akibat panic selling effect pada awal pekan bulan Juli tahun 2018) tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham KOBX yang bisa Anda baca [ disini ], saham IMAS yang bisa Anda baca [ disini ], saham POLY yang bisa Anda baca [ disini ], saham SMCB yang bisa Anda baca [ disini ], saham MAIN yang bisa Anda baca [ disini ], saham DYAN yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham ESSA di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham ESSA maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Perlu Anda ketahui bahwa saham ESSA ini telah diberikan Reminder Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap menjelang harga saham ESSA retracement ekstrem hingga di kisaran 206/share dan tentunya diberikan lebih dulu via Telegram BullRecommend LS sejak menjelang kuartal III tahun 2018 [Baca : awal September 2018] oleh BullRecommend.

Hasil analisis [terbatas] saham ESSA ini di publish via Website BullRecommend September 2018. Tentunya Ebook Review analisis saham ESSA telah di publish lebih dulu secara RealTime via email.

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI saham ESSA secara bertahap di harga <230/share pada Tanggal 24 Agustus 2018 s.d 04 September 2018 (Setiap / selama harga saham ESSA di harga layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

         

[Screenshot Reminder Akumulasi BELI saham ESSA Agustus 2018 dan September 2018]

[saat harga saham ESSA masih di harga <230/share]

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 2Q18/1H18 saham ESSA yang telah terbit beberapa waktu lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

[Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [2Q18/1H18] saham ESSA ini terbit lebih dulu via email dan ditulis sejak harga saham ESSA berada dikisaran 202/share. [Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham ESSA telah diberikan terlebih dahulu via Telegram BullRecommend LS saat harga saham ESSA masih berada di harga layak akumulasi]

Saham selanjutnya yang Penulis pilih karena menarik untuk masuk dalam saham pilihan referensi bullrecommend.com ialah terkait dengan “urusan dapur” masyarakat Indonesia kebanyakan atau terkait produk gas LPG tabung 3kg dan gas LPG tabung 12 kg, saham apakah yang Penulis maksud ?.

Yups, saham PT. Surya Esa Perkasa Tbk. dengan kode saham ESSA. Lalu, pertanyaannya, secara detail saham perusahaan apakah ESSA ?.

PT. Surya Esa Perkasa Tbk. adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan gas bumi untuk menghasilkan produk LPG dan kondensat. SEP atau ESSA memiliki dan mengoperasikan kilang bahan bakar gas cair domestik (LPG) yang merupakan kilang terbesar kedua milik swasta di Indonesia. ESSA atau SEP mengutamakan penjualan ke dalam negeri dalam bentuk gas LPG tabung 3 kg dan tabung 12 kg.

ESSA atau SEP juga telah mengambil saham mayoritas dalam proyek Amoniak PT. Panca Amara Utama, yang mana saat ini tengah mulai beroperasi atau terus dikembangkan.

Jadi, apa yang membuat saham ESSA menarik sehingga layak masuk dalam daftar saham pilihan atau Ebook Kuartal 2Q18/1H18 setidaknya saat review ini ditulis ?.

Let’s chek this out !

Yaitu beroperasinya pabrik ammonia milik ESSA atau SEP via PAU atau PT. Panca Amara Utama di tahun 2018 ini, meski produksi belum 100% namun beroperasinya pabrik ammonia ESSA menjelang akhir tahun 2018 merupakan “acuan” kinerja SEP atau ESSA di tahun 2019 bahkan tahun berikutnya.

Perlu untuk diketahui dahulu bahwa pembangunan Pabrik Ammonia milik SEP atau ESSA via PAU diresmikan sejak bulan Agustus tahun 2015 lalu dan berjalan hingga pertengahan tahun 2018 dimana nilai yang di investasikan atas pabrik ammonia tersebut sebesar IDR US$ 830 juta atau setara dengan IDR 12 triliun [Catatan : menggunakan kurs IDR 14,800/US$].

Lebih jelasnya lagi, Pabrik Ammonia ini dimiliki ESSA atau SEP secara tidak langsung melalui investasi atau kepemilikan saham di PT. Sepchem sebesar 60% dimana PT. Sepchem sendiri berhak atas kepemilikan saham sebesar 59,31% di PT. Panca Amara Utama atau PAU. Selain itu, secara langsung ESSA atau SEP juga memiliki saham PAU sebesar 0,69%. Secara ringkas, tentu saja hasil dari Pabrik Ammonia tentu juga akan “masuk” sebagai pendapatan ESSA atau SEP. So, mulai saat ini jika Penulis menyebut PAU maka itu sebenarnya sama juga dengan Penulis menyebut ESSA atau SEP, utamanya dalam review Penulis berikut ini.

Penulis yakin tidak banyak mungkin yang tahu atau mau tahu bahwa pembangunan pabrik Ammonia milik PAU atau juga ESSA tersebut bisa dikatakan sangat “luar biasa”. Hal tersebut ditunjukkan dimana PAU bekerjasama dengan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia yaitu PT. Rekayasa Industri dalam proses kontruksi pabrik yang menggunakan teknologi Ammonia paling mutakhir di dunia atau KBR Reforming Exchanger System dan Purifier yang mampu memproduksi Ammonia paling efisien ! . Teknologi tersebut adalah aplikasi yang pertama di dunia dan tentunya menempatkan Indonesia di jajaran depan produksi Ammonia secara global !

Pabrik Ammonia yang nantinya beroperasi 100% [Catatan : saat ini atau menjelang kuartal 3 ; tahun 2018 masih beroperasi 80%] akan menghasilkan kapasitas produksi Ammonia sebesar 700,000 MT / tahun. Menariknya, Pabrik Ammonia tersebut tentu harusnya akan memberikan dukungan kenaikan kinerja fundamental ESSA, but tentu saja hasil secara obyektif perlu di konfirmasi melalui kinerja yang tercermin pada laporan keuangan per kuartal kedepannya. Terlebih lagi, PAU telah mengukir sejarah baru di Indonesia dengan memiliki pabrik Ammonia pertama di Indonesia oleh swasta domestik.

Berdasarkan hasil laporan keuangan 2Q18/1H18 [Catatan : silahkan baca dibawah bagian kinerja fundamental ESSA] dan kuartal sebelumnya, pendapatan utama ESSA di kontribusi dominan dari bisnis utama segmen penjualan LPG setelah itu jasa pengolahan. Perlu di garis bawahi bahwa dari kedua segmen bisnis uatam ESSA tersebut, ESSA sudah cukup signifikan menunjukkan adanya fundamental recovery yang cukup menarik.

Bagaimana jika kedepan atau tahun depan [Baca : mulai akhir 2018 hingga tahun 2019 sampai kedepannya] ESSA di “dukung” oleh hasil Penjualan Ammonia yang produksi nya 100% penuh bisa dihasilkan ?. Yups, tentu saja menarik !

Terlebih segmen hasil Penjualan Ammonia akan menopang 70% lebih pendapatan ESSA yang mana sebelumnya pendapatan ESSA 80%-an lebih ditopang dari Penjualan LPG dan Jasa Pengolahan.

But, jika di analisis lebih mendalam maka Pabrik Ammonia yang tentu nantinya akan memproduksi Ammonia sebesar 700,000 MT / tahun milik ESSA tersebut tidak atau belum tentu menjadi suatu “jaminan” akan memberikan hasil pendapatan atau laba pada ESSA jika hasil produksi Ammonia tersebut tidak terjual secara penuh, efisien dan optimal.

Lalu, apakah manajemen ESSA “salah perhitungan” dalam memutuskan untuk ekspansi pabrik Ammonia ?, Jawabannya ternyata tidak.

Yups, Mitsubishi Corporation – Jepang akan menjadi pembeli utama produk Ammonia dari ESSA yang mana nantinya akan di jual kembali oleh Mitsubishi Corporation – Jepang ke pihak lain.

[Chemicals Group – Mitsubishi Corporation] – sumber : google.com

Kenapa Penulis perlu tekankan dulu di Mitsubishi Corporation – Jepang ?, karena pembeli saat ini masih PT. Saturna Prima. Penulis bukan sedang underestimate namun kenyataannya jika pembelinya [Baca : produk Ammonia] belum atau tidak ada yang premium atau dominan maka tentu tidak mudah bagi ESSA via PUA memutuskan untuk ekspansi dalam “bentuk” pabrik Ammonia nya. Dari hal tersebut [Baca : perolehan pembeli utama Ammonia oleh Mitsubishi Corporation – Jepang] menunjukkan bahwa manajemen ESSA atau PUA punya kualitas dan pengalaman yang bagus dalam pengambilan keputusan utamanya investasi lebih dalam yaitu ekspansi.


Perlu untuk sedikit Penulis uraikan bahwa Mitsubishi Corporation – Jepang memiliki group perusahaan di bidang kimia dimana terbagi menjadi 3 segmen yaitu segmen petrokimia, segmen kimia dasar dan segmen life sciences. Produk Ammonia seperti yang diperoleh dari ESSA oleh Mitsubishi Corporation ditangani di segmen Kimia Dasar.

Pada segmen kimia dasar Mitsubishi Corporation – Jepang, gas alam digunakan sebagai bahan baku Ammonia [Catatan : jadi jangan heran jika produk – produk dari ESSA juga erat kaitannya dengan LPG selain Ammonia. Dimana jika di dalam perusahaan Mitsubishi Corporation – Jepang kedua produk tersebut hanya bagian “kecil” dari produk – produk bisnis group perusahaan. Penulis harap Pembaca sudah mulai memahami seberapa besar bisnis dari Mitsubishi Corporation – Jepang ini. So, cukup tenang jika Mitsubishi Corporation – Jepang menjadi Premium Buyer dari produk Ammonia ESSA] serta dihubungkan dengan klor-alkali dan PVC yang digunakan untuk suku cadang otomotif, konstruksi dan infrastruktur. Tentu saja kebutuhan dari produk yang di produksi oleh Mitsubishi Corporation – Jepang untuk menjangkau perdagangan dan pangsa pasar secara global. Hal tersebut juga cukup menjelaskan bahwa produk Ammonia [Catatan : dari ESSA tanpa atau dengan di olah kembali] nantinya akan di jual kembali oleh Mitsubishi Corporation – Jepang ke pihak lain.


Hal lain yang tidak kalah penting untuk Penulis tekankan adalah soal Stock Split [Catatan : di tahun 2017] dan Right Issue [Catatan : di tahun 2018] yang telah dilakukan oleh ESSA.

Saham ESSA telah sempat dilakukan SS atau Stock Split dengan rasio 1 : 10 sehingga setiap saham senilai IDR 100 per saham menjadi IDR 10 per saham. Tentu saja dampak dari SS tersebut membuat tingkat likuiditas perputaran saham ESSA menjadi lebih liquid, artinya dampak tersebut bisa dikatakan menarik untuk saham ESSA.

Namun, dampak SS atau Stock Split ini jika secara historical tidak diketahui atau tidak di pahami dahulu oleh investor maka bisa jadi tanpa disadari investor tersebut akan beranggapan bahwa harga saham ESSA di yang berada di kisaran ratusan IDR per saham akan di anggap terlalu MURAH ketimbang perusahaan satu sektoral. Dari hal ini maka yang ingin Penulis sampaikan adalah pentingnya penilaian secara valuasi saham ESSA, dimana beruntungnya memang meski harga saham ESSA telah sempat dilakukan SS namun tenyata valuasi nya masih bisa dikatakan cukup undervalue [Catatan : dengan mempertimbangkan ekspansi yang tengah dilakukan ESSA dan adanya fundamental recovery] setidaknya hingga saat review ini ditulis.

Selain melakukan SS atau Stock Split, ESSA juga telah melakukan aksi korporasi berupa Right Issue dimana pada RI tersebut ESSA telah menerbitkan 3,3 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal IDR 10 per saham atau sebesar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh ESSA, dimana harga pelaksanaan per 1 saham baru sebesar IDR 150.

Pertanyaannya, apakah aksi RI yang dilakukan ESSA berdampak menarik bagi kinerja ESSA kedepannya ?, jawabannya tergantung tujuan dari RI tersebut.

Ternyata, tujuan dari Right Issue ESSA tersebut adalah guna perolehan dana segar untuk peningkatan investasi ESSA pada anak usahanya yaitu PT. Panca Amara Utama yang mana dapat digunakan oleh PAU untuk penyelesaian poyek pembangunan pabrik Ammonia.

So, Let’s see !

Seperti yang Penulis sering tekankan bahwa aksi korporasi yang bertujuan untuk ekspansi bisnis perusahaan maka keputusan atas tindakan tersebut bisa dinilai positif dengan metode Value Investing !

Kenyataannya bahwa saat ini pabrik Ammonia ESSA telah beroperasi dan memiliki nilai tambah dalam meningkatkan penghasilan atau pendapatan ESSA via PAU.

Kesimpulannya, ESSA memiliki potensi kinerja yang menarik. But, perlu untuk make sure atau memastikan konsistensi dari peningkatan kinerja yang tercermin pada fundamental ESSA di Laporan Keuangan kuartalan selanjutnya.

So, dengan fundamental yang mulai menunjukkan adanya hasil kinerja menarik, beroperasinya pabrik ammonia yang akan di dukung oleh penjualan utama kepada Mitsubishi Corporation – Jepang dan valuasi saham ESSA yang masih bisa dikatakan UnderValue hingga saat review ini ditulis maka :

apakah harga saham ESSA akan mampu naik cukup tinggi dari harga sahamnya saat ini ?.” [Catatan : saat review saham ESSA ini ditulis, harga sahamnya berada di kisaran 202/share].

Let’s see the market ! [Catatan : selengkapnya hanya ada di Ebook Kuartalan bullrecommend.com].

Berikut poin – poin signifikan Kinerja Keuangan (Fundamental) dari ESSA jika di komparasi secara YOY (Year on Year) menggunakan Laporan Keuangan 1H17 vs 1H18.

Laba yang dihasilkan ESSA masih bersumber dari bisnis utama perusahaannya, dimana peningkatan pendapatan meningkat signifikan merata di semua segmen bisnis utama ESSA yaitu pendapatan dari Penjualan Elpiji, Jasa Pengolahan dan Penjualan Amonia yang secara berturut naik sebesar 27% (YOY), 100% (YOY) dan 100% (YOY) [catatan : pendapatan dari Jasa Pengolahan dan Penjualan Amonia di tahun lalu tidak ada].

Dalam hasil perolehan Laba Sebelum Pajak (EBT), Kenaikan Laba sebelum Pajak bisa dikatakan MENARIK. Meski terdapat kenaikan Beban Operasional dari Beban Umum dan Administrasi sebesar 36% (YOY), namun kenaikan tersebut tidak cukup bisa dikatakan signifikan jika dibandingkan dengan Pendapatan Utama perusahaan atau dalam hal ini ESSA.

Selebihnya, tidak ada pos – pos pada komponen penyusun hasil Earning Before Tax yang menunjukkan perubahan kenaikan atau penurunan signifikan lainnya. Artinya, kenaikan EBT masih pure hasil kontribusi dari peningkatan signifikan Pendapatan Usaha utama dan penekanan efisiensi Biaya Utama ESSA.

Tentu saja hasil tersebut menunjukkan kinerja ESSA MENARIK setidaknya hingga saat ini.

Perubahan pada Investing Cash Flow saham ESSA menunjukkan dimana pengeluaran kas nya masih dominan digunakan untuk Perolehan Asset Tetap yang berkontribusi sebesar 99% dari total Arus Kas Bersih Yang digunakan Aktivitas Investasi. Artinya, ESSA mengalihkan dana kas nya untuk di ubah menjadi asset yang tentu berguna sebagai bentuk rencana strategis jangka menengah hingga panjang untuk peningkatan kinerja kedepannya.

Jadi, perubahan pada Investing Cash Flow saham ESSA pada 2Q18/1H18 menunjukkan adanya aktivitas bertujuan investasi yang tentu punya nilai hasil untuk beberapa waktu kedepan.

Selanjutnya, Perubahan pada Financing Cash Flow saham ESSA tidak signifikan atau bisa dikatakan menunjukkan indikator secara khusus karena perubahan yang tipis sekali.

Penulis tetap perlu menguraikan dari pos – pos yang ada pada Financing Cash Flow ESSA dimana sebenarnya 42% dari total seluruh dana yang diterima pada Cash Flow 2Q18/1H18 saat ini diperoleh dari Penambahan Saham yaitu HMETD dan anak perusahaan dari pihak non-pengendali.

Penerimaan dana sisanya berasal dari Penerimaan Hutang. Menariknya pada pos Penerimaan Hutang dari Institusi Keuangan menunjukkan penurunan sebesar 38% (YOY) dibarengi dengan peningkatan peningkatan Pembayaran Hutang Bank sebesar 2,933% ! (YOY).

Tentu saja hasil perubahan pada Financing Cash Flow ESSA menunjukkan indikator yang tidak buruk karena sebagian dana yang diterima bukan seluruhnya berasal dari hutang yang dapat meningkatkan resiko bunga hutang, melainkan juga berasal dari penerbitan atau penambahan saham baru. Selain itu, ESSA juga masih menunjukkan upaya pengolahan Financing yang cukup bagus ditunjukkan dengan adanya peningkatan signifikan pada pos Pembayaran Hutang Bank secara (YOY).

Kesimpulannya ESSA mulai menunjukkan fundamental yang menarik setidaknya hingga sampai dengan Ebook review 2Q18/1H18 ini ditulis (Catatan : Saat Ebook Kuartalan 2Q18/1H18 saham ESSA ditulis harga saham ESSA masih dikisaran 202/share) dan terutama dengan adanya segmen pendapatan baru dari Ammonia serta selama ESSA masih mampu menjaga efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan dari seluruh segmen bisnis utama ESSA. But, Let’s see !

Di atas adalah review analisis Penulis via Ebook Kuartalan (2Q18/1H18) saham ESSA. Yups ! saat review saham ESSA ini di publish via website bullrecommend.com harga saham ESSA sudah dikisaran 270/share [per 30 September 2018].

So, setelah tahu opportunity adanya potensi dari segmen pendapatan baru [Baca : Ammonia yang akan lebih dominan dan signifikan] Ammonia, efisiensi biaya serta optimalisasi pendapatan dari seluruh segmen bisnis utama ESSA, valuasi saham ESSA yang masih UnderValue dan ESSA yang mulai menunjukkan fundamental yang menarik maka akhirnya sampai pada suatu kesimpulan yang tentu berujung jawaban dari suatu pertanyaan, Apakah saham ESSA masih menarik untuk di akumulasi BELI ?.

Apakah Anggota/Members BLS telah JUAL saham ESSA ini setelah harga sahamnya naik (Sejak di berikan Reminder / Disclousure nya via Telegram BullRecommend LS untuk melakukan Akumulasi BELI/HOLD saat harga saham ESSA masih di kisaran <202/share) ?.

Apakah harga layak akumulasi saham ESSA masih sama atau masih layak di Upgrade setelah melihat hasil LK terbaru nya ?

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Beberapa Charting TrendFollower NOT SwingTrading bisa Anda lihat disini : Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber(Berita Terkait) diolah dari berbagai media

(Visited 1,943 times, 1 visits today)

Comments are closed.