Unilever Indonesia : Intrinsic Value and Margin of safety :: Saham UNVR Investasi Jangka Panjang ?

Astra Otoparts : UnderValue & Ekspansi, Hingga Kebijakan Kendaraan Listrik ? :: AUTO, Good or Bad ?
December 11, 2018
Jasa Marga : Peluang di Tengah Penambahan Ruas Jalan Tol :: Saham JSMR Menarik (2019) ?
January 8, 2019
Show all

Unilever Indonesia : Intrinsic Value and Margin of safety :: Saham UNVR Investasi Jangka Panjang ?

Peluang akumulasi saham UNVR ? : Apakah saat ini merupakan peluang menarik untuk kembali akumulasi saham UNVR sebagai tujuan investasi saham jangka panjang ?

[ Jika Anda sering berkunjung ke situs bullrecommend.com, pasti Anda ingat beberapa waktu lalu Penulis sempat memberikan potensi dari menariknya saham – saham pilihan yang akhirnya melejit (sebelum harga sahamnya sempat retracement ekstrem akibat panic selling effect pada akhir kuartal III tahun 2018) tinggi seperti saham INKP yang bisa Anda baca [ disini ], saham ERAA yang bisa Anda baca [ disini ], saham WOOD yang bisa Anda baca [ disini ], saham SMCB yang bisa Anda baca [ disini ], saham MAIN yang bisa Anda baca [ disini ], saham ESSA yang bisa Anda baca [ disini ], saham KINO yang bisa Anda baca [ disini ], saham IMAS yang bisa Anda baca [ disini ] serta beberapa saham lainnya. Menariknya kali ini Penulis akan memberikan artikel terkait analisis saham UNVR di bawah ini jadi silahkan baca hingga tuntas. Jika Anda ingin baca artikel saham – saham pilihan bullrecommend.com lainnya bisa Anda baca (disini) ]

[ sebelum Anda membaca artikel soal analisis saham UNVR maka penulis menyarankan alangkah lebih baik lagi Anda membaca (artikel ini) untuk lebih memahami pentingnya mindset value investing setelah hasil analisis itu sendiri ]

Hasil analisis [terbatas] saham UNVR ini di publish via Website BullRecommend pada Januari 2019. Tentunya E-book review analisis saham UNVR telah di publish lebih dulu secara RealTime via email dengan versi hasil review yang tentu lebih lengkap.


Perlu Anda ketahui bahwa saham UNVR ini telah diberikan Reminder Akumulasi BELI/HOLD secara bertahap menjelang harga saham UNVR retracement ekstrem hingga di kisaran 39,375/share dan tentunya diberikan lebih dulu via Telegram BullRecommend LS pasca kuartal III tahun 2018 [Baca : pertengahan November 2018] oleh BullRecommend.

Berikut adalah ScreenShoot Reminder Akumulasi BELI saham UNVR secara bertahap di harga <40,350/share pada Tanggal 12 November 2018 s.d 15 November 2018 (Setiap / selama harga saham UNVR di harga layak akumulasi) via Telegram BullRecommend LS (Beberapa hal sengaja di blur untuk menjaga ekslusivitas Anggota/member BullRecommend LS) –> Khusus Anggota / Member BLS :

           

[Screenshot Reminder Akumulasi BELI saham UNVR November 2018]
[saat harga saham UNVR masih di harga <40,350/share]

Berikut adalah review Penulis yang tertuang pada Ebook Kuartalan 3Q18/9M18 saham UNVR yang telah terbit beberapa waktu lalu atau pada Desember 2018 lalu [Catatan : Anda bisa membacanya dibawah ini]

Ebook Review atas Laporan Keuangan Kuartalan [3Q18/9M18] saham UNVR ini terbit lebih dulu via email dan ditulis sejak harga saham UNVR berada dikisaran 39,750/share. [Reminder / Disclousure Akumulasi BELI saham UNVR telah diberikan terlebih dahulu via Telegram BullRecommend LS saat harga saham UNVR masih berada di harga layak akumulasi]


Yups, bukan tanpa pertimbangan yang objektif saham UNVR ini dipilih sebagai saham jangka panjang, dimana beberapa poin yang mendukung saham tersebut ideal untuk jangka panjang adalah saham UNVR termasuk saham sektor consumer goods, memiliki qualitative value, memiliki intrinsic value, kinerja atau fundamental nya terbukti konsisten menarik dalam kurun waktu >10 tahun bahkan bisa dikatakan >20 tahun dan lini bisnis UNVR sangat banyak digunakan sebagai kebutuhan dasar kehidupan sehari – hari masyarakat secara luas.

So, let’s chek this out !

PT. Unilever Indonesia Tbk. atau UNVR merupakan salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia. Jika dikatakan perusahaan FMCG maka UNVR memiliki arus kas yang “cepat” atau tidak perlu membutuhkan waktu cukup lama untuk “mengkoleksi” pendapatannya dalam bentuk tunai atau kas, mengingat FMCG tentu sangat berbeda dengan perusahaan sektor kontruksi, properti dan semacamnya.

Rangkaian produk UNVR mencakup produk Home and Personal Care serta Foods and Refreshment ditandai dengan brand-brand terpercaya dan ternama di dunia, antara lain Lifebuoy, vaseline, Pepsodent, Lux, Pond’s, Sunlight, Rinso, Blue Band, Royco, Dove, Rexona, Clear, Sari Wangi, Bango, Blue Band, Royco, Buavita, Cornetto, Wall’s, Magnum, Paddle Pop, Feast, dan lain-lain.

UNVR telah beroperasi dan berdiri sejak 85 tahun yang lalu, dimana saat ini UNVR telah berkembang dengan memiliki 42 brands dan 8 factories atau pabrik. Artinya, dengan pengalaman yang hampir 1 abad atau hampir 100 tahun maka Unilever Indonesia sangat patut dicanangkan sebagai emiten yang memiliki intrinsic value pada penilaian fundamental maupun saham perusahaan [Catatan : tidak semua saham emiten memiliki nilai intrinsik].

So, khusus dalam penilaian saham UNVR ini Penulis akan menggunakan 5 kriteria dalam pemilihan saham berdasarkan kaidah value investing yaitu kejujuran Manajemen atau kita juga bisa gunakan GCG atau tata kelola perusahaan, sektor usaha perusahaan, tingkat laba perusahaan, pertumbuhan perusahaan dalam kurun waktu panjang dan konsisten dan terakhir adalah tingkat valuasi perusahaan.

  • Manajemen atau GCG atau Tata Kelola Perusahaan

Unilever memiliki tingkat kejujuran manajemen dan GCG atau tata kelola perusahaan yang sangat baik ditunjukkan dengan diraihnya beragam penghargaan oleh UNVR yang mana salah satu diantaranya dalam ajang Asia’s Best Companies 2017 oleh FinanceAsia yaitu penghargaan kategori Most Committed to Corporate Governance dan Best Managed Companies. Kriteria yang dinilai pada kategori Best Managed Companies tersebut diantaranya adalah keseluruhan manajemen, tata kelola perusahaan, hubungan investor, serta tanggung jawab sosial perusahaan. Artinya, peningkatan kinerja dan tata kelola perusahaan UNVR di dukung sepenuhnya oleh para investor di tingkat Asia. By the way, penghargaan tersebut hanya satu diantara beberapa raihan penghargaan yang diterima oleh UNVR dan penghargaan seperti ini sudah cukup membuat Penulis yakin akan tingkat tata kelola perusahaan UNVR yang baik dimana tidak hanya satu atau dua tahun saja namun UNVR sering sekali menerima penghargaan terkait GCG atau tata kelola perusahaan dan manajemen yang jujur.

  • Sektor Usaha Perusahaan

salah satu sektor yang bisa dikatakan menjanjikan meski di saat IHSG “anjlok” adalah sektor barang konsumsi [Catatan : barang konsumsi yang terkait langsung dengan produk kebutuhan dasar manusia]. UNVR atau Unilever Indonesia masuk pada sektor consumer goods atau sektor barang keperluan rumah tangga termasuk kosmetik, itu artinya UNVR telah memenuhi salah satu kriteria value investing dari segi sektoral bisnis yang mana consumer goods tentu akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat secara luas [Catatan : asalkan produk yang dihasilkan berkualitas atau disukai masyarakat luas].

  • Tingkat Laba Perusahaan

perusahaan yang menarik tentunya adalah perusahaan yang memiliki tingkat laba yang besar. Penilaian tingkat laba ini bisa dinilai dengan bagaimana perusahaan tersebut memanfaatkan atau menggunakan atau memberdayakan modal atau ekuitas perusahaan dengan optimal untuk menghasilkan laba. UNVR atau Unilever Indonesia memiliki tingkat rasio return on equity yang bisa dikatakan sangat besar yaitu rata – rata dalam 5 tahun terakhir [Catatan : tahun 2013 – tahun 2017] sebesar >100%. Artinya, UNVR mampu mengembalikan modal atau ekuitas perusahaan dari hasil bisnis utama dalam kurun waktu setahun atau kurang ! , tentu saja pencapaian hasil laba tersebut sangat MENARIK.

  • Pertumbuhan Perusahaan Dalam Kurun Waktu Panjang dan Konsisten

perusahaan yang menarik tidak hanya mampu menghasilkan laba yang besar namun juga harus memiliki pertumbuhan yang terus menerus berkelanjutan secara konsisten. Tentu sangat tidak bagus jika suatu emiten hanya mampu menghasilkan laba besar di satu atau dua tahun saja namun di tahun berikutnya atau di tahun – tahun lalu perusahaan tidak mencatatkan historis pertumbuhan laba serta asset yang konsisten serta berkelanjutan. UNVR atau Unilever Indonesia menunjukkan kenaikan pertumbuhan pendapatan bersih dan laba bersih selama 10 tahun terakhir sangat bagus dimana jika diukur dengan CAGR atau Compound Annual Growth Rate atau Laju Pertumbuhan Tahunan atau Laju Pertumbuhan Tahun Demi Tahun maka pertumbuhan tahunan pendapatan bersih UNVR mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 sebesar 12,6% dan pertumbuhan tahunan laba bersih UNVR mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 sebesar 13,6%. Tentu saja dengan bertumbuhnya pendapatan dan laba perusahaan yang konsisten dalam jangka panjang maka tingkat asset UNVR juga terus bertumbuh, hal tersebut tentu dinilai MENARIK.

  • Tingkat Valuasi Saham Perusahaan

saham yang menarik untuk di akumulasi / dibeli / dimiliki adalah saham yang mana saat dilakukan pembelian atau akumulasi valuasi saham tersebut masih MURAH atau biasa disebut dengan Under Value [Baca : harga perolehan / pembelian / akumulasi masih dibawah nilai buku atau biasa disebut book value]. Jika harga perolehan atau pembelian saham yang dilakukan ketika saham tersebut masih dibawah nilai intrinsik, namun telah berada sedikit di atas nilai buku saham maka perolehan saham tertentu masih bisa dikatakan MURAH [Catatan : nilai intrinsik biasanya lebih tinggi dari buku]. But, pertanyaannya apakah saham UNVR atau Unilever Indonesia saat review ini ditulis valuasinya masih MURAH ? atau masih berada dibawah nilai intrinsiknya ? yang mana itu artinya saham UNVR masih memiliki MOS atau Margin Of Safety yang cukup konservatif ? [Catatan : ukuran MOS konservatif minimal 25%].

Jadi, mari cari tahu berapa nilai intrinsik dan MOS atau Margin of Safety dari saham UNVR ini. Setidaknya sebagai saham yang memenuhi kaidah value investing maka saham UNVR ini telah melengkapi syarat cukup penting yaitu memiliki nilai intrinsik diantaranya dengan ditunjukkan laba UNVR yang cukup besar dan juga konsisten dalam kurun waktu lama atau lebih dari 10 tahun.

MOS atau Margin of Safety terkait investasi saham adalah selisih dari harga saham [Baca : harga perolehan / pembelian / akumulasi saham yang dilakukan atau harga saham saat ditentukan waktu itu juga] dengan nilai intrinsik saham tersebut.

So, let’ say saham X memiliki intrinsic value IDR 2,000. Jika Anda memperoleh / membeli / mengakumulasi saham X tersebut di harga IDR 1,250, maka MOS yang Anda peroleh adalah sebesar IDR 750 atau bisa dikatakan Anda memperoleh saham X tersebut saat terdiskon sebesar 37,5% dari intrinsic value saham X tersebut. Keputusan investasi saham yang bagus jika Anda mampu memperoleh suatu saham jauh dibawah nilai intrinsik saham tersebut.

So, apa yang dimaksud dengan nilai intrinsik dan bagaimana cara menghitung nilai intrinsik ?

Salah satu value investor sukses dunia yang mampu menggunakan keahliannya dalam menentukkan nilai intrinsik suatu saham adalah Warren Buffet, dimana WB memperoleh konsep Margin of Safety kaitannya dengan Intrinsic Value dari Benjamin Graham. Warren Buffet bisa sangat presisi dalam menentukan nilai intrinsik suatu saham hingga diperoleh Margin of Safety yang bisa digunakan sebagai acuan dalam menentukan keputusan kepemilikan suatu saham atau tidak. WB tidak terlalu peduli dengan tingkat PER dan PBV pada suatu saham perusahaan, asalkan nilai intrinsik saham tersebut tinggi yang artinya Margin of Safety juga besar maka WB lebih memilih untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Warren Buffet lebih tertarik berinvestasi pada emiten atau perusahaan yang sangat bagus [Baca : ditunjukkan dengan nilai intrinsik yang sangat tinggi] dengan harga yang ideal [Baca : tidak berarti murah, namun juga tidak terlalu mahal] daripada berinvestasi pada perusahaan yang harga sahamnya murah namun biasa – biasa saja [Baca : tidak memiliki nilai intrinsik atau kalaupun ada namun presentasenya sangat kecil].

Lalu, apa itu nilai intrinsik ?. Nilai intrinsik adalah nilai yang sesungguhnya dari suatu saham atau nilai murni dari suatu saham. Tentu saja itu artinya, nilai intrinsik berbeda dengan market value atau nilai pasar ataupun book value atau nilai buku [Baca : nilai buku murni hasil perhitungan dari ekuitas secara materil]. Hal tersebut berbeda dikarenakan nilai intrinsik telah memperhitungkan asset yang terlihat [Baca : ekuitas] dan asset yang tidak terlihat [Baca : Brand, Formula, Prospek, Experience dan semacamnya]. Oleh karena itu, nilai intrinsik ini bersifat sangat subjektif dalam ukurannya mengingat antar investor satu dengan investor lainnya tentu memiliki hasil penilaian yang berbeda tipis ataupun besar pada pengukuran tingkat asset tidak terlihat, mengingat asset tidak terlihat ini tidak tercantum angka – angka atau nominalnya dalam laporan keuangan perusahaan. Namun, meski demikian tingkat presisi atau keakuratan dalam menentukan nilai intrinsik sangat tergantung pada tingkat pengalaman dari investor tersebut yang mana Warren Buffet tentu punya hasil penetuan nilai intrinsik yang lebih presisi jika dibandingkan investor lain yang belum atau kurang berpengalaman utamanya dalam menilai tingkat asset tidak terlihat suatu perusahaan.

[Catatan : Penulis harap penjelesan soal nilai intrinsik ini juga bisa mewakili pemahaman para Pembaca soal pengukuran “asset tidak terlihat” yang mana sering Penulis gunakan dalam menilai atau menentukan pilihan pada suatu saham perusahaan yang mana terkadang angka – angka atau nominal pada laporan keuangannya masih “merah – merah” namun pada akhirnya mampu mencatatkan kenaikan capital gain puluhan hingga ratusan persen dalam waktu ideal].

Okey, mengingat saham UNVR atau Unilever Indonesia adalah salah satu saham yang telah memenuhi kriteria [Catatan : silahkan baca kembali kriteria di atas] sebagai saham yang memiliki nilai intrinsik [Catatan : tidak semua saham memiliki nilai intrinsik] maka Penulis akan melanjutkan perhitungan nilai intrinsik saham UNVR sebagai berikut :

Sebelum itu, Penulis ingin menekankan terlebih dahulu definisi nilai intrinsik menurut Warren Buffet ialah jumlah uang kas yang dapat ditarik dari perusahaan atau emiten selama perusahaan tersebut masih beroperasi [Baca : bisnis perusahaannya masih aktif]. Lalu, “uang kas” yang dimaksud ialah nominal atau angka ekuitas terakhir perusahaan [Baca : ekuitas terbaru saat Anda menarik data laporan keuangan tahunan terakhir] ditambah akumulasi laba bersih yang akan perusahaan atau emiten kumpulkan atau peroleh kedepannya selama perusahaan tersebut masih atau terus beroperasi.

Berikut adalah data laporan keuangan perusahaan UNVR full year atau tahun penuh 2017 [Catatan : Ingat, gunakan LK tahun penuh atau full year. Jadi, bukan menggunakan LK kuartalan].

  1. Jumlah saham UNVR adalah 7,63 milyar lembar saham.
  2. Nilai ekuitas UNVR adalah IDR 5,17 triliun, artinya setiap lembar saham UNVR mewakili ekuitas sebesar IDR 678.
  3. Laba bersih per saham atau EPS UNVR di tahun 2017 tercatat sebesar IDR 918.

Dengan mengasumsikan bahwa UNVR masih akan mampu beroperasi setidaknya selama 20 tahun kedepan dan tentu selama 20 tahun mendatang tersebut UNVR mampu mencetak Earnings per Share atau EPS sebesar IDR 918 setiap tahunnya maka akumulasi dari EPS tersebut selama 20 tahun adalah IDR 18,360.

Berdasarkan rumus atau formula nilai intrinsik yang telah Penulis uraikan diatas maka hasil EPS UNVR selama 20 tahun yaitu IDR 18,360 ditambah dengan ekuitas UNVR sebesar IDR 678, maka diperoleh nominal atau angka IDR 19,038. So, nominal atau angka IDR 19,038 ini merupakan nilai intrinsik atau intrinsic value dari saham UNVR.

Sebagai catatan penting bahwa, dari hasil perhitungan nilai intrinsik tersebut Penulis mengasumsikan dengan sangat yakin UNVR masih akan mampu beroperasi selama hingga 20 tahun mendatang, meski bukan tidak mungkin perusahaan sekaliber UNVR masih sangat memungkinkan akan mampu beroperasi hingga 30 tahun mendatang. But, Penulis menggunakan prinsip konservatif yang artinya lebih “aman” mengasumsikan usia operasional perusahaan sedikit lebih pendek dari yang sebenarnya mampu lebih dilalui perusahaan tersebut.

Tentu saja perhitungan intrinsic value tidak berhenti hanya sampai disini, mengingat dengan berjalannya waktu maka tentu nilai uang [Baca : Time Value of Money dimana nilai waktu uang adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga daripada nilai uang dimasa mendatang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu yang mana aspek – aspek pemicunya adalah perkembangan ekonomi dalam bentuk seperti inflasi dan aspek ekonomi semacamnya] saat ini tentu berbeda dengan nilai uang 20 tahun mendatang [Catatan : jaman Penulis masih SD dulu, uang IDR 1,000 sudah bisa buat beli soto dekat sekolah. Sekarang buat beli kerupuk udang saja masih kurang IDR 500-an perak]. Jadi, selama 20 tahun mendatang tentu saja EPS UNVR tidak akan tetap sebesar IDR 918 setiap tahunnya, melainkan kemungkinan besar akan naik terus setiap tahunnya.

Berdasarkan perhitungan menggunakan konsep CAGR atau Compound Annual Growth Rate laba bersih UNVR menunjukkan peningkatan sebesar 7% tiap tahun [Catatan : menggunakan data laba bersih tahun 2017 dan tahun 2013 atau dalam rentang 5 tahun]. Okey, sebelum melanjutkan ke perhitungan nilai intrinsik tingkat lanjut maka Penulis akan jelaskan dahulu konsep CAGR, Let’s see !

Konsep CAGR adalah konsep bisnis dan investasi yang mengubah pandangan pertumbuhan tahun demi tahun yang berubah – ubah dibuat lebih halus, sehingga volatilitas atau perubahan pertumbuhan yang terlalu berbeda – beda terabaikan [Catatan : jadi seakan – akan pertumbuhannya tidak ada gejolak atau perbedaan perubahan yang terlalu signifikan]. Meski konsep CAGR cukup efektif dalam menunjukkan hasil pertumbuhan tahunan dari sebuah bisnis dalam beberapa periode dengan “halus”, namun konsep CAGR ini tidak terlepas dari kelemahan yaitu hasil konsep CAGR bisa ditipu dengan pertumbuhan pesat hanya di tahun terakhir saja dan konsep CAGR tidak bisa melihat perubahan laju yang disertai oleh penurunan [Baca : penurunannya tersamarkan].

By the way, Penulis akan kembali melanjutkan ke perhitungan nilai intrinsik UNVR dengan menyertakan pertimbangan soal time value of money atau dalam hal ini perkembangan ekonomi selama kurun waktu yang panjang. Here we go !

Okey, berdasarkan perhitungan menggunakan konsep CAGR atau Compound Annual Growth Rate laba bersih UNVR menunjukkan peningkatan sebesar 7% tiap tahun [Catatan : menggunakan data laba bersih tahun 2017 dan tahun 2013 atau dalam rentang 5 tahun], itu berarti EPS UNVR pada tahun 2018 akan menjadi IDR 982, pada tahun 2019 akan menjadi IDR 1,050 dan demikian seterusnya hingga di tahun 2037 [Catatan : selama kurun waktu 20 tahun] UNVR akan mencetak EPS IDR 3,523. So, jumlah akumulasi EPS selama 20 tahun atau antara tahun 2018 – 2037 mencapai IDR 40,057 [Catatan : EPS tahun 2017 yang sebesar IDR 918 tidak dihitung atau tidak ikut dijumlahkan, mengingat EPS tersebut sudah include dalam modal atau ekuitas emiten di tahun yang sama. Jadi yang dihitung atau di akumulasi hanya laba bersih yang perusahaan akan peroleh kedepannya yaitu tahun 2018 – 2037].

Kembali sejenak ke cerita Penulis 20 tahun silam dimana jaman Penulis masih SD dulu, uang IDR 1,000 sudah bisa buat beli soto dekat sekolah. Sekarang buat beli kerupuk udang saja masih kurang IDR 500-an perak. Lalu, bagaimana dengan 20 tahun mendatang ? apakah Penulis masih bisa membeli kerupuk udang dengan membawa uang sebesar IDR 1,000 ? jawabannya tentu saja tidak. Hal tersebut dikarenakan nilai waktu dari uang yang mana efek dari pertumbuhan ekonomi dalam bentuk inflasi atau semacamnya. Dengan demikian, akumulasi laba bersih UNVR yang sebesar IDR 40,057 di tahun 2037 tentu akan berbeda nilainya pada saat ini, yang mana itu artinya nilai atau nominalnya harus disesuaikan.

Dalam menyesuaikan angka atau nominal laba bersih UNVR sebesar IDR 40,057 di tahun 2037 maka bisa dengan cara membagi angka tersebut dengan annual interest rate yang mana nilai bunga tahunan tersebut bisa di ambil dari intrumen investasi atau keuangan pemerintah seperti suku bunga acuan BI, SUN, ORI dan semacamnya [Catatan : menurut Warren Buffet bisa menggunakan Interest rate of gov. obligation sebagai acuan pembagian bunga tahuan].

Penulis sendiri akan menggunakan suku bunga acuan BI yang mana bisa dilihat di situs https://www.bi.go.id/id/moneter/Contents/Default.aspx atau di situs https://id.tradingeconomics.com/indonesia/interest-rate .

Let’s say Penulis akan menggunakan suku bunga 6,60% per tahun [Catatan : pada realisasi perhitungannya bisa dibulatkan ke atas menjadi 7%]. Maka laba bersih UNVR atau uang sebesar IDR IDR 40,057 di tahun 2037 setara dengan IDR 37,577 di tahun 2036 dan setara dengan IDR 35,250 di tahun 2035 dan demikian seterusnya hingga menjadi IDR 11,157 di tahun 2017 ditambah ekuitas terakhir UNVR yaitu sebesar IDR 678 sehingga totalnya menjadi IDR 11,835. Kesimpulannya, nilai intrinsik saham UNVR saat ini kurang lebih sebesar IDR 11,835, yang mana jauh lebih rendah ketimbang harga saham UNVR saat review ini ditulis yaitu sebesar IDR 39,750. Artinya, berdasarkan konsep Margin Of Safety dan Intrinsic Value maka saham UNVR sudah mahal ! karena MOS UNVR justru minus 70% dengan formula perhitungan ((Nilai Intrinsik / Harga Saham Saat Ini) – 1) x 100%.

Nominal atau angka IDR 11,835 ini berdasarkan asumsi jika UNVR masih mampu beroperasi 20 tahun mendatang dan stabil menghasilkan laba secara terus menerus. Artinya, angka dari nilai intrinsik tersebut bisa berubah tergantung asumsi berapa lama perusahaan dimungkinkan dapat beroperasi, dimana asumsi tersebut atas dasar pengalaman tiap investor terhadap penilaian tingkat going concern suatu perusahaan [Catatan : Warren Buffet biasa menggunakan asumsi 10 tahun kedepan untuk menghitung akumulasi laba perusahaan yang dapat dikumpulkan suatu perusahaan. Tentu saja asumsi 10 tahun tersebut lebih kepada tingkat konservatif].

Finaly, dari hasil kesimpulan perhitungan konsep MOS dan nilai intrinsik yang menyatakan bahwa saham UNVR sudah mahal di kisaran harga IDR 39,750 saat review ini ditulis, apakah Anda tidak akan membeli sahamnya ?. Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda menunggu harga saham UNVR mendekati nilai intrinsiknya atau bahkan dibawah nilai intrinsiknya baru mulai membeli saham UNVR ?. Tentu saja hal tersebut sangat kecil kemungkinan untuk terjadi, kecuali terjadi IHSG crash akibat seperti krisis moneter atau semacamnya.

Lalu, apa acuan atau pengukuran yang bisa dilakukan terkait mahalnya saham UNVR sedangkan seharusnya saham UNVR nothing to lose untuk dimiliki pada harga saham di kisaran tertentu ?.

Jawabannya adalah dengan memperhatikan atau melakukan komparasi perkembangan saham UNVR dengan indikator makro ekonomi serta juga menggunakan PBV vs ROE [Catatan : menelaah pos per pos akun penyusun komponen laporan keuangan perusahaan].

Dimulai dari komparasi indikator makro ekonomi terhadap perkembangan saham UNVR sebagai berikut :

 

[Gambar : suku bunga Indonesia // download akhir tahun 2018]

Suku Bunga – Indonesia, hingga saat review ini ditulis suku bunga – Indonesia berada di kisaran 5,75% [Baca : November 2018] yang mana itu artinya tingkat suku bunga Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir masih berada di tingkat yang konservatif khususnya hingga saat review ini ditulis dimana suku bunga Indonesia di tahun 2008 – 2009 sempat hampir menyentuh 10%.

 

[Gambar : tingkat inflasi Indonesia // download akhir tahun 2018]

Tingkat Inflasi – Indonesia, percaya atau tidak bahwa tingkat inflasi [Baca : tahunan] Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, saat review ini ditulis berada di kisaran 3,16% yang mana itu artinya tingka inflasi tahunan Indonesia saat ini masih bisa dikatakan dikisaran terendah dimana tingkat inflasi tahunan Indonesia sempat mencapai 12% di tahun 2008 – 2009 lalu.

 

[Gambar : tingkat pengangguran Indonesia // download akhir tahun 2018]

Tingkat Pengangguran – Indonesia, tidak kalah menarik adalah perkembangan tingkat pengangguran Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dimana sejak tahun 2008 hingga tahun 2018 ini tingkat pengangguran Indonesia terus menurun dari kisaran 8,3% di tahun 2008 dan kini terus menurun hingga menjadi 5,34% di akhir tahun 2018 [Baca : saat review ini ditulis].

 

[Gambar : cadangan devisa Indonesia // download akhir tahun 2018]

Cadangan Devisa – Indonesia, sejak 10 tahun terakhir jumlah cadangan devisa Indonesia semakin meningkat [Baca : kuat] dimana jumlah cadangan devisa Indonesia sempat menurun di tahun 2008 – 2009 hingga dikisaran US$ 50 miliar dan mulai tahun 2009 – akhir 2011 cadangan devisa Indonesia berhasil naik signifikan hingga kisaran US$ 120 miliar. Saat review ini ditulis CaDev Indonesia mampu bertahan dikisaran US$ 115 miliar [Baca : akhir 2018] atau 130% lebih tinggi dari titik terendah di tahun 2008 – 2009 lalu.

[Gambar : GDP Indonesia // download akhir tahun 2018]

PDB – Indonesia, tingkat pendapatan per kapita Indonesia sejak kurun waktu 10 tahun terakhir terus meningkat bahkan hampir 100% dimana pada tahun 2008 produk domestik bruto Indonesia masih dikisaran US$ 500 miliar hingga saat review ini ditulis [Baca : akhir 2018] PDB Indonesia telah mencapai USD 1,015 miliar, artinya tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia semakin meningkat hingga saat ini.

Setelah mengetahui performa makro ekonomi khususnya Indonesia yang tentunya masih menunjukkan catatan – catatan indikator ekonomi yang tidak bisa dikatakan buruk atau malah bisa Penulis katakan masih MENARIK. Maka jika di komparasi dengan perkembangan saham UNVR atau Unilever Indonesia yang mana sejak lebih dari 10 tahun terakhir, harga saham UNVR tertinggi pernah dicapai pada akhir 2017 atau awal – awal tahun 2018 pada kisaran harga saham IDR 55,900/share dimana setelah itu atau sepanjang tahun 2018 hingga saat review ini ditulis atau hingga menjelang akhir tahun 2018 harga saham UNVR terus mengalami retracement hingga “terjun” dikisaran IDR 39,375/share tepatnya pada November 2018 lalu [Catatan : jika Anda ingat, saat itu lah Penulis sempat memberikan reminder untuk akumulasi saham UNVR di harga < IDR 39,750/share].

Pertanyaannya, apakah dengan adanya retracement ekstrem yang ditunjukkan harga saham UNVR di sepanjang tahun 2018 ini [Catatan : yang mana penurunan harga saham UNVR selama setahun ini atau sepanjang tahun 2018 masih berseberangan atau berkebalikan dengan performa indikator makro ekonomi yang malah masih menunjukkan hasil MENARIK] merupakan PELUANG EMAS untuk akumulasi saham UNVR ?. Jawabannya tentu saja IYA !

Yups, peluang adanya retracement ekstrem harga saham UNVR sepanjang tahun 2018 merupakan PELUANG EMAS bagi Investor yang “tahu” untuk segera akumulasi kembali saham UNVR guna tujuan investasi jangka panjang. Keputusan tepat saat akumulasi saham UNVR bukan hanya dilihat saat “memperoleh saham UNVR dibawah nilai intrinsiknya” namun juga secara lebih efektif, efisien dan realistis diputuskan saat “adanya retracement ekstrem saham UNVR dari pencapaian harga saham tertingginya sepanjang waktu perusahaannya beroperasi dengan memastikan indikator ekonomi negara masih MENARIK serta mengkonfirmasi konsistensi kinerja UNVR masih bagus berdasarkan rasio keuangan ROE vs PBV nya”.

Dengan demikian, tentunya waktu akumulasi atau perolehan saham UNVR atau saham semacamnya [Catatan : saham sejenis seperti BBRI BBCA dan sebagainya] bisa berlaku sama seperti yang Penulis uraikan di atas.

So, perolehan atau akumulasi saham UNVR khususnya di tahun 2018 ini idealnya bisa dilakukan pada harga < IDR 39,750/share yang mana tentu lebih efektif, efisien dan realistis ketimbang harus menunggu perolehan saham UNVR dibawah nilai intrinsiknya yaitu dikisaran IDR 11,835/share [Catatan : kecuali Anda mau menunggu hingga terjadinya Crash IHSG atau krisis moneter yang mana harusnya kejadian tersebut tidak dalam waktu dekat ini dan seberapa yakin Anda bahwa harga saham UNVR mampu menyentuh dibawah nilai intrinsiknya yaitu IDR 11, 835/share sekalipun terjadi Crash IHSG ?. Tentukan pilihan Anda] mengingat harga saham terendah saham UNVR di saat indikator ekonomi negara masih MENARIK dan kinerja UNVR masih bagus adalah di harga IDR 39,375/share khususnya berlaku untuk tahun 2018 ini.

Dari hasil uraian Penulis yang terpanjang dalam sejarah review untuk satu saham saja yang pernah Penulis lakukan maka ada 3 poin untuk menentukan saat akumulasi saham sekaliber UNVR [Catatan : jika konsep MOS dan nilai intrinsik tidak memungkinkan] yaitu harga saham retracement ekstrem dari pencapaian tertingginya sepanjang perusahaan beroperasi, indikator ekonomi negara masih menunjukkan performa yang MENARIK [Catatan : kemungkinan terjadinya krisis moneter atau Crash IHSG masih kecil terjadi] dan performa kinerja perusahaan masih konsisten menunjukkan hasil yang bagus dinilai dengan perbandingan rasio keuangan ROE vs PBV.

Okey, khusus untuk penilaian poin ke 3 yaitu perbandingan ROE vs PBV ini penjabarannya Penulis persingkat saja mengingat review saham UNVR kali ini sudah cukup panjang. Jadi, ROE saham UNVR menunjukkan presentase angka yang luar biasa dimana rata – rata presentase dalam 5 tahun terakhir adalah > 100%. Artinya, perusahaan yang memiliki ROE > 100% [Catatan : setelah dipastikan akun pos per pos yang berkontribusi menghasilkan laba dan pendapatan utama perusahaan benar merupakan dari aktivitas bisnis utama perusahaan. Anda harus telusuri atau telaah dengan detail] maka perusahaan tersebut masih sangat wajar jika memiliki PBV 10x, bagaimana jika PBV saham tersebut lebih dari 10x ? apakah masih wajar ?.

Jawabannya, tidak wajar namun jika PBV perusahaan tersebut lebih dari 10x dengan pencapaian ROE > 100% dan konsisten dalam kurun waktu cukup panjang atau katakanlah 5 tahun maka apakah Anda masih berpikir PBV saham perusahaan tersebut akan turun kembali setidaknya mendekati 10x ?, tentu saja itu sangat sulit. So, seperti apa yang dikatakan Warren Buffet bahwa lebih menarik memperoleh saham perusahaan yang luar biasa bagus pada harga yang seharusnya [Catatan : tidak harus murah meriah] ketimbang memperoleh saham perusahaan yang biasa saja pada harga yang “murahan”.

Finaly, konsep dari MOS atau Margin Of Safety dan Intrinsic Value dalam perhitungannya masih ideal bisa dilakukan setiap 10 tahun sekali atau setidaknya 5 tahun sekali. Jadi, hasil hitungan MOS dan Nilai Intrinsik masih relevan jika digunakan untuk 10 tahun kedepan atau 5 tahun kedepan kecuali ada kondisi tertentu seperti krisis moneter dan semacamnya maka idealnya bisa dilakukan perhitungan kembali untuk konsep MOS dan Intrinsic Value.


Apakah nantinya saham UNVR akan menjadi saham yang dapat memberikan hasil investasi yang menarik terutama untuk jangka panjang ?

apakah harga saham UNVR akan mampu naik cukup tinggi dari harga sahamnya saat ini ?.” [Catatan : saat review saham UNVR ini ditulis, harga sahamnya berada di kisaran 39,750/share].

Let’s see the market ! [Catatan : selengkapnya hanya ada di Ebook Kuartalan bullrecommend.com].

setelah tahu beberapa poin signifikan mengenai saham UNVR seperti yang telah di uraikan di atas, apakah saham UNVR menarik untuk di akumulasi BELI ?.

(Jawaban atas semua hasil analisis pertanyaan ini telah Kami publish via Telegram BullRecommend LS).

Kenapa analisis dalam kaidah value investing ini penting ?. Karena hal ini menjadi acuan utama atas keputusan penting dalam membeli suatu saham.

Jika nanti harga suatu saham yang telah memenuhi kriteria saham Value Investing (pada Harga BELI tertentu) ini nantinya mungkin terjadi retracement atau penurunan tajam, sebagai value investor hal ini di pandang sebagai bentuk moment “Salah Harga” dan tentu nya dapat dilakukan kesempatan untuk melakukan aksi BELI dan bukan hanya BINGUNG, GALAU ataupun PANIK mengikuti kata pelaku pasar yang tidak memiliki “acuan hasil analisis komprehensif” dalam pengambilan keputusan untuk BELI suatu saham yang memang MENARIK.

( Hanya ada di Telegram BullRecommend LS, Let’s JOIN Us ! – value investing indonesia BullRecommend )

Share hasil analisis beberapa saham terbaik(Sesuai kaidah Value Investing) di website BLS baru Kami lakukan terbatas. Hal ini untuk menjaga Ekslusivitas Anggota/Member BulRecommend LS.

Jika Anda cocok dengan Value Investing ala BullRecommend dan ingin mendapatkan hasil analisis BullRecommend LS lebih lengkap seperti di atas untuk saham – saham berpotensi lainnya, silahkan JOIN dengan BullRecommend LS. Klik REGISTRASI —> (di sini)

Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas berikut, Klik —> (di sini)

Apakah Anda cocok dengan Value Investing BLS ?. Klik —> (di sini)

Apa itu Value Investing BullRecommend ?. Klik —> (di sini)

Profil dari BullRecommend. Klik —> (di sini)

Value Investing Indonesia BullRecommend !

NB : Beberapa sumber (Berita Terkait) diolah dari berbagai media

(Visited 1,795 times, 1 visits today)

Comments are closed.